Sukses

Pengertian Phytomenadione

Phytomenadione merupakan obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan. Phytomedione dibutuhkan untuk pembentukan pembekuan darah seperti pembekuan darah pada faktor II (prothrombin), faktor VII (proconvertin), faktor IX (plasma thromboplastin component) dan X (faktor Stuart).

Keterangan Phytomenadione

  1. Phytomenadione 2 mg/mL
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Haemostatis
    • Kandungan: Phytomenadione 2 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 1 mL
    • Farmasi: Phapros.
  2. Phytomenadione 10 mg / mL
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Haemostatis
    • Kandungan: Phytomenadione 10 mg / mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Ampul @ 1 mL
    • Farmasi: Phapros; Dexa Medica; Meprofarm
  3. Phytomenadione Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Haemostatis
    • Kandungan: Phytomenadione 10 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Stip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Phapros; Novapharin.

Kegunaan Phytomenadione

Phytomenadione digunakan untuk mencegah perdarahan pada bayi.

Dosis & Cara Penggunaan Phytomenadione

Phytomenadione merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan phytomenadione juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Bayi baru lahir: diberikan secara intramuskular pada saat bayi lahir, hal ini mencegah perdarahan akibat defisiensi vitamin K pada bayi, untuk bayi prematur dapat diberikan 400 mcg/kg bb (maksimal 1 mg).

Efek Samping Phytomenadione

Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan Phytomenadione adalah:

  • Iritasi lokal pada daerah yang disuntikkan
  • Sianosis (warna kebiru-biruan pada kulit dan selaput lendir karena kekurangan oksigen dalam darah).

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Phytomenadione .

Interaksi Obat:
Derivat kumarin dan indandione dapat bereaksi antagonis dengan Phytomenadione.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan phytomenadione ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait