Sukses

Pengertian

Pada prinsipnya, kerja sistem pernapasan terdiri atas dua hal, yaitu:

  • peredaran oksigen dari paru ke darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh
  • pengambilan karbondioksida dari darah ke paru untuk kemudian dibuang

Apabila salah satu dari sistem kerja ini terganggu, maka dapat memicu terjadinya gagal napas. Gagal napas didefinisikan sebagai kegagalan tubuh dalam memenuhi kebutuhan oksigen dan atau membuang karbondioksida. Pada pemeriksaan medis hal ini dibuktikan dengan kadar oksigen yang rendah dan atau tingginya kadar karbondioksida.

Gagal napas terdiri atas dua tipe, yaitu:

  • Gagal napas tipe 1, di mana kadar oksigen dalam darah rendah, namun kadar karbondioksida tetap normal atau bahkan rendah
  • Gagal napas tipe 2, di mana kadar oksigen darah rendah dan kadar karbondioksida tinggi

Diagnosis

Penentuan diagnosis gagal napas tipe 1 ditetapkan atas dasar wawancara medis mendetail, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

Pada wawancara medis akan diketahui bila terdapat adanya riwayat penyakit tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi gagal napas tipe 1. Misalnya, pada seseorang dengan edema paru.

Sedangkan pada pemeriksaan fisik, umumnya pasien dengan gagal napas tipe 1 akan terlihat pucat, bibir dan kuku kebiruan, mengalami sesak, dan pada pemeriksaan dengan stetoskop ditemukan suara napas tambahan. Irama jantung yang tidak teratur (aritmia) juga dapat ditemukan bila gangguan distribusi oksigen melibatkan jantung.

Pada pemeriksaan penunjang dengan pulse oxymetri di ujung jari didapatkan kadar oksigen yang rendah di ujung jari. Sedangkan analisa gas darah pada gagal napas tipe 1 menunjukkan kadar oksigen yang rendah di bawah 60 mm Hg dan kadar karbondioksida normal atau rendah.

Penyebab

Umumnya, gagal napas tipe 1 disebabkan oleh penyakit yang ada pada paru. Misalnya edema paru, infeksi paru pneumonia, dan fibrosis paru.

Pada berbagai penyakit tersebut, paru tidak lagi dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Akan tetapi kadar karbondioksida tetap dapat dijaga normal, karena sebagian paru masih berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ-organ dalam tubuh menjadi kekurangan oksigen serta nutrisi, yang pada akhirnya dapat mengorbankan kerja serta kesehatan organ itu sendiri.

Gejala

Gejala yang tampak pada penderita gagal napas tipe 1 adalah sebagai berikut:

  • Sesak napas

Pada awal tahapan gagal napas, gejala yang dominan terlihat adalah sesak napas. Sesak napas ini terjadi akibat rendahnya kadar oksigen.

  • Bibir, kuku dan kulit pucat

Rendahnya kadar oksigen ini menyebabkan bibir, kuku, dan kulit penderitanya terlihat pucat.

  • Penurunan kesadaran

Bila tidak segera tertangani, rendahnya kadar oksigen akan membuat otak tidak dapat bekerja baik. Otak sendiri merupakan pusat kesadaran dan pada akhirnya pusat kesadaran ini yang akan dikorbankan.

  • Irama jantung tidak teratur (aritmia)

Kekurangan oksigen pada otak akan menyebabkan penurunan kesadaran, sedangkan pada jantung mengakibatkan ketidakteraturan irama jantung.

Pengobatan

Pada prinsipnya, pengobatan utama gagal napas tipe 1 adalah pemberian oksigen dengan metode yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penderita. Metode ini bisa dengan metode yang sifatnya non-invasif seperti masker oksigen, maupun metode invasif seperti pemasangan endotracheal tube (ETT) atau tracheostomy

Endotracheal tube (ETT) adalah selang yang dipasang melalui mulut dan berujung ke pangkal paru. Alat ini kemudian dihubungkan ke alat bantu napas atau ventilator. Sedangkan tracheostomy merupakan tindakan pelubangan leher untuk kemudian dipasangkan selang yang masuk ke trachea.

Komplikasi:

Rendahnya kadar oksigen pada gagal napas tipe 1 akan membuat kerja otak menjadi menurun. Padahal otak adalah pusat segala kerja organ tubuh, termasuk pusat kesadaran. Oleh karena itu, komplikasi yang mudah dilihat di awal adalah hilangnya kesadaran.

Rendahnya kadar oksigen juga berdampak pada jantung berupa gangguan irama jantung atau aritmia. Bila tidak juga tertangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan kerja berbagai organ tubuh (multi organ failure) dan berujung pada kematian.

Pencegahan

Pencegahan gagal napas tipe 1 dapat dilakukan dengan mengobati penyakit yang mendasarinya. Pada pasien dengan edema paru, misalnya, diperlukan pengobatan yang mampu mengeluarkan kelebihan cairan di paru. Dengan demikian, kerja paru jadi lebih ringan dan optimal dalam menyediakan oksigen untuk tubuh.