Sukses

Pengertian Pectocil

Pectocil merupakan obat yang mengandung Acetylcysteine yang termasuk agen mukolitik (pengencer dahak). Acetylcysteine bekerja untuk mengatasi penyakit pada saluran pernafasan yang ditandai dengan sekresi dahak/mukus berlebih seperti bronkitis akut atau kronis, emfisema paru, mucoviscidosis, asma bronkial yang disertai kesulitan pengeluaran dahak.

Keterangan Pectocil

  1. Pectocil Sirup kering
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Batuk dan Flu
    • Kandungan: Acetylcysteine 100 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasaan: Botol @ 75 mL
    • Farmasi: Soho Industri Farmasi
  2. Pectocil Kapsul
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Batuk dan Flu
    • Kandungan: Acetylcysteine 200
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasaan: Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Soho Industri Farmasi.

Kegunaan Pectocil

Pectocil digunakan untuk bronkitis akut atau kronis, emfisema paru, mucoviscidosis, asma bronkial yang disertai kesulitan pengeluaran dahak.

Dosis & Cara Penggunaan Pectocil

Pectocil merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan pectocil juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Aturan penggunaan:

  • Dewasa dan anak usia > 7 tahun: 600 miligram per hari sebagai dosis tunggal, atau dibagi menjadi tiga dosis.
  • Anak-anak usia 1-24 bulan: 100 mg, 2 kali sehari.
  • Anak-anak usia 2-7 tahun: 200 mg, 2 kali sehari.

Efek Samping Pectocil

Efek samping yang mungkin timbul selama penggunaan Acetylcystein adalah:

  • Gangguan fungsi hati
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Mudah berkeringan
  • Gatal dan iritasi mata
  • Pendarahan saluran cerna bagian atas.

Kontraindikasi:

  • Penggunaan bubuk oral untuk larutan dan tab effervescent pada anak di bawah usia 2 tahun.
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap acetylcystein

Interaksi obat:

  • Penumpukan sekresi bronkial akibat berkurangnya refleks batuk dengan obat antitusif.
  • Nitrogliserin dengan acetylsisteine dapat meningkatkan efek vasodilatasi
  • Acetysistein dapat mengurangi efek farmakologis antibiotik.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Acetylcystein ke dalam Kategori D

Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait