Masalah Otot dan Sendi

Kontraktur

dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, 23 Oktober 2022

Icon ShareBagikan
Icon Like

Kontraktur adalah kekakuan jaringan tubuh yang seharusnya bersifat fleksibel. Kontraktur bisa terjadi di otot, tendon, ligamen, dan kulit.

Kontraktur

Dokter spesialis 

Spesialis bedah (ortopedi atau bedah plastik), Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik

Gejala

Kurang bisa menggerakkan suatu area tubuh, membatasi gerakan normal, sulit menggerakkan tangan seperti biasa, meregangkan kaki, dan meluruskan jari-jari

Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik menyeluruh, pemeriksaan rontgen, MRI, CT-scan otak atau pemeriksaan elektromiografi.

Pengobatan 

Fisioterapi, terapi okupasi, penggunaan splint dan cast, obat-obatan, operasi

Obat

Obat-obatan antinyeri, suntikan botulinum

Komplikasi 

Terbatasnya rentang gerak yang menetap ; Otot, persendian, dan kulit yang kaku dalam jangka waktu yang lama

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kemampuan untuk menggerakkan bagian tubuh pada suatu area tubuh, tiba-tiba terbatas

Pengertian

Kontraktur adalah kondisi kekakuan jaringan di dalam tubuh yang seharusnya bersifat fleksibel dan mudah digerakkan.

Kondisi ini bisa terjadi di otot, tendon (urat yang menghubungkan antara otot dan tulang), ligamen (jaringan yang mengikat tulang-tulang pada persendian), dan kulit. Lokasi kontraktur biasanya terjadi di persendian, seperti sendi lutut atau sendi siku.

Kontraktur pada otot menyebabkan otot menjadi mengecil dan memendek. Kontraktur pada ligamen atau tendon di daerah persendian menyebabkan sendi membeku dan tak bisa digerakkan.

Sementara, kontraktur di kulit umumnya berupa jaringan parut yang menyebabkan kulit memendek dan kaku.

Artikel lainnya: Otot Kaku Saat Bangun Tidur? Ini Solusinya

Penyebab

Terdapat beberapa penyebab terjadinya kontraktur. Namun, yang paling sering adalah karena kurangnya gerakan pada daerah tersebut. Misalnya, pada pasien gangguan sendi, seperti rematik atau osteoarthritis yang berat.

Umumnya, penderita penyakit tersebut meminimalkan pergerakan sendi yang tengah bermasalah untuk mencegah semakin beratnya rasa nyeri.

Tindakan ini akan menyebabkan jaringan di sekitar sendi menjadi kaku dan memendek. Sendi pun menjadi sulit digerakkan.

Hal serupa juga bisa terjadi pada pasien yang menjalani perawatan yang lama di rumah sakit. Kondisi yang terus-menerus menuntut dalam posisi berbaring sehingga ligamen, tendon, dan/atau sendi dapat mengalami kontraktur.

Selain itu, penyebab kontraktur lainnya adalah:

  • Distrofi otot

Salah satu jenis distrofi otot yang paling sering ditemui adalah penyakit distrofi otot Duchenne. Ini adalah kondisi kelainan genetik yang menyebabkan otot mengecil dan sulit berkontraksi.

  • Cerebral palsy

Penyakit ini merupakan kelainan saraf yang terjadi pada bayi dan anak, yang ditandai dengan kaki yang berbentuk seperti gunting dan otot di hampir seluruh bagian tubuh mengalami kekakuan.

  • Parkinson

Penyakit parkinson merupakan kelainan saraf akibat gangguan zat dopamin di otak yang menyebabkan gejala tremor, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan.

Gejala

Gejala utama dari deformitas kontraktur adalah berkurangnya kemampuan untuk menggerakkan area tertentu di tubuh.

Kamu mungkin juga mengalami rasa sakit, tergantung pada lokasi dan penyebab masalahnya.

Kontraktur akan membatasi gerakan normal jika gejala terus berkembang dan jaringan ikat pada otot yang biasanya lentur jadi kurang fleksibel.

Kemudian, kontraktur juga akan membuat rentang gerak penderita menjadi terbatas.

Kamu mungkin juga akan sulit untuk:

  • Menggerakkan tangan seperti biasa
  • meregangkan kaki
  • meluruskan jari-jari

Kontraktur juga bisa terjadi di berbagai area tubuh, termasuk:

  • Kontraktur otot melibatkan pemendekan serta pengencangan otot.
  • Apabila terdapat kontraktur sendi, kamu akan mengalami rentang gerak yang terbatas di area tubuh tersebut
  • Organ kulit dapat berkontraksi di tempat bekas luka, misalnya akibat luka bakar, cedera, luka operasi. Hal ini akan membatasi kemampuan kamu untuk menggerakkan area kulit tersebut.

Artikel lainnya: Badan Sering Pegal, Apa Penyebabnya?

Diagnosis

Untuk memastikan adanya kontraktur, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara lengkap untuk mengetahui rentang waktu terjadinya kekakuan, riwayat penyakit, dan sebagainya.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Dokter akan mencoba menggerakkan bagian tubuh yang mengalami kontraktur dan menilai derajat gerakan yang bisa dilakukan.

Selanjutnya, pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk menilai penyebab kontraktur. Bila diduga penyebab kontraktur adalah masalah pada otot, tendon, atau ligamen, rontgen atau magnetic resonance imaging (MRI) terkadang perlu dilakukan.

Jika kontraktur diduga disebabkan oleh gangguan saraf, pemeriksaan CT-scan otak atau elektromiografi mungkin perlu dilakukan, tergantung pada tipe kelainan saraf yang terjadi.

Pengobatan

Pengobatan untuk mengatasi kontraktur sangat bervariasi. Dokter akan mempertimbangkan berat-ringannya kontraktur, lokasi, penyakit yang menyebabkan kontraktur, rentang waktu kontraktur yang telah dialami, dan batasan jangkauan gerakan yang bisa dilakukan.

Umumnya, beberapa pengobatan dilakukan bersamaan untuk mempercepat pemulihan. Pengobatan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Fisioterapi

Jenis tindakan yang dilakukan akan ditentukan oleh dokter spesialis rehabilitasi medik dan akan dilakukan oleh fisioterapis.

Jenis tindakan tersebut bisa berupa peregangan otot, menghangatkan otot, tendon, atau ligamen yang mengalami kontraktur, serta memberikan gelombang sonografi atau stimulasi menggunakan listrik.

  • Terapi Okupasi

Terapi ini umumnya dilakukan bersama dengan fisioterapi. Terapi okupasi merupakan tindakan untuk melatih pasien agar mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Misalnya, pasien dilatih untuk bisa berdiri atau berjalan.

  • Penggunaan Splint dan Cast

Splint atau cast merupakan pengobatan yang umum digunakan untuk kasus patah tulang.

Pada kondisi kontraktur, splint atau cast juga dapat digunakan untuk mengatur ulang posisi tulang, otot, dan tendon ke jangkauan area gerak yang seharusnya.

  • Obat-obatan

Saat menjalani latihan untuk mengatasi kontraktur, umumnya akan timbul rasa nyeri. Untuk mengatasi hal tersebut, obat antinyeri dapat diberikan.

Jika terjadi kekakuan otot yang berat, suntikan botulinum dapat diberikan dokter.

  • Operasi

Jika kontraktur sudah terjadi dalam jangka panjang, umumnya pengobatan harus melibatkan tindakan operasi. Operasi tersebut dilakukan untuk memperbaiki anatomi otot dan tulang yang mengalami kontraktur.

Artikel lainnya: Mitos Penyakit Rematik yang Harus Anda Tahu

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya kontraktur, seseorang harus selalu aktif menggerakkan sendinya secara teratur, baik, dan tepat.

Pasien yang harus menjalani perawatan cukup lama di rumah sakit, disarankan untuk tetap menggerakkan sendi-sendinya secara rutin, baik digerakkan secara aktif maupun pasif.

Terapi fisik, terapi okupasi, dan perangkat yang secara pasif menggerakkan persendian Anda juga dapat membantu mencegah area yang bermasalah menjadi kaku.

Olahraga teratur dan menerapkan gaya hidup aktif dapat membantu mencegah kekakuan otot dan sendi. Jika Anda terluka, segera temui dokter dan ikuti rekomendasi perawatannya untuk membantu mencegah kontraktur.

Komplikasi

Menunda atau mengabaikan perawatan dapat mempersulit atau tidak mungkin bagi Anda untuk mendapatkan kembali rentang gerak Anda layaknya normal sediakala.

Otot, persendian, dan kulit yang kaku dapat mengganggu aktivitas sehari-hari di rumah dan di tempat kerja.

Untuk orang dengan penyakit seperti serebral palsi, distrofi otot, dan sklerosis ganda, perawatan medis berkelanjutan dianjurkan untuk memaksimalkan pilihan pengobatan yang tersedia dan manfaatnya.

Jika Anda sudah berada di rumah sakit untuk waktu yang lama atau telah terluka, sangat penting untuk memberi tahu penyedia layanan kesehatan Anda tentang kekakuan atau kehilangan gerakan yang Anda miliki.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami luka bakar atau cedera, segera cari bantuan medis. Hubungi penyedia layanan kesehatan jika kemampuan kamu untuk menggerakkan bagian tubuh yang terluka, tiba-tiba terbatas.

Apabila kamu memiliki kondisi lain kondisi yang bisa memicu kontraktur, misalnya rheumatoid arthritis, segera cari bantuan dokter. Penanganan yang segera bisa membantu mengurangi serta mencegah kondisi kontraktur.

Konsultasikan masalah kesehatan tulangmu langsung kepada dokter spesialis ortopedi. Jangan tunggu sakit, ya. #JagaSehatmu setiap hari.

[HNS/NM]

Tanya Dokter