Sukses

Pengertian

Pneumonia neonatal merupakan penyakit radang paru yang terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini sangat serius karena menyebabkan bayi mengalami sesak napas hebat yang dapat berujung pada syok dan kematian.

Berdasarkan waktu terjadinya, pneumonia neonatal dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Pneumonia neonatal awitan dini, yaitu radang paru yang gejalanya muncul beberapa jam setelah bayi lahir.

2. Pneumonia neonatal awitan lambat, yaitu radang paru yang mulai timbul pada usia tujuh hari atau lebih. Jenis ini biasanya terjadi pada bayi yang dirawat di ruang rawat intensif (intensive care unit/ ICU) dan dipasangi alat bantu pernapasan berupa ventilator.

Penyebab

Pneumonia neonatal dipicu oleh beberapa kondisi. Kelompok bayi tertentu diketahui lebih rentan mengalami gangguan ini, yaitu kondisi bayi seperti berikut:

  • Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami ketuban pecah dini
  • Bila ibu mengalami infeksi di dalam rahim saat mengandung
  • Bayi yang menjalani perawatan lama di ruang rawat intensif
  • Ibu yang demam saat menjelang persalinan
  • Bila bagian terbawah janin adalah bokong
  • Ibu yang mengalami infeksi saluran kencing berulang
  • Ibu yang mengalami obesitas
  • Ibu yang menggunakan antibiotik saat hamil
  • Ibu yang merokok saat hamil

Kuman penyebab pneumonia adalah bakteri yang berasal dari area organ intim ibu atau bakteri yang terdapat di ruang perawatan bayi di rumah sakit. Bakteri yang paling sering ditemui adalah streptococcus grup A dan grup B, Staphylococcus aureus, dan bakteri batang gram negatif seperti Eschericia coli, Klebsiella sp, dan Proteus sp.

Pada beberapa kasus, pneumonia neonatal juga dapat disebabkan oleh virus –seperti respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, atau virus influenza. Pneumonia yang disebabkan oleh virus umumnya ditularkan oleh anggota keluarga atau orang sakit yang mengunjungi bayi.

Diagnosis

Jika diduga terjadi pneumonia neonatal, bayi harus segera dibawa ke dokter spesialis anak. Pada pemeriksaan awal, dokter akan melakukan wawancara medis kepada orang tua bayi mengenai ada tidaknya kondisi penyulit selama kehamilan, misalnya ketuban pecah dini atau infeksi di dalam rahim. Lalu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bayi, terutama untuk mendengar bunyi napas dari paru.

Selanjutnya untuk memastikan adanya pneumonia, akan dilakukan foto rontgen dada. Jika dahak bayi bisa didapat, akan dilakukan pula pemeriksaan kultur dahak. Dengan demikian dapat diketahui pula jenis bakteri penyebab pneumonia neonatal serta jenis antibiotik yang tepat digunakan untuk mengatasinya.

Gejala

Gejala utama pneumonia neonatal adalah sesak napas. Bayi terlihat kesulitan untuk bernapas, hingga menggunakan otot-otot dinding dada dengan susah payah untuk membantunya tetap bernapas. Bayi juga dapat terdengar seperti merintih dan tidak kuat menangis. Ujung jari dan bibir bayi bisa terlihat kebiruan, atau secara medis disebut sianosis.

Berbeda dengan pneumonia pada orang dewasa yang umumnya disertai demam, pneumonia yang terjadi pada bayi baru lahir tidak selalu disertai demam. Akan tetapi dapat juga disertai dengan suhu tubuh yang dingin (hipotermia).

Pneumonia neonatal tak hanya menyebabkan keluhan pernapasan. Masalah ini bisa ikut mengganggu fungsi organ tubuh lainnya dan menyebabkan gejala seperti kemerahan di kulit, kulit kuning, gula darah turun, perut membuncit, dan buang air kecil semakin sedikit.

Pengobatan

Pneumonia neonatal sebaiknya diobati di rumah sakit dengan fasilitas ruang rawat intensif dan di bawah pengawasan dokter spesialis anak. Tujuan utama pengobatan adalah untuk membunuh kuman penyebab radang dan menyediakan bantuan pernapasan yang baik untuk mempertahankan kehidupan bayi. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyuntikkan antibiotik untuk membunuh bakteri.

Umumnya pengobatan memerlukan lebih dari satu antibiotik untuk dapat mengatasi infeksi dengan cepat dan efektif. Bila pernapasan sangat terganggu, dokter juga akan memasang ventilator mekanik untuk membantu bayi agar tetap bisa bernapas dengan optimal.

Untuk membantu pengeluaran dahak, petugas medis akan melakukan pula tindakan rehabilitasi dengan cara menepuk-nepuk punggung bayi, menggetarkan punggung bayi, atau memberikan pengencer dahak. Penyedotan dahak dengan suction tidak selalu dianjurkan dilakukan secara rutin karena dapat mencederai saluran pernapasan.

Pencegahan

Untuk mencegah pneumonia neonatal, ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan kontrol rutin ke dokter selama kehamilan. Jika terjadi demam selama hamil, jangan anggap sepele. Segera periksakan ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 24 jam.

Jaga dan perhatikan pula kondisi kesehatan secara umum. Konsumsi makanan segar, higienis, dan bernutrisi tinggi. Usahakan pula menjaga higienitas diri dan lingkungan sekitar dengan baik. Kebersihan yang terjaga dan kondisi tubuh yang bugar akan membantu mencegah hinggapnya berbagai kuman penyakit.