Sukses

Si Kecil Sering Muntah Saat Makan, Ini Penanganannya

Muntah saat makan memang lazim terjadi pada anak, namun bukan berarti hal ini tidak memerlukan perhatian lebih. Anda juga perlu mengetahui tanda-tanda muntah yang membutuhkan penanganan medis.

KlikDokter.com – Salah satu permasalahan makan pada anak adalah ketika ia memuntahkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulut. Hal ini sebenarnya wajar terjadi, karena biasanya anak usia MPASI masih dalam tahap proses belajar untuk menelan dan mengunyah makanan.

Muntah harus dibedakan dengan gumoh. Pada muntah, terjadi kontraksi paksaan dari otot. Sedangkan pada kondisi gumoh, anak akan mengeluarkan sedikit makanan dari mulut setelah mereka menelannya. Gumoh merupakan kondisi yang normal dan biasanya akan hilang pada usia 12-24 bulan.

Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah gumoh adalah memberikan makanan dengan lebih pelan, tidak memakaikan anak baju yang ketat saat sedang makan, usahakan agar anak selalu bersendawa setelah makan, dan pada saat makan anak harus dalam posisi tegak.

Sementara itu, biasanya anak akan muntah saat diberikan makanan yang padat untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi karena beberapa hal, di antaranya dijelaskan selengkapnya pada halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Si Kecil Sering Muntah Saat Makan, Ini Penanganannya

Bayi Sehat Milna

Biasanya anak akan muntah saat diberikan makanan yang padat untuk pertama kalinya. Hal ini terjadi karena beberapa hal, di antaranya: 

  • Tidak kenal atau tidak suka dengan makanannya
  • Terlalu banyak makanan di sendok
  • Makanan yang terlalu padat
  • Penyuapan yang terlalu ke belakang lidah
  • Beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan muntah pada anak adalah menelan banyak angin saat mengonsumsi susu, alergi terhadap protein susu sapi, infeksi, hingga gangguan anatomis saluran cerna seperti pylorus stenosis

Hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani muntah pada saat pemberian makan adalah:

  • Berikan makanan secara perlahan-lahan kepada anak
  • Jangan langsung menggendong anak setelah makan
  • Apabila anak masih tampak lapar setelah muntah, Anda bisa memberikan makanan atau ASI lagi kepadanya
  • Jangan mengubah jadwal makan anak hanya karena anak muntah. Tetaplah memberikan makanan sesuai jadwal
  • Sediakan handuk atau lap di sekitar tempat makan anak
  • Pada saat anak muntah, berikan ia jeda untuk mulai makan kembali

Dalam beberapa kasus, muntah dapat menjadi pertanda bahwa anak sedang mengalami masalah yang serius. Karenanya, Anda perlu mewaspadai muntah pada anak jika diiringi dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Tidak buang air kecil dalam waktu yang lama
  • Tidak tertarik dengan makanan
  • Lemas
  • Diare
  • Demam
  • Muntah dengan bau menyengat atau perubahan warna pada muntah (misalnya, menjadi hijau atau kuning terang)

Jadi, selama anak tetap sehat atau masih energik seperti biasanya setelah muntah, Anda tidak perlu khawatir dengan perkembangannya.

0 Komentar

Belum ada komentar