Sukses

Pengertian

Nefrikalsinosis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan deposit kalsium atau level kalsium yang meningkat pada ginjal. Istilah ini biasanya digunakan untuk menjelaskan peningkatan jumlah kalsium ginjal secara umum. Namun, istilah ini tidak digunakan untuk peningkatan kalsium secara lokal, misalnya yang dilihat pada calcified renal infarction dan tuberkulosis ginjal.

Terdapat tiga kategori dari nefrikalsinosis, yaitu:

  • Nefrikalsinosis kimiawi. Adanya peningkatan konsentrasi kalsium pada sel renal (ginjal), yang menyebabkan efek samping pada struktur dan fungsi ginjal. Misalnya meningkatnya ekskresi air, natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.
  • Nefrikalsinosis mikroskopik. Pada kategori ini terdapat endapan kalsium dalam bentuk kristal (dalam bentuk oksalat atau fosfat), yang hanya terlihat dengan bantuan mikroskop.
  • Nefrikalsinosis makroskopik. Merupakan kategori di mana terdapat area kalsifikasi luas yang dapat terlihat.

Penyebab

Nefrikalsinosis dapat disebabkan berbagai macam hal, seperti adanya penyakit mendasar, obat-obatan atau suplemen, dan infeksi. Penyebab nefrikalsinosis antara lain adalah:

  • Primary hyperparathyroidism
  • Distal renal tubular asidosis
  • Hipervitaminosis D
  • Berbagai penyebab peningkatan kalsium dalam darah (hiperkalsemia)
  • Sarcoidosis
  • Suplementasi fosfat
  • Osteoporosis, akibat imobilisasi, menopause, penuaan, atau steroid
  • Hiperoksaluria, baik primer (familial) maupun sekunder
  • Penyakit kronis, seperti Barrter syndrome, primary hyperaldosteronism, Liddle syndrome, dan sebagainya
  • Kelahiran prematur
  • Penggunaan obat-obatan, misalnya acetazolamide
  • Infeksi yang berhubungan dengan AIDS

Diagnosis

Pada keadaan nefrikalsinosis, peran pemeriksaan penunjang cukup penting untuk menentukan peningkatan kalsium dalam ginjal. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan darah:
  • Pemeriksaan serum kalsium, fosfat, albumin untuk menentukan keadaan hiperkalsemia
  • Pemeriksaan elektrolit dan pemeriksaan fungsi ginjal
  • Pemeriksaan hormon paratiroid
  • Pemeriksaan TSH (Thyroid Stimulating Hormone)
  • Pemeriksaan urine:
  • Analisa urine dengan mikroskop dan kultur urine
  • Pemeriksaan urine 24 jam terhadap kalsium, oksalat, citrate, dan protein
  • Magnesium dalam urine
  • Pencitraan:
  • Sinar X abdomen atau KUB (kidney ureter bladder)
  • USG
  • CT-scan
  • Endoskopi
  • Biopsi ginjal

Gejala

Kategori dari nefrikalsinosis menentukan gejala yang dirasakan. Sering kali, keadaan ini tidak memiliki gejala atau asimtomatik dan baru disadari saat dilakukan pemeriksaan penunjang.

Pada nefrikalsinosis kimiawi sering kali muncul gejala polyuria dan polydipsia akibat resistansi relatif terhadap vasopressin. Selain itu, peningkatan vasokonstriksi pada area perifer dapat menimbulkan hipertensi yang reversibel. Keluhan ini diamati terjadi pada kurang lebih 50 persen kasus. Dapat timbul gagal ginjal akibat keadaan hiperkalsemia, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang dapat menjadi keadaan ireversibel.

Pada nefrokalsinosis mikroskopik dapat timbul peningkatan BUN (blood urea nitrogen), berdasarkan studi terhadap tikus. Selain itu, dapat timbul pielonefritis akut dan obstruksi akibat batu dengan gagal ginjal.

Pada nefrikalsinosis makroskopik dapat timbul berbagai macam gejala. Dapat muncul batu saluran kemih dengan gejala kolik renal yang ditandai nyeri, hematuria (BAK berdarah), keluarnya batu saat berkemih, atau infeksi saluran kemih (ISK). Namun, keadaan ini tidak selalu ditandai dengan adanya batu pada saluran kemih. Dapat juga muncul gejala polyuria, polydipsia, proteinuria, mikroskopik pyuria, dan gagal ginjal.

Pengobatan

Tujuan pengobatan adalah mengurangi gejala dan mencegah lebih banyak kalsium terdeposit dalam ginjal. Apabila penyebab dari nefrikalsinosis diketahui, maka sebaiknya diberikan pengobatan sesuai dengan penyebab utama.

Pada keadaan hiperkalsemia, penting untuk memastikan hidrasi yang cukup maka umumnya akan diberikan normal salin. Pada nefrikalsinosis makroskopik dapat dipertimbangkan pemberian diuretik thiazide, pengurangan konsumsi garam dalam diet, dan suplementasi kalium, magnesium, atau citrate.

Adanya batu saluran kemih, terutama yang menyebabkan sumbatan, mungkin memerlukan tindakan pembedahan. Contohnya adalah percutaneous nephrolitothomy, laser dan shock wave lithotripsy, dan sebagainya.