Sukses

5 Faktor Penyebab Karies Gigi Anak

Bila dibiarkan, karies botol pada anak bisa menjadi penyakit serius, karies ini kadang menimbulkan rasa sakit dan berkembang cepat

Karies gigi atau gigi berlubang masih menjadi penyakit gigi yang banyak ditemukan di masyarakat Indonesia. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami masalah karies gigi. Karies gigi yang sering terjadi pada balitasalah satunya adalah karies botol atau karies rampan atau biasa disebut nursing bottle caries. Karies botol disebabkan oleh kebiasaan minum susu botol pada usia balita dengan cara yang kurang tepat yang biasanya dilakukan pada malam hari hingga tertidur. Gula yang terdapat dalam susu dan sari buah yang diminum anak menjelang tidur atau bahkan sampai tertidur dalam botol mengendap jadi asam yang merusak hingga gigi menjadi berlubang. Karies rampan ini paling sering terjadi pada gigi atas bagian depan, namun dapat pula terjadi pada gigi bawah dan gigi belakang.

Bila dibiarkan, karies botol pada anak bisa menjadi penyakit serius, karies ini kadang menimbulkan rasa sakit dan berkembang dengan sangat cepat. Penyebab karies botol hampir sama dengan penyebab karies pada umumnya, yaitu multifaktorial yang artinya disebabkan oleh lebih dari satu factor dan saling berkaitan. Sebagai orangtua, ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangangan karies yang harus Anda cermati. Apa saja beberapa faktor itu? Silakan klik next.

1 dari 2 halaman

5 Faktor Penyebab Karies Gigi Anak

  1. Bentuk gigi.
    Ukuran dan bentuk gigi berperan pada perkembangan karies, karena sisa-sisa makanan lebih mudah menumpuk padabagian gigi belakang, seperti gigi geraham dimana pada gigi tersebut terdapat bagian kunyah yang terdiri dari pit dan fissure atau lekukan.

  2. Faktor jumlah saliva
    Saliva atau ludah merupakan sistem pertahanan mulut karena berfungsi untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri dari gigi dan melawan produksi asam dari sisa makanan yang menumpuk di gigi. Semakin sedikit jumlah saliva, gigi akan semakin rentan terkena karies.

  3. Faktor waktu
    Karies merupakan penyakit kronis yang membutuhkan waktu beberapa bulan sampai tahun untuk berkembang menjadi suatu lubang pada gigi. karies rampan merupakan penyakit yang perkembangannya cukup cepat.

  4. Faktor mikroorganisme
    Mikroorganisme kariogenik utama penyebab karies adalah Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus yang merupakan mikroorganisme patogen. Kedua mikroorganisme ini dapat berkolonisasi di permukaan gigi dan cepat menghasilkan asam yang berujung pada kerusakan gigi.

  5. Faktor makanan
    Makanan yang tinggi karbohidrat dan gula seperti jus atau susu formula akan meningkatkan risiko karies pada permukaan gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang banyak mengonsumsi karbohidrat terutama sukrosa cenderung mengalami karies gigi dari pemberian nutrisi melalui botol. Hal ini dikarenakan cairan yang tersisa di mulut akan tergenang mengelilingi permukaan gigi, lalu mengendap dan dirubah menjadi asam yang akan merusak gigi.

  6. Faktor perilaku membersihkan gigi
    Plak yang muncul akibat anak yang kurang menjaga kebersihan gigi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya karies. Dengan rajin menyikat gigi, minimal dua kali sehari, pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur, risiko terjadinya karies gigi dapat dihindari. Dianjurkan pula menggunakan pasta gigi berfluoride untuk anak supaya melindungi gigi dari karies, seperti pasta gigi khusus gigi susu.

0 Komentar

Belum ada komentar