Sukses

Pengertian

Gangguan somatoform merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan adanya keluhan fisik, seperti nyeri dada dan sakit kepala, yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun pada penderita gangguan ini, semua hasil pemeriksaan dokter menunjukkan hasil yang normal.

Terdapat beberapa jenis gangguan somatoform, yaitu:

  • Gangguan somatisasi. Penyakit ini ditandai dengan munculnya berbagai keluhan silih berganti, tetapi semua hasil pemeriksaan dokter normal.
  • Hipokondriasis. Penderita meyakini bahwa ia memiliki satu diagnosis tertentu, misalnya meyakini bahwa dirinya mengalami kanker payudara, meski hasil pemeriksaan normal.
  • Gangguan dismorfik tubuh. Penderita penyakit ini meyakini ada bagian tubuhnya yang cacat, padahal orang lain tidak ada yang memiliki persepsi yang sama.
  • Gangguan otonom somatoform. Penyakit ini ditandai dengan munculnya gejala otonom seperti berdebar-debar atau keringat dingin, tanpa ada penyebab yang jelas.
  • Gangguan nyeri somatoform. Penyakit ini memiliki gejala berupa nyeri yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Penyebab

Sampai saat ini, penyebab gangguan somatoform belum diketahui dengan jelas. Diduga faktor genetik dan lingkungan turut berperan dalam memicu penyakit ini. Namun mekanismenya masih belum dapat dipastikan.

Selain itu, gangguan somatoform lebih banyak dijumpai pada orang-orang yang memiliki ketergantungan terhadap alkohol atau narkoba.

Gangguan Somatoform (MAD.vertise/Shutterstock)

Diagnosis

Dokter akan memikirkan kemungkinan diagnosis gangguan somatoform setelah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit organik. Misalnya, jika seorang penderita datang dengan keluhan nyeri dada berulang, maka dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan penyebab nyeri dadanya. Bila semua hasil pemeriksaan dokter dan pemeriksaan penunjang menunjukkan hasil normal, namun keluhan nyeri tetap masih ada, maka diagnosis gangguan somatoform dapat dipertimbangkan oleh dokter.

Untuk memastikan adanya gangguan somatoform, diperlukan wawancara mendalam dan observasi terhadap penderita. Biasanya dokter ahli kesehatan jiwa (psikiater) yang berkompeten untuk menentukan diagnosis dan mengobati.

Gejala

Gejala gangguan somatoform bisa beraneka macam. Pada seorang penderita, bisa saja hanya terdapat satu keluhan, atau dapat pula ada berbagai macam keluhan. Keluhan yang umumnya terjadi pada penderita gangguan somatoform, di antaranya adalah:

  • Pusing
  • Nyeri yang bisa muncul di berbagai tempat –seperti di kepala, ada, persendian, dan sebagainya
  • Sakit perut, konstipasi, atau diare
  • Disfungsi seksual
  • Bagian tubuh ada yang tidak simetris atau cacat

Selain gejala-gejala tersebut, penderita gangguan somatoform juga dapat mengalami kecemasan berlebihan terhadap keluhan yang dialami. Kecemasan tersebut sampai mempengaruhi kehidupannya sehari-hari.

Hal yang khas pada penderita gangguan somatoform adalah saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, semua hasil pemeriksaannya normal. Tapi penderita gangguan somatoform tetap meyakini bahwa dirinya sakit.

Pengobatan

Pengobatan gangguan somatoform dilakukan oleh psikiater. Terdapat dua pengobatan utama yang perlu dilakukan pada penderita, yaitu:

  • Terapi kognitif perilaku
  • Pemberian obat anti-depresan

Pada terapi kognitif perilaku, psikiater dan penderita akan berdiskusi bersama dalam beberapa sesi pertemuan. Tujuannya adalah untuk membantu penderita memahami situasi yang mereka alami, mengetahui apa yang menyebabkan keluhannya terjadi, dan berusaha mencari jalan keluar dengan mengubah pola pikir. Agar semua tujuan ini tercapai, dibutuhkan sesi diskusi berkali-kali dengan psikiater yang sama.

Pemberian obat anti-depresan juga biasanya akan diberikan oleh psikiater. Penderita gangguan somatoform memang umumnya tidak mengalami depresi, tetapi sebagian besar penderita mengalami kecemasan. Anti-depresan digunakan untuk mengatasi kecemasan pada penderita.

Dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk dapat mengurangi gejala gangguan somatoform secara signifikan. Oleh karena itu, keteraturan berobat dan dukungan keluarga merupakan hal yang sangat penting.

Pencegahan

Hingga saat ini belum ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya gangguan somatoform.