Sukses

Untuk Penderita Maag, Pilih White Coffee atau Black Coffee?

Sebenarnya, white coffee ataukah black coffee yang lebih aman untuk penderita maag? Simak ulasannya oleh dr. Mega Putri di sini.

Bagi Anda penggemar kopi, pasti sudah pernah mendengar istilah black coffee dan white coffee.

Kopi jenis black coffee mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Lalu, bagaimana dengan kopi jenis white coffee? Mungkin Anda sudah mengetahui sedikit tentang white coffee yang diyakini merupakan jenis kopi yang “bersahabat” dengan lambung. Pasalnya, kopi jenis white coffee dikatakan dapat dengan aman dikonsumsi oleh penderita maag tanpa harus mengkhawatirkan munculnya gejala maag.

Sebenarnya, apa yang membedakan black coffee dan white coffee?

Banyak di antara kita yang menganggap bahwa perbedaannya terletak pada warnanya. White coffee harus mempunyai warna putih, sedangkan black coffee harus mempunyai warna hitam.

Perlu Anda ketahui, hal tersebut tidaklah benar. Perbedaan yang mendasar di antara kedua jenis kopi tersebut terletak di dalam pemilihan biji kopi dan proses pemanggangan (roasting) biji kopinya.

Black coffee mengalami proses pemanggangan (roasting) pada temperatur yang tinggi sehingga menghasilkan rasa yang pahit dan asam. Dibandingkan dengan espresso, black coffee mempunyai rasa yang lebih kuat dan lebih gelap penampakannya. Selain itu, black coffee juga mempunyai kadar kafein yang sangat tinggi.

Bagaimana dengan white coffee? White coffee mengalami proses pemanggangan (roasting) dalam temperatur yang rendah dan dalam waktu yang cukup lama, yakni kurang lebih 2,5 kali lebih lama dibandingkan dengan proses pemanggangan black coffee. Cara pemanggangan kopi jenis white coffee ini akan menghasilkan kopi yang tidak terlalu pahit dan mempunyai kadar kafein 10% lebih rendah.

Beberapa ahli di Eropa menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen di dalam kopi yang dapat memicu terjadinya gejala maag pada seseorang. Komponen tersebut di antaranya adalah kafein dan ketekol. Kafein dan ketekol inilah yang memicu pengeluaran asam oleh sel lambung. Semakin tinggi kafein, maka semakin banyak asam yang keluar sehingga kemungkinan terjadinya iritasi dinding lambung juga semakin besar.

Oleh karena itu, beberapa pabrik pembuat kopi di dunia berusaha untuk membuat kopi yang bersahabat dengan lambung dengan cara memproses biji kopi mentah dengan cara diuapkan atau dilarutkan yang bertujuan untuk menurunkan level iritan di dalam kopi tersebut.

Namun demikian, proses tersebut juga bisa menurunkan komponen-komponen bermanfaat di dalam kopi, seperti komponen yang dapat mencegah kencing manis dan penyakit jantung.

Saat ini, salah satu yang menjadi unggulan adalah kopi jenis white coffee. Kopi jenis white coffee ini, seperti yang sudah dijelaskan di atas, setelah melalui proses roasting yang lebih lama dan dalam suhu yang rendah, akan menghasilkan kopi dengan kadar kafein yang lebih rendah sehingga diharapkan tidak mengiritasi lambung. Akan tetapi, kopi jenis white coffee ini tetap mengandung kafein di dalamnya. Karenanya, bagi penderita maag yang ingin mencoba, harus tetap berhati-hati.

Dan perlu diingat, apabila setelah mengonsumsi kopi jenis white coffee ini gejala maag tetap muncul, maka mau tidak mau Anda harus menghentikan kebiasaan untuk meminum kopi.

0 Komentar

Belum ada komentar