Sukses

Kejang demam alias step biasanya terjadi pada bayi dan balita yang dipicu demam. Apa penyebab dan bagaimana pengobatannya? Simak di sini.

Kejang Demam

Kejang Demam

Dokter spesialis

Anak

Gejala

Kenaikan suhu tubuh yang cepat, kejang saat demam, anak menjadi kaku, lengan dan kaki berkedut, anak kehilangan kesadaran, mata berputar ke belakang, keluar busa dari mulut, dapat disertai mengompol

Faktor risiko

Riwayat kejang dalam keluarga, usia, anak sudah pernah terkena kejang demam sebelumnya, kejang demam pertama ketika berusia kurang dari 15 bulan, demam tinggi, kejang demam kompleks

Cara diagnosis

Melihat usia dan melakukan pemeriksaan fisik

Pengobatan

Pengobatan dengan obat-obatan hanya dapat diberikan oleh dokter

Obat

Paracetamol, ibuprofen, diazepam

Komplikasi

Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak atau memengaruhi kemampuan belajar anak

Kapan harus ke dokter?

Demam mencapai 40ºC, durasi kejang lebih dari 5 menit, anak mengalami sesak napas, anak terlihat sangat mengantuk atau kehilangan kesadaran, muntah, leher kaku

Pengertian Kejang Demam

Kejang demam adalah kondisi kejang yang diikuti demam dengan suhu lebih 38 derajat Celsius, tanpa disertai dengan penyakit di luar jaringan otak. 

Kondisi ini terjadi pada anak berusia antara enam bulan sampai lima tahun. Sebanyak 2 - 4 persen kasus kejang demam terjadi pada anak di bawah usia lima tahun. Dari total kasus itu, paling sering terjadi pada bayi berusia 12 - 18 bulan.

Meski terlihat menakutkan, kejang demam memiliki prognosis (peluang) kesembuhan yang baik dan tidak menyebabkan kerusakan otak atau memengaruhi kecerdasan.

Perlu diketahui juga bahwa mengalami kejang demam bukan berarti anak menderita epilepsi.

Kejang demam dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Kejang demam sederhana

Kejang demam sederhana adalah jenis kejang demam yang paling umum. Biasanya, anak kehilangan kesadaran dan mengalami kejang atau kedutan berirama pada lengan atau kaki.

Sebagian besar kejang demam sederhana berlangsung selama 1-2 menit. Meskipun demikian, kejang dapat berlangsung hingga 15 menit. 

Setelah kejang, anak mungkin tampak bingung atau mengantuk, tetapi tidak disertai dengan kelemahan lengan atau kaki. Jenis kejang ini tidak berulang dalam 24 jam.

  • Kejang demam kompleks

Kejang demam kompleks lebih jarang terjadi dan dapat berlangsung lebih dari 15 menit atau kejang dialami lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Anak mungkin mengalami kelemahan sementara pada lengan atau kaki setelah kejang.

Artikel Lainnya: Sering Kejang Saat Demam Bisa Berdampak Turunkan Kecerdasan Anak?

Penyebab Kejang Demam

Biasanya, suhu tubuh yang lebih tinggi dari normal menyebabkan kejang demam. Berikut pemicu demam yang dapat menimbulkan kejang pada anak:

  • Infeksi: Kejang demam dapat terjadi akibat demam yang disertai infeksi bakteri atau virus
  • Imunisasi: Walaupun jarang, kejang demam dapat terjadi akibat efek samping dari vaksin tertentu, terutama setelah vaksinasi campak gondok rubella (MMR). Demam biasanya terjadi 8-14 hari setelah injeksi

Gejala Kejang Demam

Kejang demam biasanya berlangsung kurang dari 5 menit, dengan gejala dan tanda sebagai berikut:

  • Kenaikan suhu tubuh yang cepat
  • Kejang saat demam
  • Anak menjadi kaku,lengan dan kaki berkedut kedut
  • Anak kehilangan kesadaran 
  • Mata berputar ke belakang dan keluar busa dari mulut
  • Dapat disertai dengan mengompol

Faktor Risiko Kejang Demam

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kejang demam, antara lain:

  • Riwayat kejang demam dalam keluarga
  • Usia, penyakit step lebih sering dialami oleh anak usia 6 bulan sampai 5 tahun
  • Riwayat pernah terkena kejang demam sebelumnya
  • Riwayat terkena kejang demam pertama ketika berusia kurang dari 15 bulan
  • Riwayat kejang demam kompleks
  • Demam tinggi

Diagnosis Kejang Demam

Diagnosis ditegakkan dengan melihat usia kejang, suhu saat kejang, dan riwayat kejang tanpa disertai demam sebelumnya. Step tidak terjadi pada anak berusia di bawah 6 bulan dan di atas 5 tahun.

Penegakan diagnosis juga dapat meliputi:

  • Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk mengetahui infeksi penyebab demam
  • Selain itu, pemeriksaan cairan otak dilakukan untuk menegakkan ataupun menyingkirkan kemungkinan meningitis
  • Tes lainnya seperti tes gelombang otak (EEG) atau tes pencitraan (CT/MRI Otak) hanya dilakukan jika ada gejala gangguan saraf yang menyertai atau kecurigaan ke arah gangguan otak lainnya

Artikel lainnya: Orang Tua Harus Tahu Perbedaan Kejang Demam dan Epilepsi pada Anak

Pengobatan Kejang Demam

Meskipun step sering tidak menyebabkan masalah yang berkepanjangan, ada beberapa langkah penting yang harus diambil ketika anak Anda mengalaminya.

Untuk melindungi anak dari cedera, berikut yang orang tua dapat lakukan di rumah:

  • Baringkan anak di tempat yang aman, misalnya lantai. Hal ini berguna untuk mencegah anak terjatuh saat kejang terjadi
  • Miringkan posisi tubuh anak agar tidak tersedak oleh air liur atau muntahnya.
  • Jangan memasukkan apa pun ke mulut si kecil
  • Longgarkan pakaian anak
  • Hitung berapa lama kejang berlangsung dan perhatikan tingkah laku anak saat kejang

Setelah kejang demam berakhir, segera bawa anak ke dokter untuk mengetahui penyebab demam yang dialami anak.

Dokter biasanya akan meresepkan obat penurun panas, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk menurunkan demam yang dapat menyebabkan kejang.

Apabila anak Anda datang dalam keadaan kejang, dokter atau perawat biasanya akan memberikan obat antikejang (diazepam) melalui dubur anak.

Selain itu dokter/perawat juga akan memberikan oksigen bila memang diperlukan.

Umumnya, kejang demam tidak membutuhkan perawatan rumah sakit. Namun, jika terjadi kejang demam kompleks, perawatan rumah sakit akan dibutuhkan untuk mencari penyebab infeksi.

Pencegahan Kejang Demam

Meskipun Anda tidak dapat mencegah kejang demam, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan anak Anda terkena demam, yaitu:

  • Memberikan anak obat penurun panas saat mengalami demam
  • Jangan menggunakan pakaian tebal saat anak demam
  • Beri si kecil banyak cairan untuk mencegah dehidrasi saat demam
  • Segera mengobati infeksi yang mungkin menyebabkan demam

Perlu diketahui bahwa pemberian obat-obatan penurun panas saat anak sakit tidak mencegah kejang demam.

Sebagian besar kejang demam tidak memiliki efek jangka panjang pada anak. Biasanya, tidak disarankan untuk memberikan obat antikejang untuk mencegah kejang di masa depan.

Artikel lainnya: Komplikasi yang Dapat Terjadi Saat Anak Demam

Komplikasi Kejang Demam

Kejang demam tidak sama dengan epilepsi. Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kerusakan otak atau memengaruhi kemampuan anak Anda untuk belajar.

Jika kejang demam terjadi sebelum usia 12 bulan, ada sekitar 50 persen kemungkinan kejang demam dapat berulang di kemudian hari.

Anak-anak dengan kejang demam berulang atau kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami epilepsi di kemudian hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit apabila ditemukan gejala berikut:

  • Demam mencapai 40ºC
  • Durasi kejang lebih dari 5 menit
  • Anak Anda mengalami sesak napas
  • Anak Anda terlihat sangat mengantuk atau kehilangan kesadaran
  • Muntah
  • Leher kaku

Simak berita kesehatan ter-update dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

[HNS/NM]

Terakhir diperbaharui: 11 April 2022

Diperbaharui: dr. Arina Heidyana

Ditinjau oleh: dr. Arina Heidyana

Referensi:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/168010

https://www.webmd.com/children/febrile-seizures#:~:text=Simple%20seizures%3A%20These%20are%20the,Fever%20of%20100.4%20or%20greater

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7001-febrile-seizures

https://www.healthline.com/health/febrile-seizure