Pernapasan

7 Gejala Flu Unta (MERS-CoV) yang Harus Diwaspadai saat Pesta Bola Dunia 2022

Siti Putri Nurmayani, 13 Des 2022

Ditinjau Oleh dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, Sp.GK

Flu unta alias MERS-CoV adalah penyakit pernapasan parah yang disebabkan oleh coronavirus. Ini 7 gejala flu unta yang perlu diwaspadai.

7 Gejala Flu Unta (MERS-CoV) yang Harus Diwaspadai saat Pesta Bola Dunia 2022

Flu unta menghantui suporter sepak bola yang menghadiri Pesta Bola Dunia 2022 di Qatar.

Menurut Health Security Agency (HSA), Inggris, orang yang menghadiri perhelatan empat tahunan di negara Timur Tengah tersebut harus diwaspadai. Pasalnya, mereka berisiko besar terkena flu unta, terutama yang mengalami demam dan sesak napas sepulang dari Qatar.

Flu unta adalah penyakit pernapasan parah yang disebabkan oleh infeksi middle east respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). Flu unta bisa menimbulkan gejala ringan mirip flu biasa hingga gejala berat berujung kematian.

Meski begitu, penularan MERS-CoV tidak secepat dan semasif COVID-19. Soalnya, virus ini menular melalui kontak dekat, seperti keluarga. Penularannya terjadi lewat cairan batuk.

MERS-CoV juga bisa menular dari unta ke manusia. Kendati penularannya tidak sehebat COVID-19, flu unta adalah penyakit pernapasan yang sangat mematikan. Karena itu, kamu perlu mewaspadai gejala flu unta di bawah ini:

1. Demam

Demam

MERS-CoV diperkirakan berinkubasi (rentang waktu dari infeksi awal hingga timbul gejala) selama 2-14 hari di tubuhmu. Disampaikan dr. Karin Wiradarma, biasanya kamu akan mengalami gejala awal berupa demam.

Demam menandakan sistem kekebalan tubuhmu tengah berjuang melawan infeksi MERS-CoV.

2. Batuk

Ciri-ciri infeksi virus corona MERS ditandai dengan batuk. Batuk disebabkan MERS-CoV menginfeksi sel-sel di sekitar saluran pernapasan kamu.

Seperti telah disampaikan, penularan flu unta salah satunya bisa melalui cairan batuk.

Artikel Lainnya: Penyakit-Penyakit yang Ditularkan Melalui Batuk dan Bersin

3. Sesak Napas

Sesak napas adalah gejala MERS-CoV yang paling khas. Kesulitan bernapas disebabkan MERS-CoV menginfeksi paru-paru, merusak jaringan di sekitarnya, dan menyebabkan pembengkakan paru.

Kondisi tersebut membuat organ pernapasanmu sulit memasok oksigen dan membuang karbon dioksida. Akibatnya, kamu mengalami sesak napas.

4. Pneumonia

Pada beberapa kasus, sesak napas bisa berkembang cepat menjadi pneumonia alias radang paru-paru. Kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan jaringan paru dan minimnya kadar oksigen dalam darah. Akibatnya, cairan, nanah, dan sel mati mengisi paru dan menimbulkan peradangan.

Penggunaan alat bantu pernapasan diperlukan untuk membantu pengidap MERS-CoV yang menderita pneumonia.

5. Diare

Selain menyerang organ pernapasan, infeksi MERS-CoV ternyata juga berdampak pada saluran pencernaan. Laporan World Health Organization (WHO) menyebut salah satu masalah pencernaan yang bisa dialami pengidap flu unta adalah diare.

Menurut Physician One Urgent Care, diare terjadi karena tubuh berusaha cepat mengeluarkan virus.

6. Mual dan Muntah

Pengidap flu unta juga bisa mengalami mual dan muntah. Gejala flu unta ini tak lepas dari efek infeksi MERS-CoV pada saluran cerna.

7. Gagal Napas

Pada kasus parah, infeksi MERS-CoV bisa menimbulkan gagal napas. Gagal napas terjadi karena sistem pernapasan tidak mampu mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Gagal napas juga disebabkan tubuh tidak sanggup mengeluarkan karbon dioksida.

Akibatnya, seluruh organ tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menimbulkan kerusakan jaringan dan organ tubuh. Jika tidak ditangani secara tepat, gagal napas bisa berujung kematian.

Dokter Karin mengatakan komplikasi penyakit parah akibat flu unta berisiko besar dialami orang dengan komorbid alias penyakit bawaan. Contoh komorbid yang dimaksud, seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, paru, dan ginjal. 

Artikel Lainnya: Virus Corona Menyimpan Kekuatan Tersembunyi

Segera hubungi dokter apabila kamu mengalami gejala flu unta di atas, terutama jika kamu baru saja bepergian dari negara Timur Tengah. Konsultasi seputar masalah pernapasan lainnya juga bisa kamu lakukan lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

Agar terhindar dari bahaya MERS-CoV, #JagaSehatmu dengan menerapkan protokol kesehatan dan tidak melakukan kontak erat dengan pengidap maupun orang yang berisiko terkena flu unta, ya!

(ADT/JKT)

MERS-Cov
Pneumonia
  • Cleveland Clinic. Diakses 2022. Middle East Respiratory Syndrome (MERS) 
  • Indian Journal of Anaesthesia. Diakses 2022. Middle East respiratory syndrome: A new global threat
  • World Health Organization. Diakses 2022. Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV)
  • International Journal of General Medicine. Diakses 2022 Middle East Respiratory Syndrome - What Every Otolaryngologist Should Know: A Review