Sukses

Pengertian Proclozam

Proclozam merupakan obat berbentuk tablet yang diproduksi oleh Meprofarm. Obat ini mengandung Clobazam yang diindikasikan untuk mengatasi kecemasan, gangguan tidur. Clobazam merupakan turunan dari benzodiazepin yang bertindak sebagai ansiolitik dan anti-konvulsif. Bekerja dengan cara meningkatkan induksi GABA sehingga meningkatkan aktivasi konduksi dalam saluran klorida.

Keterangan Proclozam

  • Golongan: Psikotropika
  • Kelas Terapi: Anxiolytics
  • Kandungan: Clobazam 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Meprofarm

Kegunaan Proclozam

Proclozam digunakan untuk mengatasi kondisi yang berhubungan dengan / kecemasan, ketegangan, gangguan tidur yang disebabkan oleh gangguan mental dan emosional.

Dosis & Cara Penggunaan Proclozam

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 2 - 3 tablet setiap hari dalam dosis terbagi.
  • Lansia: 1 - 1 1/2 tablet setiap hari dalam dosis terbagi.
  • Anak Usia 3-15 tahun: 1/2 - 1 tablet setiap hari dalam dosis terbagi.

Efek Samping Proclozam

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Kelelahan, mulut kering, sembelit, kehilangan nafsu makan, mual, pusing, jari gemetar, gelisah, lekas marah, kelemahan otot, sulit tidur, gejala lekas marah.

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif, penderita myasthenia gravis, memiliki riwayat ketergantungan obat atau alkohol, sindrom sleep apnea, penderita gagal napas parah atau penyakit saluran napas obstruktif kronis disertai ancaman henti napas, tidak boleh di berikan pada wanita hamil, dan menyusui.

Interaksi Obat:
Potensiasi timbal-balik dari efek depresan sistem saraf pusat jika di berikan bersama alkohol dan antikonvulsan. Meningkatkan konsentrasi asam valproat plasma. Meningkatkan metabolisme jika di berikan bersamaan dengan carbamazepine dan fenitoin. Meningkatkan kadar benzodiazepin jika di berikan bersamaan dengan disulfiram dan simetidin. Potensiasi efek antikolinergik dari atropin dan obat-obatan sejenis, antihistamin, dan antidepresan. Meningkatkan ketersediaan hayati jika di berikan bersamaan dengan alkohol. Meningkatnya kemungkinan euforia dan ketergantungan psikologis jika di berikan bersamaan dengan analgesik narkotika. Meningkatkan efek relaksan otot dan dinitrogen oksida.

Kategori Kehamilan:
Kategori C: Salah satu studi pada hewan telah mengungkapkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat harus diberikan hanya jika manfaat potensial membenarkan potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait