Sukses

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Lebih dari 50% wanita hamil di Indonesia mengalami anemia. Bila tidak ditangani dengan baik dan dibiarkan berlarut, anemia dapat menyebabkan komplikasi bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah.

KLikDokter.com – Pada masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi di dalam tubuh seorang wanita. Salah satunya adalah tubuh akan memproduksi sel darah dalam jumlah yang lebih banyak untuk menyokong pertumbuhan janin. Bila tubuh tidak memiliki jumlah zat besi atau vitamin lain yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang dibutuhkan untuk menambah kebutuhan sel darah.

Ketika hamil, seorang wanita dapat mengalami anemia. Anemia disebabkan karena kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk menghantarkan oksigen ke jaringan dan janin. Lebih dari 50% wanita hamil di Indonesia mengalami anemia.

Pada pemeriksaan laboratorium darah, seseorang dikatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 12 mg/dl. Menurut World Health Organization (WHO) seorang wanita hamil dikatakan anemia bila kadar Hb < 11 mg/dl. Namun pada negara berkembang seperti Indonesia, WHO menetapkan anemia bila kadar Hb < 10 mg/dl.

Penyebab anemia yang paling sering pada kehamilan adalah kekurangan zat besi. Kebutuhan zat besi meningkat saat hamil dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada ibu dan janin. Bila tidak ditangani dengan baik dan dibiarkan berlarut, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah.

Umumnya wanita hamil akan mengalami anemia ringan. Secara normal darah akan bertambah banyak dalam kehamilan. Bertambahnya sel darah tidak sebanding dengan bertambahnya plasma darah sehingga menyebabkan terjadinya pengenceran darah (hemodilusi). Oleh sebab itu, kadar hemoglobin pada wanita hamil memang cenderung lebih rendah dari wanita normal.

Lalu bagaimana anemia pada ibu hamil? Halaman berikut penjelasannya:

1 dari 5 halaman

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Sakatonik Liver

Jenis Anemia pada Ibu Hamil

Anemia pada kehamilan sangat berkaitan dengan asupan gizi dari makanan yang dikonsumsinya setiap harinya. Beberapa jenis anemia yang dapat terjadi saat kehamilan, antara lain:

1. Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi zat besi merupakan tipe anemia yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Terjadi ketika tubuh tidak memiliki jumlah zat besi yang cukup untuk memproduksi hemoglobin, suatu protein yang terdapat di dalam sel darah merah. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Pada anemia defisiensi besi, darah tidak dapat menghantarkan oksigen yang cukup dibutuhkan ke jaringan.

2. Anemia Defisiensi Asam Folat

Asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B yang dibutuhkan tubuh untuk membuat sel-sel baru, termasuk sel darah merah sehat. Saat hamil wanita membutuhkan tambahan asam folat, namun sayangnya terkadang kebutuhan tersebut tidak tercapai melalui asupan makanannya. Bila hal itu terjadi, maka tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Asam folat sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, terutama pada trimester awal kehamilan, dan memiliki peran penting untuk mencegah cacat sistem saraf (otak) dan tulang belakang janin.

3. Anemia Defisiensi Vitamin B12

Sama seperti zat besi dan asam folat, tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk membentuk sel darah merah yang sehat. Wanita yang tidak mengonsumsi daging, produk susu, dan telur memiliki risiko tinggi mengalami defisiensi vitamin B12 yang dapat menyebabkan cacat janin dan kelahiran prematur.

Apa saja pencetus kondisi anemia pada ibu hamil? Berikut penjelasan selengkapnya:

2 dari 5 halaman

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Sakatonik Liver

Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil

Semua wanita hamil berisiko mengalami anemia. Hal ini disebabkan karena wanita hamil membutuhkan jumlah zat besi dan asam folat lebih banyak dari sebelumnya. Namun, risiko akan meningkat apabila:

  • Hamil kembar

  • Jarak antara kehamilan saat ini degan kehamilan sebelumnya dekat

  • Muntah berlebih akibat morning sickness

  • Remaja yang sedang hamil

  • Tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi

  • Memiliki riwayat anemia sebelum hamil

Gejala-gejala Anemia yang Ditimbulkan

Gejala anemia yang ditimbulkan saat kehamilan tak berbeda dengan gejala anemia pada umumnya, yakni:

  • Tampak pucat di kulit, bibir, dan kuku

  • Lelah

  • Pusing

  • Sesak napas

  • Berdebar-debar

  • Sulit berkonsentrasi

Pada fase awal, ibu hamil mungkin belum menunjukan gejala yang berarti. Bahkan, banyak dari gejala di atas bisa timbul meski ibu hamil tidak mengalami anemia. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan prenatal rutin dan darah bila terdapat indikasi.

Lalu apa saja risikonya jika terjadi anemia pada ibu hamil? Halaman berikutnya penjelasannya:

3 dari 5 halaman

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Sakatonik Liver

Bahaya-bahaya Anemia yang Dapat Terjadi

Anemia berat atau yang tidak ditangani saat kehamilan dapat meningkatkan berbagai risiko medis bagi ibu dan janin. Risiko-risiko tersebut adalah:

  • Bayi lahir prematur

  • Berat badan lahir bayi rendah

  • Depresi pasca melahirkan

  • Bayi terlahir dengan anemia

  • Gangguan perkembangan bayi-anak

  • Cacat saraf otak dan sumsum tulang belakang janin (akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat)

Bagaimana cara mencegah anemia pada kehamilan? Halaman berikut penjelasannya:

4 dari 5 halaman

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Sakatonik Liver

Pencegahan Anemia Saat Kehamilan

Untuk mencegah anemia saat kehamilan, pastikan ibu hamil mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan vitamin B lainnya. Usahakan juga untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi setidaknya 3 sajian/hari. Makanan-makanan kaya zat besi antara lain:

  • Daging merah, unggas, ikan

  • Sayuran hijau (bayam, brokoli, kale, kangkung)

  • Sereal kaya zat besi

  • Kacang-kacangan

  • Telur

Untuk mempercepat penyerapan zat besi, konsumsilah makanan kaya vitamin C yaitu buah sitrus, stroberi, kiwi, tomat, dan paprika. Usahakan untuk mengonsumsi makanan ini dalam waktu bersamaan dengan mengonsumsi zat besi.

Selain itu, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan kaya asam folat seperti yang terdapat pada sayuran hijau, buah sitrus, dan kacang kering.

Ikuti juga anjuran dan instruksi dokter kandungan yang menangani Anda tentang suplemen asam folat dan zat besi yang perlu dikonsumsi saat hamil. 

1 Komentar