Sukses

Amankah Melakukan Sulam Alis?

Sulam alis kini menjadi tren kecantikan yang banyak diminati. Anda pun tidak perlu repot-repot lagi membentuk alis di pagi hari, yang kadang memakan waktu. Tapi, apakah sulam alis tergolong aman?

Sulam alis saat ini menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin terlihat lebih cantik dan tidak ingin direpotkan dengan ritual “menggambar” alis yang terkadang memakan waktu. Terutama di era serba instan ini, sulam alis dengan cepat menjadi tren di kalangan masyarakat. Namun, sejauh mana sulam alis aman untuk diaplikasikan?

Teknik sulam alis dilakukan dengan menambahkan zat pigmen berwarna pada kulit area alis yang kosong. Proses pewarnaan dilakukan dengan membentuk guratan sesuai alur rambut alis, sehingga menghasilkan gambaran alis yang lebih natural. Bentuk alis perlu disesuaikan dengan bentuk wajah serta pemilihan zat warna disesuaikan dengan warna kulit dan rambut agar hasilnya terlihat alami. Tidak seperti tato alis yang cenderung permanen, sulam alis bersifat semi permanen dan biasanya hanya bertahan selama kurang lebih dua tahun.

Efek negatif yang mungkin muncul dari tindakan ini antara lain:

  • Rasa nyeri akibat tusukan jarum.
  • Bengkak dan kemerahan segera setelah tindakan.
  • Risiko infeksi karena adanya luka pada kulit.
  • Reaksi alergi terhadap zat warna.
  • Munculnya jaringan parut.
  • Hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan tindakan sulam alis dan memaksimalkan hasilnya:

Pastikan sterilitas alat (jarum) yang digunakan

Sterilisasi penting untuk menghindari transmisi agen infeksius seperti bakteri, virus, dan sebagainya, mengingat adanya alat atau benda asing yang akan masuk ke dalam tubuh. Sebaiknya Anda melihat sendiri ketika kemasan jarum dibuka untuk memastikan sterilitas alat.

Berikan informasi medis secara lengkap

Sebelum dilakukannya tindakan, si “pembuat alis” idealnya akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk memastikan tidak ada efek samping. Adanya peradangan pada area yang akan dikerjakan, riwayat alergi dengan zat tertentu, atau riwayat pernah adanya jaringan parut pascaluka hendaknya disampaikan. Hal tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah seseorang merupakan kandidat yang baik untuk dilakukannya tindakan ini.

Pilih praktisi yang berpengalaman dan membuat nyaman

Tidak dapat dimungkiri, keberhasilan tindakan ini bergantung pada keahlian dari praktisi yang mengerjakan. Karena itu, sebelum memillih tempat untuk melakukan tindakan ini, carilah terlebih dahulu informasi sebanyak-banyaknya. Informasi bisa didapatkan dari website, dari pengalaman teman atau kenalan, dari majalah, ataupun media lainnya. Bangun komunikasi yang baik dengan praktisi yang sudah dipilih, sehingga hasilnya sesuai dengan yang diharapkan dan efek samping menjadi minimal.

Persiapkan kondisi tubuh agar tetap prima

Yang tidak kalah penting, sebelum tindakan perhatikanlah kondisi tubuh. Jaga agar tubuh tetap dalam keadaan prima. Istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi atau suplemen kesehatan dapat membantu agar penyembuhan luka lebih baik sehingga meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan.

0 Komentar

Belum ada komentar