HomeIbu Dan anakKesehatan AnakYuk, Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak
Kesehatan Anak

Yuk, Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak

dr. Dyah Novita Anggraini, 11 Mar 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Pandemi corona berimbas pada banyak hal, termasuk jadwal imunisasi anak. Ada banyak orang tua yang akhirnya ragu untuk melengkapi vaksinasi anaknya. Lalu, apa yang harus dilakukan?

Yuk, Ketahui Jarak dan Jadwal Imunisasi Anak

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir, tidak sedikit orang tua yang ragu untuk membawa anaknya ke rumah sakit atau puskesmas untuk melanjutkan jadwal imunisasi. 

Padahal, ada berbagai penyakit infeksi yang mengancam kesehatan anak, khususnya saat masa pandemi ini. Salah satu cara untuk melindungi anak dari infeksi adalah melalui imunisasi. 

Agar tepat guna, jarak dan jadwal imunisasi anak perlu diperhatikan dengan baik. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menginstruksikan agar jadwal imunisasi tetap berjalan semestinya. 

Imunisasi berkontribusi mengurangi angka kejadian berbagai penyakit di dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan, Indonesia telah dinyatakan bebas cacar dan polio berkat program imunisasi nasional. 

Karena itu, tak heran bila pemerintah sangat mendorong orang tua untuk membawa bayi dan anak mereka melakukan imunisasi sesuai jadwal.

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Ini Efek Samping Imunisasi pada Anak

Jenis-Jenis Imunisasi

Imunisasi adalah usaha meningkatkan kekebalan tubuh terhadap sebuah penyakit. Terdapat dua jenis imunisasi, yaitu aktif dan pasif. 

Imunisasi aktif diperoleh setelah seseorang pulih dari penyakit atau melalui vaksinasi. Sedangkan imunisasi pasif diperoleh dari ibu selama dalam kandungan.

Di Indonesia, ada lima jenis imunisasi anak yang diwajibkan, yaitu hepatitis B, BCG, polio, DTP-HB, dan campak. 

Di samping itu, ada pula imunisasi tambahan yang dianjurkan, seperti influenza, PCV, rotavirus, MMR, dan varisela.

Imunisasi diperlukan oleh anak mulai dari usia 0–18 tahun, dengan memperhatikan waktu pemberiannya. Umumnya, jarak pemberian antara imunisasi yang satu dengan imunisasi yang lainnya berkisar antara 4–8 minggu.

Artikel lainnya: Imunisasi dan Vaksinasi, Sama atau Beda? 

Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi yang direkomendasikan oleh IDAI

  • Bayi baru lahir (kurang dari 24 jam): Hepatitis B (HB-1) 
  • Usia 0–1 bulan: vaksin BCG + OPV 0 
  • Usia 2 bulan: DPT-HiB 1 + Polio 1 (OPV) + HB-2 + Rotavirus + PCV 1
  • Usia 3 bulan: DPT-HiB 2 + Polio 2 (OPV)  + HB-3  
  • Usia 4 bulan: DPT-HiB 3 + Polio 3 (IPV) + HB-4 + Rotavirus 2 + PCV 2
  • Usia 6 bulan: Rotavirus 3 + PCV 3 + Influenza 1
  • Usia 9 bulan: vaksin MR 1 (vaksin campak)
  • Usia 18 bulan: DTP-Hib Booster + HB Booster + Polio Booster 

Keterangan: 

HB: Hepatitis B 

OPV: Oral poliovirus vaccine 

IPV: Inactivated poliovirus vaccine

Jadwal Imunisasi Bayi 0-6 Bulan 

Imunisasi untuk bayi baru lahir sampai 6 bulan termasuk ke dalam imunisasi wajib. Berikut adalah daftar imunisasi wajib untuk anak serta jadwal imunisasi bayi yang bisa dilakukan di Puskesmas:

  • Hepatitis B 

Imunisasi hepatitis B pertama kali diberikan saat bayi baru lahir kurang dari 24 jam dengan jenis monovalent. 

Selanjutnya bayi menerima imunisasi hepatitis B sebanyak 4 kali ketika bayi baru lahir, berusia 2, 3, dan 4 bulan. 

Imunisasi hepatitis B bisa diberikan bersamaan dengan DPT. 

  • Polio 

Polio merupakan penyakit menular yang dapat menyerang sistem saraf pusat pada otak dan menyebabkan gejala lumpuh.

Pemberian vaksin dapat secara Oral Poliovirus Vaccine (OPV). Sesuai namanya, vaksin ini diteteskan melalui mulut dan melalui suntikan Inactive Poliovirus Vaccine (IPV).  

