Sukses

Pengertian Lemah Jantung

Lemah jantung, atau dalam bahasa medis disebut kardiomiopati, merupakan penyakit yang menyerang otot jantung. Akibatnya jantung dapat menjadi lebih besar (dilated cardiomyopathy), lebih tebal (hypertrophic cardiomyopathy), ataupun lebih kaku (restrictive cardiomyopathy). Bahkan, otot jantung pun bisa berubah menjadi jaringan parut, walaupun kasus macam ini sangat jarang terjadi.

Seiring perjalanan penyakit, kondisi ini dapat membuat jantung semakin lemah sehingga memengaruhi fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat memicu berbagai macam komplikasi –seperti gagal jantung, gangguan irama jantung, ataupun gangguan pada katup jantung.

Penyebab Lemah Jantung

Lemah jantung bisa terjadi karena dibawa sejak lahir (acquired), misalnya sebagai akibat dari penyakit atau kondisi tertentu. Selain itu juga dapat terjadi karena diturunkan melalui gen tertentu dari orang tua (inherited). Sering kali penyebab pasti dari lemah jantung tidak diketahui.

Diagnosis Lemah Jantung

Dokter akan menetapkan diagnosis lemah jantung melalui beberapa langkah. Mulai dari pengumpulan informasi pasien (anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui gejala dan riwayat dalam keluarga) sampai pemeriksaan fisik, terutama pemeriksaan jantung.

Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan adalah ekokardiogram. Ini adalah pemeriksaan ultrasound yang bertujuan untuk menilai struktur dan fungsi jantung.

Lemah Jantung

Gejala Lemah Jantung

Gangguan lemah jantung bisa menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • kesulitan bernapas, terutama setelah beraktivitas
  • mudah lelah
  • pembengkakan pada kaki, perut, dan pembuluh vena di leher

Pengobatan Lemah Jantung

Pengobatan bergantung pada jenis lemah jantung yang terjadi. Oleh karena itu, tujuan pengobatan adalah:

  • mengatasi kondisi yang menyebabkan lemah jantung
  • mengontrol gejala
  • mencegah kondisi memburuk
  • mengurangi komplikasi dari lemah jantung dan risiko henti jantung

Beberapa jenis obat yang mungkin diresepkan adalah:

  • antihipertensi
  • obat untuk mengurangi laju jantung
  • antiaritmia  untuk mengatasi kelainan irama jantung
  • obat untuk menjaga keseimbangan elektrolit
  • diuretik, untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan dalam tubuh
  • antikoagulan untuk mencegah pembentukan bekuan darah, dikenal juga dengan pengencer darah
  • antiinflamasi

Beberapa tindakan pembedahan dapat dilakukan, seperti:

  • septal myectomy: pembuangan septum jantung yang membesar sehingga akan membantu melancarkan aliran darah.
  • surgically implanted device: menanam alat untuk membantu kerja jantung, misalnya pacemaker.
  • transplantasi jantung

Efek lemah jantung juga dapat dikurangi dengan melakukan perubahan pola hidup, seperti:

  • menghindari rokok.
  • mengurangi konsumsi garam (garam bersifat menarik cairan sehingga dapat terkumpul dalam tubuh dan memperberat kerja jantung).
  • menghindari makanan tinggi kolesterol.
  • mengurangi alcohol.
  • melakukan aktivitas ringan hingga sedang –seperti latihan jalan kaki, bersepeda, latihan peregangan, dan bentuk-bentuk aktivitas sejenis.
  • Aktivitas pilihan juga dapat disesuaikan dengan kegemaran masing-masing individu. Namun perhatikan agar segala bentuk aktivitas dijaga supaya tidak menimbulkan kesulitan bernapas atau kelelahan berlebihan setelah aktivitas tersebut.

Pencegahan Lemah Jantung

Upaya untuk mencegah lemah jantung bergantung pada faktor penyebab. Lemah jantung yang disebabkan faktor keturunan, tidak dapat dicegah. Namun, lemah jantung yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk mencegah lemah jantung adalah:

  • Jika lemah jantung disebabkan karena obesitas, maka penderita perlu menurunkan berat badan
  • Berolahraga secara teratur
  • Menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkhohol
  • Beristirahat dengan cukup
  • Menghindari stres