Sukses

8 Hal yang Harus Dihindari Ketika Sikat Gigi

8 Hal yang Harus Dihindari Ketika Sikat Gigi. Banyak yang mengeluhkan keadaan gigi yang tetap tidak bersih walaupun telah menyikat gigi, seperti tumpukan karang gigi yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari gigi. Hal ini disebabkan oleh kesalahan da

Pepsodent Sensitive Expert

Klikdokter.com - Banyak yang mengeluhkan keadaan gigi yang tetap tidak bersih walaupun telah menyikat gigi, seperti tumpukan karang gigi yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari gigi. Hal ini disebabkan oleh kesalahan dalam menyikat gigi, dan bukan hanya itu saja yang dapat terjadi apabila Anda salah dalam menyikat gigi dapat terjadi pula kerusakan gigi dan gusi.  Berikut kesalahan yang harus dihindari dalam menyikat gigi:

  1. Menyikat gigi kurang dari 2 kali sehari.

    Guna menjaga kebersihan dan kesehatan gigi disarankan agar menyikat gigi 2 kali sehari pada waktu pagi hari setelah sarapan dan malam tepat sebelum tidur, jangan kurang dan jangan dilewatkan waktu-waktu tersebut.
  2. Menyikat gigi pada waktu yang salah.
    Seperti telah dijelaskan sebelumnya mengenai anjuran dalam menyikat gigi, maka waktu terbaik dalam menyikatnya adalah pada waktu  tersebut. Jika Anda ingin menyikat diluar waktu itu tidak apa-apa asalkan kedua waktu itu tidak dilewatkan dan tidak berlebihan jumlahnya. (Baca: 3 Alasan Tidak Melewatkan Sikat Gigi di Malam Hari)
  3. Menyikat dengan cara yang salah.
    Terdapat beberapa metode dalam menyikat gigi dengan tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kebersihan gigi yang optimal. Kesalahan yang sering dilakukan dalam menyikat gigi adalah menggunakan gerakan horizontal yaitu gerakan ke kiri dan ke kanan , sebaiknya menyikat gigi dengan gerakan vertikal yaitu gerakan dari gusi ke gigi dengan sudut 45 derajat terhadap gusi, sehingga dapat menghindari penurunan gusi dan sekaligus memijat serta memperlancar aliran darah gusi.  Sikatlah juga semua bagian gigi yaitu bagian kunyah, luar dan dalam yang berdekatan dengan lidah serta langit-langit.
  4. Waktu yang terlalu sebentar.
    Pernahkah Anda memperhatikan berapa lama waktu yang dihabiskan dalam menyikat gigi? Kekhawatiran akan lama waktu dalam menyikat gigi yang terlalu singkat adalah kebersihan yang dicapai tidak maksimal. Waktu yang baik dalam menyikat gigi adalah 2-3 menit. (Baca: Sikat Gigi Jangan Kurang dari 1 Menit)
  5. Menggunakan sikat gigi yang sudah lama.
    Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3-4 bulan sekali sesuai dengan rekomendasi dari American Dental Association (ADA), tetapi apabila bulu sikat gigi telah rusak atau megar maka sebaiknya diganti, karena keadaan tersebut tidak akan memberikan hasil yang maksimal dalam pembersihan gigi.
  6. Menggunakan sikat gigi yang tidak nyaman dalam penggunaan.
    Keadaan ini dapat disebabkan oleh penggunaan sikat gigi dengan ukuran kepala yang kebesaran dan pegangan yang tidak nyaman dalam genggaman Anda. Kenyamanan dalam penggunaan ini cukup penting sehingga sikat gigi dapat digunakan secara benar.
  7. Menyikat gigi terlalu keras.
    Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada bagian permukaan gigi yaitu email gigi, dan tidak hanya pada gigi saja tetapi menyikat terlalu keras juga dapat merusak gusi.
  8. Menyikat gigi pada saat mandi
    Menyikat gigi pada saat mandi pagi dan mandi sore adalah suatu hal yang telah menjadi kebiasaan sehari-hari dari sebagian besar masyarakat. Kebiasaan yang salah ini menyebabkan sikat gigi pada waktu yang benar tidak dilakukan.
Selain cara, waktu dan jenis sikat gigi yang tepat dalam melakukan sikat gigi, bagian yang terpenting lainnya adalah menggunakan pasta gigi yang tepat. Gunakanlah pasta gigi dengan kandungan bahan-bahan yang dapat menunjang kebersihan dan kesehatan gigi seperti pasta gigi Pepsodent Expert Protection yang mengandung microranules, dimana butiran-butiran halusnya mampu membersihkan sampai kesela gigi dan zinc citrate dapat memberikan perlindungan terhadap bakteri sampai 24 jam. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AM/ADV)

0 Komentar

Belum ada komentar