Sukses

Pengertian Flu Unta atau Flu Arab

Flu unta atau sering disebut juga dengan flu Arab merupakan flu yang disebabkan oleh virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Penyakit ini pertama kali dilaporkan terjadi di Arab Saudi pada bulan September 2012. Setelah itu, penyakit ini menyebar ke berbagai negara akibat penularannya kepada orang-orang yang melakukan kunjungan perjalanan ke daerah Timur Tengah. Itulah sebabnya penyakit ini dikenal juga dengan sebutan flu Arab.

Selain dapat menular dari satu orang ke orang lain, penyakit ini juga dapat menular melalui unta yang sakit. Seseorang bisa terinfeksi bila berdekatan dengan unta yang terinfeksi, meminum susu atau air seni unta, atau mengonsumsi daging unta. Oleh karena itu, penyakit ini disebut flu unta.

Wabah flu unta terbesar yang pernah terjadi adalah di Arab Saudi pada tahun 2012 dan di Korea pada tahun 2015. Penyakit flu Arab ini dapat menular kepada siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Penyebab Flu Unta atau Flu Arab

Flu unta disebabkan oleh virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Flu ini menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur penderita flu unta yang sedang batuk atau bersin.

Seseorang lebih berisiko tertular penyakit flu unta bila:

  • memiliki anggota keluarga yang mengalami flu unta

  • petugas kesehatan di rumah sakit yang tengah menangani kasus flu unta

  • tengah bepergian ke daerah yang memiliki penderita flu unta yang tinggi

Flu unta juga bisa menular dari kontak dengan unta yang sudah terjangkit infeksi. Misalnya dengan berdekatan dengan unta yang sakit, meminum air seni unta, makan daging unta, atau mengonsumsi susu unta.

Diagnosis Flu Unta atau Flu Arab

Jika seseorang diduga mengalami flu Arab, maka ia akan diisolasi di rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk menangani kasus flu Arab dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan awal biasanya berupa pemeriksaan darah rutin dan rontgen dada. Jika kedua pemeriksaan tersebut mengarah ke penyakit flu Arab, maka selanjutnya perlu dilakukan pemeriksaan molekuler dari darah untuk memastikan penyakit tersebut.

Gejala Flu Unta atau Flu Arab

Gejala utama flu unta adalah gejala infeksi saluran pernapasan seperti demam, batuk, dan sesak napas. Keluhan sesak napas yang dialami bisa ringan, bisa pula sangat berat hingga membutuhkan perawatan di ICU dengan ventilator. Sebagian orang juga mengalami gangguan pencernaan berupa diare atau muntah. Masa inkubasi (jarak waktu dari tertular hingga muncul gejala) adalah sekitar 2–14 hari.

Berbeda dengan flu yang umumnya terjadi, flu Arab bisa menyebabkan komplikasi yang berat seperti infeksi paru berat dan gagal ginjal. Data menyebutkan bahwa 3–4 orang dari 10 orang penderita flu Arab meninggal dunia. Umumnya mereka yang mengalami gejala yang berat adalah pasien yang sudah mengalami penyakit kronik sebelumnya, seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Pengobatan Flu Unta atau Flu Arab

Tidak ada pengobatan spesifik untuk flu unta. Pengobatan flu unta hanya bersifat suportif, artinya hanya untuk meringankan gejala saja. Untuk mengatasi keluhan sesak napas, penderita flu unta akan diberi oksigen. Bila sesak napas sangat berat hingga terjadi kondisi gagal napas, maka pemasangan ventilator perlu dilakukan.

Selain itu, penderita akan diberi infus cairan dan nutrisi melalui infus untuk menjamin kecukupan cairan dan nutrisi. Antibiotik umumnya tidak diberikan, kecuali ada tanda infeksi bakteri.

Pencegahan Flu Unta atau Flu Arab

Belum ada imunisasi untuk mencegah infeksi flu unta. Namun secara umum, untuk menurunkan risiko tertular flu unta, ada beberapa anjuran yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Rajin mencuci tangan setiap kali selesai dengan urusan yang berkaitan dengan fasilitas umum, misalnya dari toilet, memegang keranjang belanja, pegangan tangga, atau pintu kendaraan umum. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama setidaknya 20 detik. Jika air mengalir dan sabun tidak tersedia, gunakan hand sanitizer dengan bahan dasar alkohol.
  • Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang kotor.
  • Hindari kontak fisik seperti berciuman atau bergantian alat makan dengan orang yang sedang sakit.