Sukses

Pengertian Yaricef

Yaricef obat yang diproduksi oleh Yarindo Farmatama, Obat ini merupakan Sediaan Kapsul dan Sirup yang mengandung zat aktif Cefadroxil. Perbedaan sediaan berfungsi untuk mempermudah pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi parah yang disebabkan oleh organisme atau bakteri. Yaricef termasuk golongan obat Antibiotik Sefalosporin gram negatif, spektrum luas.

Mekanisme Kerja Yaricef:
Cefadroxil bekerja menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih protein pengikat penisilin (PBPs) yang menghambat langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dinding sel dan menahan pembentukan dinding sel yang mengakibatkan bakteri kematian sel.

Keterangan Yaricef

  • Yaricef Sirup:
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Sefalosporin.
  • Kandungan: Cefradoxil Monohidrate.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 60 mL.
  • Farmasi: Yarindo Farmatama.
  • Yaricef Kapsul:
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Sefalosporin.
  • Kandungan: Cefradoxil Monohidrate.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
  • Farmasi: Yarindo Farmatama.

Kegunaan Yaricef

Yaricef digunakan untuk mengobati:
1. Infeksi kulit dan struktur kulit
2. Infeksi lain karena mikroorganisme.

Dosis & Cara Penggunaan Yaricef

Dosis dan Cara Penggunaan Yaricef, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

1. Pada anak-anak diatas 6 tahun dengan berat badan kurang dari 40 kg diminum 30-50 mg/kg berat badan sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi hingga 100 mg/kg.
2. Pada dewasa diminum 1-2 gram sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi

Yaricef dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Atau Sesuai Dengan Njuran Dokter.

Efek Samping Yaricef

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Yaricef:
1. Dispepsia (nyeri perut bagian atas)
2. Mual dan muntah
3. Diare
4. Alergi pada kulit
5. Disfungsi hati (gangguan hati)
6. Demam

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Yaricef pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif (reaksi alergi)

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi Obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Yaricef:
1. Aminoglikosida
2. Diuretik kuat.
3. Toksisitas meningkat dengan probenesid.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Yaricef ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya)."

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Yaricef selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait