Sukses

Pengertian

Parainfluenza adalah penyakit yang disebabkan oleh kelompok virus human parainfluenza viruses (HPIVs). Terdapat empat golongan virus yang masuk dalam kelompok ini. Masing-masing virus akan memberikan gejala dan penyakit yang berbeda. Akan tetapi, semua jenis virus ini dapat menyebabkan infeksi baik di saluran napas bagian atas maupun bawah.

Gejala parainfluenza mirip dengan gejala flu biasa. Jika kasusnya ringan, virus sering salah terdiagnosis. Pada umumnya parainfluenza tidak membutuhkan pengobatan khusus dan dapat berangsur sembuh dengan sendirinya pada mereka yang memiliki daya tahan tubuh cukup baik. Namun, jika penderita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka serangan parainfluenza dapat berisiko menjadi infeksi yang mematikan.

Penyebab

Terdapat empat golongan virus yang dapat menyebabkan parainfluenza, yaitu:

  • HPIV 1

HPIV 1 adalah penyebab utama batuk rejan atau croup pada anak-anak. Croup merupakan penyakit saluran napas yang menyebabkan adanya pembengkakan pada pita suara dan bagian saluran napas atas lainnya. 

  • HPIV 2

HPIV 2 juga kerap menjadi penyebab dari croup pada anak-anak. Meski demikian jenis yang satu ini tidak sesering HPV 1.

  • HPIV 3

HPIV 3 sering berhubungan dengan penyebab pneumonia dan bronkiolitis. Pneumonia adalah infeksi pada salah satu paru-paru atau keduanya. Sedangkan bronkiolitis merupakan peradangan saluran napas yang paling kecil atau bronkiolus di paru-paru.

Waktu pasti  terinfeksi virus ini tidak diketahui. Kemungkinan besar risiko penularan terjadi pada hari ketiga hingga kesepuluh dari saat gejala muncul. Bahkan pada kasus yang jarang terjadi, gejala virus dapat terlihat pada minggu ketiga hingga keempat.

  • HPIV 4

HPIV 4 adalah tipe yang paling jarang ditemui.

Ada beberapa cara HPIV menginfeksi seseorang. Virus dapat hidup di permukaan yang keras hingga sepuluh jam. Sehingga, jika Anda memegang suatu permukaan benda keras yang terkontaminasi –seperti gagang pintu, pegangan tangga, tombol-tombol elevator– lalu menyentuh hidung atau mulut, maka Anda dapat terinfeksi. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita.

Diagnosis

Dokter dapat menentukan diagnosis parainfluenza dari gejala dan pemeriksaan fisik. Biasanya jika penderita bukan termasuk mereka yang berisiko tinggi atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup baik, tipe HPIV tidak terlalu penting.

Akan tetapi pada penderita yang berisiko tinggi, dokter perlu mencari tahu tipe virus baik lewat pemeriksaan fisik atau pemeriksaan penunjang. Dokter dapat mengambil sampel tenggorokan atau hidung untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan sinar X dada atau CT-scan juga dapat dilakukan untuk memeriksa lebih jauh kondisi sistem saluran napas.

Gejala

Gejala parainfluenza biasanya muncul pada hari kedua hingga tujuh setelah terinfeksi. Keempat virus akan memberikan gejala yang mirip dengan flu biasa, seperti:

  • demam
  • batuk
  • pilek
  • hidung tersumbat
  • nyeri dada
  • nyeri tenggorokan
  • sesak napas
  • mengi
  • susah bernapas

Pada umumnya gejala parainfluenza tidak parah, sehingga tidak menyebabkan kekhawatiran pada orang dewasa yang sehat. Namun, gejala dapat menjadi mematikan jika parainfluenza menginfeksi bayi, orang lanjut usia, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Bila ditemui gejala yang semakin berat pada ketiga kelompok tersebut, segera cari bantuan medis atau ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengobatan

Tidak ada obat yang dapat menghilangkan virus parainfluenza dari tubuh. Obat hanya akan membantu meringankan gejala. Obat yang dapat digunakan adalah golongan analgesik seperti aspirin atau asetaminofen.

Perlu diingat untuk menghindarkan pemberian aspirin terhadap anak-anak dan remaja. Dikhawatirkan, kombinasi virus dan pemberian obat ini dapat menyebabkan sindrom Reye yang mematikan.

Pencegahan

Parainfluenza dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Penting juga untuk memerhatikan kebersihan anak-anak atau orang lanjut usia yang berada di bawah pengawasan atau tanggungjawab Anda sebagai orang dewasa yang sehat.

Biasakan untuk rajin cuci tangan secara teratur dan bersihkan permukaan yang dapat menjadi tempat tinggal virus. Hindari juga penderita parainfluenza agar tidak tertular. Hingga kini belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HPIV.