Imunisasi polio diberikan mulai bayi baru lahir sampai berusia 1 bulan, dan diulangi kembali setiap bulan yaitu usia 2, 3, dan 4 bulan. 

  • BCG 

Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis atau TBC yang dapat menyerang paru-paru dan organ lainnya di dalam tubuh. 

Jadwal imunisasi BCG hanya dilakukan satu kali di usia 1 bulan. 

Artikel lainnya: Pentingnya Vaksin Rotavirus Bayi untuk Mencegah Risiko Kematian 

  • Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT) 

Vaksin DPT diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini dapat menyebabkan munculnya gejala yang parah, bahkan kematian. 

Jadwal imunisasi pertama kali pada usia 2 bulan. Jadwal selanjutnya berjarak satu bulan, sehingga pemberiannya dilakukan pada usia 2, 3, dan 4 bulan. 

Imunisasi Tambahan

Selain imunisasi wajib, IDAI juga menyarankan pemberian imunisasi tambahan guna mencegah berbagai penyakit, yaitu: 

  • Imunisasi Rotavirus

Vaksin rotavirus terdapat dua jenis, yaitu vaksin rotavirus monovalent dan pentavalent. 

Vaksin rotavirus monovalent diberikan sebanyak dua kali. Usia pertama kali diberikan, yakni pada 6 minggu. Sedangkan vaksin kedua diberikan dengan jarak 4 minggu dari vaksin pertama dan batas usia pemberian 24 minggu.

Vaksin rotavirus pentavalent diberikan sebanyak tiga kali, yaitu di usia 6–12 minggu. Dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 4–10 minggu dari jarak sebelumnya dengan batas usia pemberian 32 minggu.

  • Imunisasi Campak/MR

Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan vaksin MR, maka dapat diberikan MMR. 

Vaksin lanjutan di usia 18 bulan dan 6 tahun. Namun, vaksin kedua tidak perlu diberikan bila sudah mendapatkan vaksin MMR.

  • Imunisasi MMR

Vaksin MMR terdiri dari tiga jenis virus yang dilemahkan, untuk melawan penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman/rubella (German measles).

Jika sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR/MR diberikan pada usia 15 bulan (minimal interval 6 bulan). 

Bila pada usia 12 bulan belum mendapatkan vaksin campak, dapat diberikan vaksin MMR/MR. 

Artikel lainnya: Selain Imunisasi Wajib, Perlukah Imunisasi Tambahan untuk Anak Anda?

  • Imunisasi PCV (Pneumokokus)

Vaksin PCV diberikan pada usia 2, 4 dan 6 bulan, dengan booster pada usia 12–15 bulan. 

Jika belum vaksin pada usia 7–12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah umur 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. 

Jika belum diberikan pada usia 1–2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. 

Jika belum diberikan pada usia 2–5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 diberikan 1 kali. 

  • Imunisasi Varisela

Vaksin varisela diberikan setelah anak berusia 12 bulan. 

Bila diberikan lebih dari usia 13 tahun, vaksin varisela dilakukan sebanyak dua kali dengan interval minimal 4–6 minggu.

  • Imunisasi HPV (Human Papillomavirus)

Vaksin HPV mulai diberikan saat anak berusia 9-14 tahun. 

Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalent yang diberikan dengan jadwal 0, 1, dan 6 bulan. Lalu vaksin HPV quadrivalent dengan jadwal 0, 2, dan 6 bulan.

  • Imunisasi JE (Japanese Encephalitis) 

Vaksin JE diberikan pada usia 9 bulan pada orang yang akan memasuki wilayah endemis.

Untuk perlindungan jangka panjang diberikan booster 1–2 tahun kemudian. 

  • Imunisasi Dengue 

Vaksin dengue diberikan pada usia 9–16 tahun sebanyak tiga kali dengan jadwal 0, 6, dan 12 bulan.

Bila terlambat memberikan imunisasi, orang tua tetap harus membawa anak ke fasilitas kesehatan. Sebagian besar imunisasi tetap dapat diberikan sesuai jadwal, meskipun terlambat. 

Pemberian imunisasi yang terlambat atau tidak sesuai jadwal bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Mengingat besarnya manfaat imunisasi, Anda sebagai orang tua harus selalu ingat jadwal imunisasi anak. 

Jika masih ada pertanyaan terkait jadwal imunisasi bayi dan anak, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter kami melalui layanan Live Chat 24 jam

Apabila tidak ingin ketinggalan jadwal imunisasi buah hati, Anda bisa gunakan Kalender Imunisasi. Semoga membantu!

[RS]

VaksinasiAnakImunisasi

Konsultasi Dokter Terkait