Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeInfo SehatDiabetesPenyebab Gangguan Kecemasan pada Penderita Diabetes
Diabetes

Penyebab Gangguan Kecemasan pada Penderita Diabetes

Tri Yuniwati Lestari, 14 Agt 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Penderita diabetes lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan. Apakah sebenarnya hubungan dari kedua kondisi tersebut? Simak fakta selengkapnya berikut ini!

Penyebab Gangguan Kecemasan pada Penderita Diabetes

Diabetes ternyata tidak hanya mempengaruhi gula darah pada penderitanya. Penyakit ini diam-diam dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba.

Salah satu hal yang bisa terjadi akibat perubahan suasana hati karena diabetes adalah gangguan kecemasan. Hal ini pernah dibuktikan oleh sebuah analisis pada tahun 2013, yang dilansir Medical News Today.

Analisis tersebut mengungkapkan, penderita diabetes memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan dibandingkan dengan populasi umum. 

Peneliti mengatakan bahwa kondisi ini terjadi pada 40 persen orang dengan penyakit tersebut.

Gangguan kecemasan pada penderita diabetes berhubungan erat dengan kadar gula darah terlalu rendah atau hipoglikemia. 

Disebutkan bahwa kondisi tersebut terjadi saat penderita diabetes memiliki kadar gula darah di bawah 70 mg/dL.

Tak hanya itu, gangguan kecemasan pada penderita diabetes juga bisa terjadi akibat kondisi sebagai berikut:

1. Harus Memperhatikan Kadar Gula Darah Setiap Saat

Orang dengan diabetes bertanggung jawab untuk mengelola kadar gula darah. Hal ini membuat mereka harus memastikan kadar gula setiap saat agar tetap berada di rentang optimal.

Keadaan ini bisa mencetuskan kecemasan tersendiri lantaran rasa khawatir berlebih apabila menemukan hasil pemeriksaan yang tidak sesuai harapan.

2. Perlu Menghindari Makanan Kesukaan

Penderita diabetes mungkin tak lagi dapat menikmati makanan kesukaannya. Mereka pun mesti mengatur pola makan, dan mau tak mau harus mengonsumsi sesuatu yang mungkin tidak disukai.

Hal tersebut dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman, yang berujung pada kecemasan dan depresi apabila tidak dikelola dengan baik.

3. Tekanan Keluarga atau Orang Terdekat

Sebagian besar penderita diabetes memiliki kekhawatiran terhadap kondisi yang dialaminya. Rasa khawatir tersebut bisa bertambah besar, karena ketakutan akan stigma terkait diabetes yang dialami. 

Terkadang, keluarga maupun teman terdekat juga mungkin menjadi terlalu terlibat dan menganggap penderita diabetes sebagai orang yang tidak bisa apa-apa. 

Hal tersebut memang dilakukan untuk tujuan yang baik. Namun, sebagian penderita diabetes yang diperlakukan terlalu ketat dapat merasakan tekanan batin, sehingga memiliki kecemasan tersendiri.

Artikel Lainnya: Sekolah Online Bantu Anak dengan Kecemasan Sosial, Apakah Lebih Baik?

4. Kekhawatiran dalam Pengobatan

Penderita diabetes harus mengikuti jadwal minum obat yang telah ditentukan oleh dokter. 

Tuntutan ini dapat mengganggu keseharian, juga memicu kekhawatiran berlebih tentang kekurangan dosis atau hal-hal lain yang berkaitan dengan efektivitas pengobatan.

5. Dipengaruhi Kadar Hormon

Dijelaskan oleh dr. Arina Heidyana, ketika gula darah rendah terjadi, tubuh akan melakukan suatu cara untuk kembali menormalkannya. Pada kondisi ini, ada dua hormon yang ikut meningkat.

“Saat tubuh berusaha menormalkan kondisi hipoglikemia dengan meningkatkan kadar gula darah, hormon adrenalin dan kortisol juga ikut terproduksi. Kedua hormon ini dikaitkan dengan kondisi kecemasan,” ucap dr. Arina.

Sejatinya, gula darah rendah pada diabetes tak hanya dapat menyebabkan gangguan kecemasa. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko komplikasi, yang dapat berujung fatal apabila tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, jika penderita diabetes mengalami gangguan kecemasan atau hal-hal lain yang berhubungan dengan hipoglikemia, segera lakukan konsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

Gangguan KecemasanDiabeteskesehatan mental

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter