Sukses

Pengertian

Ketoasidosis diabetik merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes yang cukup serius. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan dekompensasi metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia, asidosis, dan ketosis.

Ketoasidosis diabetik disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. Jadi, kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk menyerap glukosa ke dalam sel-sel tubuh dan mengubahnya menjadi tenaga.

Gangguan ini umumnya menyerang pasien Diabetes Mellitus tipe 1, meski juga dapat menyerang pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2. Selain itu, kondisi ini juga bisa dialami oleh orang-orang yang tidak menyadari jika mereka memiliki diabetes.

Penyebab

Ketoasidosis diabetik dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

  • Insulin tidak diberikan atau diberikan dengan dosis yang tidak cukup.
  • Infeksi dapat memperberat terjadinya ketoasidosis diabetik. Beberapa jenis infeksi yang biasanya memperburuk kondisi ini antara lain pneumonia, infeksi saluran kencing, atau fokus infeksi di tempat lain.
  • Pengobatan yang tidak teratur.
  • Penyebab lain –seperti hipertiroidisme, pankreatitis, dan pengobatan kortikosteroid.

Diagnosis

Penentuan diagnosis ketoasidosis diabetik dilakukan dokter lewat wawancara medis secara mendetail untuk melihat gejala yang dialami penderita dan lewat pemeriksaan fisik. Pada wawancara medis, penderita sebaiknya menjelaskan dengan jujur jika ada riwayat menghentikan pengobatan diabetes yang biasa digunakannya.

Dokter juga akan melihat berbagai gejala infeksi seperti adanya demam, sesak, batuk atau nyeri kencing. Pada pemeriksaan gula darah, dokter akan mendapatkan kadar gula darah yang tinggi, biasanya di atas 250 mg/dl.

Untuk menentukan diagnosis ketoasidosis diabetik, diperlukan tiga temuan sebagai berikut:

  • Hiperglikemia atau gula darah tinggi (gula darah di atas 250 mg/dl)
  • Asidosis atau darah yang bersifat asam (pH darah <7.3, kadar HCO3<18mEq/L)
  • Ketosis, adanya keton dalam darah

Gejala  

Seorang dengan ketoasidosis diabetik akan menunjukkan berbagai gejala, seperti:

  • Poluria (sering berkemih)
  • Polidipsia
  • Pernafasan cepat dan dalam (pernafasan Kussmaul)
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan (tekanan turgor kulit menurun, lidah dan bibir kering)
  • Pernafasan berbau aseton atau berbau buah
  • Tanda-tanda infeksi seperti demam, sesak nafas, muntah, dan nyeri perut

Pengobatan

Ketoasidosis diabetik merupakan keadaan gawat yang memerlukan penanganan yang cepat dan tepat di unit gawat darurat. Tujuan dari penanganan ketoasidosis diabetik adalah untuk memperbaiki sirkulasi dan perfusi jaringan, serta menghentikan ketogenesis dengan pemberian insulin.

Sebagai langkah awal, resusitasi cairan akan dilakukan untuk menggantikan kekurangan cairan penderita. Apabila keadaan jantung penderita baik, maka dapat dipertimbangkan pemberian cairan sebanyak 10% dari berat badan ideal.

Namun penggantian cairan tubuh harus disesuaikan dengan kondisi individu setiap orang. Pemberian cairan yang berlebihan pada penderita dengan gangguan jantung tidak disarankan. Koreksi berbagai gangguan metabolik lain juga diperlukan, seperti gangguan elektrolit dan asam basa.

Selain pemberian cairan, insulin merupakan terapi yang diperlukan untuk menurunkan gula darah penderita. Berikan insulin dalam bentuk suntikan intravena dengan pemantauan gula yang ketat untuk mencegah terjadinya hipoglikemia. Pasien ketoasidosis diabetik perlu diperiksa secara saksama untuk pencarian faktor pencetus, seperti infeksi.

Pencegahan ​

Pencegahan ketoasidosis diabetik dilakukan melalui pemberian obat diabetes dengan dosis yang cukup dan mencegah terjadinya infeksi. Mengontrol gula darah penderita diabetes tidak hanya menurunkan risiko kejadian komplikasi akut diabetes seperti ketoasidosis diabetik, namun juga akan menurunkan komplikasi kronik seperti penyakit jantung dan stroke.