Sukses

Pengertian Regumen

Regumen adalah obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Sanbe Farma. 

Obat ini digunakan untuk menangani endometriosis, perdarahan rahim, sindrom pramenstruasi (PMS), penundaan waktu menstruasi, nyeri haid, serta menorrhagia. 

Artikel Lainnya: Penyebab dan Gejala Sindrom Pramenstruasi atau PMS Saat Akan Haid

Keterangan Regumen

Berikut adalah keterangan obat Regumen yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Estrogen, Progesteron, dan Obat Sintetis Terkait.
  • Kandungan: Norethisterone 5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Sanbe Farma.
  • Harga Obat Regumen: Rp 40.000 - Rp 61.000.

Kegunaan Regumen

Regumen digunakan untuk menangani beberapa kondisi medis berikut:

  • Endometriosis.
  • Perdarahan rahim.
  • Sindrom pramenstruasi.
  • Penundaan waktu menstruasi.
  • Menorrhagia.
  • Nyeri haid.

Artikel Lainnya: Bau Darah Haid Berbeda dengan Darah Biasa, Ini Sebabnya

Dosis & Cara Penggunaan Regumen

Regumen merupakan obat keras sehingga hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Dosisnya juga dapat berbeda-beda pada tiap pasien, tergantung dari kondisi medis yang dialami.

  •   Perdarahan uterus yang tidak berfungsi: 1 tablet 3x sehari selama 10 hari.
  •   Pencegahan perdarahan: 1 tablet 2-3x sehari dari hari ke 19-26 siklus.
  •   Endometriosis: 1 tablet 2x sehari sejak hari ke-5 dari siklus.
  •   Metropathia hemorrhagica dan sindrom pramenstruasi: 1 tablet 2-3x sehari dari hari ke 19-26 siklus.
  •   Penundaan menstruasi: 1 tablet 3x sehari selama 10-14 hari, dimulai 3 hari sebelum menstruasi yang diharapkan. Jika bercak muncul, naikkan dosis menjadi 2 tablet 3x sehari hingga bercak tidak ada lagi.
  •   Menoragia: 1 tablet 3x sehari selama 10 hari hingga perdarahan berhenti.
  •   Nyeri haid: 1 tablet 3x sehari dari hari 5-24 siklus.

Cara Penyimpanan Regumen

Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping Regumen

Efek samping yang bisa terjadi selama menggunakan obat ini adalah:

  • Migrain. 
  • Jerawat. 
  • Biduran.
  • Mengantuk.
  • Ikterus.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Gangguan saluran cerna.
  • Perubahan libido.
  • Mual.
  • Insomnia.
  • Rasa tidak nyaman pada payudara.
  • Gejala pramenstruasi.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Hirsutisme.
  • Depresi.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Darah Menstruasi yang Terlalu Banyak

Overdosis

Penggunaan norethisterone yang melebihi dosis dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Payudara membesar.
  • Vagina berdarah.

Kontraindikasi

Regumen sebaiknya tidak digunakan pada orang dengan kondisi medis berikut:

  • Gangguan fungsi hati.
  • Ikterus.
  • Herpes.
  • Pruritus selama kehamilan.
  • Porfiria.
  • Tromboflebitis.
  • Sindrom Dubin-Johnson.
  • Penyumbatan otot jantung.
  • Tumor hati yang sudah ada.
  • Gangguan tromboemboli.
  • Penyakit serebrovaskular.
  • Wanita hamil; wanita usia subur yang memiliki kemungkinan untuk hamil.

Interaksi Obat

Hindari penggunaan obat Regumen bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • Obat penginduksi CYP450 (misalnya rifampisin, fenitoin, tetrasiklin, dan lain-lain). 
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). 
  • Penyesuaian dalam antidiabetik, hormon tiroid, dan terapi antikoagulan mungkin diperlukan.

Kategori Kehamilan

Kategori X: Telah menunjukkan adanya risiko terhadap janin hewan maupun manusia. 

Peringatan Menyusui

Norethisterone terdistribusi ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait