Sukses

Bahaya Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada ibu hamil dapat membahayakan ibu dan janin. Berikut penjelasan selengkapnya bersama dr. Dina Kusumawardhani di sini.

KlikDokter.com –  Anemia atau kurang darah merupakan penyakit yang banyak dijumpai, khususnya pada wanita. Terlebih lagi kasus anemia pada ibu hamil, karena anemia pada ibu hamil dapat membahayakan ibu dan janin.

Jika ditemukan kondisi anemia pada ibu hamil, maka perlu dilakukan pemeriksaan berkala untuk kehamilannya. Karena salah satu pemeriksaan yang rutin dilakukan adalah pemeriksaan darah, yang terutama pemeriksaan hemoglobin darah.

Kriteria anemia menurut WHO (World Health Organisation) pada ibu hamil adalah jika dijumpai kadar hemoglobin <11 gr%/dl. Anemia pada ibu hamil sering terjadi dikarenakan kurangnya asupan zat besi selama kehamilan.

Hemoglobin berperan penting untuk tubuh, khususnya untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan beberapa keadaan sebagai berikut:

  1. Kematian pada ibu.

Dari data penelitian didapatkan bahwa kasus kematian akibat anemia pada ibu hamil merupakan salah satu penyebab yang sering terjadi. Adanya anemia pada ibu hamil dapat mengganggu ibu baik selama kehamilan ataupun saat persalinan yang dapat mengakibatkan gangguan pada ibu hamil yang dapat menyebabkan kematian..

  1. Keguguran

Abortus atau keguguran dapat terjadi karena kondisi ibu dan bayi yang tidak adekuat selama kehamilan akibat kondisi anemia pada ibu hamil. Abortus terjadi pada kehamilan kurang dari 20 minggu, dengan adanya gangguan anemia maka kondisi janin sangat rentan dan mudah terjadi abortus.

  1. Gangguan persalinan

Kasus anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko persalinan menjadi lama dan dapat menyebabkan gangguan pada otot uterus/rahim.

  1. Daya tahan terhadap infeksi menjadi rendah

Seperti yang diketahui, kondisi anemia pada ibu hamil memiliki kemungkinan untuk terkena infeksi, terutama pada masa nifas kondisi ibu dengan anemia sangat mudah sekali terkena infeksi dan biasanya lebih berat dibanding dengan yang tidak memiliki anemia. Dengan adanya infeksi dapat mempengaruhi masa penyembuhan dan juga dapat menyebabkan kematian.

  1. Gangguan pada produksi ASI (Air Susu Ibu)

Dari beberapa penelitian dikatakan anemia pada ibu hamil akan memiliki gangguan pada produksi ASI, sedangkan ASI ekslusif menjadi peran penting dalam tumbuh kembang anak.

  1. Gangguan pada janin

Gangguan pada janin berupa berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, mikrosomia, kematian pada janin. Gangguan pada janin diakibatkan oleh pentingnya hemoglobin dalam membantu tumbuh kembang janin, dengan adanya anemia akan meningkatkan risiko pada janin.

Anemia pada ibu hamil juga dapat memperberat kondisi ibu dengan penyakit sekunder, seperti ibu dengan penyakit diabetes atau dengan penyakit lainnya. Peran penting dari ibu, keluarga dan dokter sangat penting untuk dapat mencegah anemia pada ibu hamil. Dengan mengikuti diet asupan makanan yang cukup dapat membantu mencegah anemia pada ibu hamil. Didukung juga dengan melakukan kunjungan Antenatal Care (Kunjungan kehamilan) maka anemia pada ibu hamil dapat di deteksi seawall mungkin dan dapat dilakukan penanganan yang sesuai.

0 Komentar

Belum ada komentar