Sukses

Perlukah Ibu Hamil dengan Anemia Dirawat?

Anemia pada ibu hamil merupakan suatu hal yang berbahaya. Namun, apakah perlu dilakukan rawat inap untuk ibu hamil dengan anemia? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Anemia atau kurang darah merupakan kondisi dimana nilai darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Nilai normal pada setiap kondisinya berbeda-beda pada laki-laki, perempuan, ataupun anak-anak, begitu pula dengan kondisi pada ibu hamil. Seperti yang diketahui bahwa ibu hamil memiliki risiko untuk terkena anemia jika kurang mendapatkan asupan zat gizi yang cukup. Anemia pada ibu hamil adalah kondisi kadar hemoglobin dalam darah kurang dari 11 gr%/dl. Kondisi anemia tersebut dapat dibagi menjadi beberapa kriteria sebagai berikut:

Ringan Sekali  Hb 10 gr%/dl - Batas Normal
Ringan  Hb 8 gr%/dl - 9,9 gr%/dl
Sedang  Hb 6 gr%/dl - 7,9 gr%/dl
Berat  Hb < 6 gr%/dl

(Sumber: Kementrian Kesehatan)

Anemia dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah. Selain itu, kondisi anemia juga dapat dicurigai jika ibu hamil memiliki gejala seperti kelopak mata yang pucat, ujung-ujung jari yang pucat, sering mudah lelah, sakit kepala, perasaan mual, jantung berdebar tidak teratur, dan biasanya disertai dengan mudahnya terkena infeksi. Kondisi ibu hamil dengan anemia perlu diperhatikan, karena dapat mengganggu ibu dan janinnya. Biasanya pemeriksaan rutin akan dilakukan oleh dokter pada saat antenatal care (pemeriksaan rutin kehamilan). Jika ditemukan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan, dokter akan melakukan pemeriksaan yang diperlukan, meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah.

Kondisi ibu hamil dengan anemia tidak selalu memerlukan tindakan rawat inap di rumah sakit. Ibu hamil dengan anemia ringan biasanya hanya akan diberikan obat-obatan penambah darah dan anjuran diet makanan sehat serta anjuran untuk melakukan kontrol kembali pada jadwal kunjungan berikutnya. Namun, pada kondisi ibu hamil dengan anemia sedang sampai berat biasanya akan dilakukan rawat inap dirumah sakit berkaitan dengan kondisi ibu. Selain itu, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila sang ibu memiliki keluhan lain yang berat sehingga dapat mengganggu kehamilan. Pada ibu hamil dengan anemia sedang sampai berat akan dilakukan transfusi darah guna untuk menambah sel darah merah atau hemoglobin.

Jika terdapat infeksi pada masa kehamilan, ibu hamil dengan anemia biasanya juga akan membutuhkan rawat inap sampai dengan kondisi ibu sehat kembali. Selain memperhatikan kondisi ibu, kondisi janin didalam kandungan sang ibu juga perlu diperhatikan. Kondisi janin harus dipantau dengan pemeriksaan denyut jantung janin atau dengan pemeriksaan lainnya seperti ultrasonografi (USG). Karena, apabila ditemukan kondisi janin yang menurun, ibu hamil dengan anemia juga perlu untuk melakukan rawat inap sampai kondisi ibu dan janin sehat. Selain itu, apabila ditemukan kondisi janin yang menurun pada ibu hamil dengan anemia, biasanya akan dipertimbangkan untuk dilakukan terminasi kehamilan jika memungkinkan. Oleh karena itu, kondisi ibu hamil perlu dipantau secara keseluruhan, baik kondisi ibu maupun kondisi janinnya. Hal tersebut dimaksudkan agar risiko gejala dan komplikasi dapat dideteksi sedini mungkin, dicegah dan diobati sebelum terlambat dan menjadi lebih buruk.

0 Komentar

Belum ada komentar