Sukses

Pengertian

Penis patah atau fraktur penis adalah sobeknya tunika albuginea pada penis. Tunika albuginea merupakan selubung karet jaringan di bawah kulit yang memungkinkan penis meningkatkan lebar dan panjang untuk menghasilkan ereksi yang kuat. Terkadang pada penis patah juga terjadi sobekan jaringan untuk ereksi di bawah tunika albuginea, yaitu korpus kavernosum.

Penis patah merupakan kondisi emergensi atau gawat darurat. Penderita harus segera ke rumah sakit sesegera mungkin untuk prosedur pembedahan. Pengobatan segera dapat mencegah kerusakan permanen pada fungsi berkemih dan seksual.

Penyebab

Penis patah terjadi karena adanya trauma langsung pada penis sehingga merobek tunika albuginea penis. Jaringan untuk ereksi di bawah tunika aluginea juga dapat mengalami robekan. Jaringan kembar mirip spons ini disebut korpus kavernosum. Biasanya dialiri darah ketika seseorang terangsang secara seksual, lalu menghasilkan ereksi. Penis patah juga bisa melukai uretra. Uretra adalah saluran di penis tempat urine mengalir.

Penyebab umum penis patah meliputi:

  • penis yang membengkok terlalu kuat dan terlalu memaksa selama hubungan seksual
  • pukulan atau benturan tajam ke penis yang ereksi saat jatuh, kecelakaan mobil, atau kecelakaan lainnya
  • masturbasi traumatis

Penis patah paling sering terjadi akibat hubungan seksual, terutama pada posisi woman on top. Pada posisi ini wanita dapat terlalu keras bergerak dan membebani penis dengan berat badannya sehingga dapat menyebabkan penis patah.

Diagnosis

Dokter dapat menduga adanya penis patah dari hasil wawancara pasien dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan sinar X khusus, yaitu cavernosography, membutuhkan suntikan pewarna khusus ke dalam pembuluh darah penis juga dapat dilakukan.

Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan USG dan MRI. Pemeriksaan urine juga perlu dilakukan untuk melihat adanya kemungkinan kerusakan pada saluran kencing pasien.

Gejala

Penis patah dapat terjadi ketika terjadi benturan tajam ke penis. Penis dapat terasa nyeri dan menjadi lebam kebiruan. Gejala penis patah dapat berupa:

  • terdengar suara gemeretak atau popping

  • kehilangan ereksi secara mendadak

  • sakit parah setelah cedera

  • memar gelap di atas area yang terluka

  • penis bengkok

  • darah keluar dari penis

  • sulit buang air kecil

Pengobatan

Pengobatan penis patah dilakukan dengan pembedahan. Dokter bedah akan menggunakan benang jahit untuk menutup robekan yang terjadi baik pada tunika albuhinea dan korpus kavernosum. Tujuan utama pengobatan adalah untuk memulihkan dan mempertahankan kemampuan berkemih dan ereksi. Pasien biasanya akan menjalani rawat inap dan akan terus dimonitor selama satu sampai tiga hari.

Penis patah akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sembuh. Oleh karena itu pasien tidak disarankan melakukan aktivitas seksual minimal dalam sebulan. Pasien juga harus melakukan kontrol rutin untuk memeriksa aliran darah arteri dan vena penis serta progres penyembuhan. Beberapa pasien dapat mengalami efek samping termasuk disfungsi ereksi, penis bengkok, dan nyeri saat ereksi.

Hasil pembedahan akan lebih baik jika dilakukan dalam 24 jam setelah penis patah. Oleh karena itu, sebelum terlambat, sebaiknya penderita segera ke rumah sakit untuk bantuan medis dan tindakan pembedahan.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya penis patah selalu pastikan terdapat lubrikasi yang cukup ketika berhubungan seksual. Hindari hubungan seksual yang sangat keras. Hindari juga masturbasi yang terlalu keras dan traumatis.