Obat Demam

Zaldiar

apt. Annas Reza, S.Farm, 06 Mar 2023

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Zaldiar adalah obat pereda nyeri akut sedang hingga berat. Yuk, kenali lebih jauh tentang obat ini!

Zaldiar

Zaldiar 

Golongan

Obat Keras

Kategori 

Analgesik Opioid

Dikonsumsi oleh

Dewasa 

Bentuk obat

Tablet Salut Selaput

Zaldiar untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Obat hanya dapat digunakan jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Peringatan Menyusui: Zaldiar dapat terserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Pengertian 

Zaldiar adalah obat yang diproduksi oleh PT Pharos Indonesia. Mengandung tramadol hydrochloride dan paracetamol, obat Zaldiar diindikasikan untuk meredakan rasa nyeri sedang hingga berat. 

Tramadol bekerja dengan cara menghambat pengambilan kembali norepinefrin dan serotonin serta meningkatkan pelepasan serotonin. Zaldiar juga akan mengubah persepsi dan respons terhadap rasa sakit dengan mengikat reseptor opiat di sistem saraf pusat sehingga dapat meredakan rasa nyeri.

Sementara itu, paracetamol bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin sehingga dapat menghambat reseptor nyeri. 

Zaldiar termasuk dalam golongan analgesik opioid. Maka dari itu, penggunaan obat ini harus melalui anjuran dan resep dokter.

Untuk mengetahui lebih lanjut Zaldiar obat apa dan bagaimana penggunaannya, berikut informasi lengkapnya.

Artikel Lainnya: Ini Beberapa Jenis Vitamin yang Bisa Meredakan Nyeri Sendi

Keterangan 

Zaldiar Oral

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Analgesik opioid
  • Kandungan: Tramadol hydrochloride 37,5 mg dan paracetamol 325 mg
  • Kemasan: Strip @10 tablet salut selaput
  • Farmasi: PT Pharos Indonesia
  • Harga Zaldiar Tablet: Rp120.000–Rp130.000 per strip

Kegunaan 

Zaldiar digunakan sebagai terapi jangka pendek untuk meredakan rasa nyeri sedang hingga berat akut.

Dosis & Aturan Pakai 

Berikut dosis Zaldiar sesuai dengan indikasi.

Tujuan: Mengatasi nyeri

Bentuk: Tablet

  • Dewasa dan anak >12 tahun: nyeri sedang hingga berat, 2–3 tablet diminum setiap 4–6 jam. Dosis Maksimal 8 tablet per hari.
  • Lansia: Dilakukan penyesuaian dengan kondisi. Interval dosis minimal tidak boleh <6 jam.

Cara Menggunakan 

  • Konsumsi Zaldiar sesuai dengan anjuran dan dosis dari dokter. Jangan mengurangi atau pun melebihkan dosis agar tercapai efek terapi yang diharapkan
  • Untuk menghindari lupa mengonsumsi obat, sebaiknya obat diminum di waktu yang sama setiap harinya. Jika kehilangan satu dosis, kamu bisa mengonsumsi segera saat kamu ingat bila jeda dengan dosis berikutnya masih panjang. Jika sudah dekat, lupakan dosis yang terlupa
  • Zaldiar tablet bisa dikonsumsi sebelum makan ataupun sesudah makan
  • Penggunaan obat yang salah bisa menyebabkan kecanduan, overdosis, ataupun gejala yang berat lainnya
  • Informasikan dokter jika kamu akan berhenti mengonsumsi Zaldiar karena berisiko terjadinya gejala putus obat

Artikel Lainnya: Daftar Obat Sakit Gigi Alami yang Ampuh dan Mudah Didapat

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping 

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengonsumsi Zaldiar adalah:

  • Pusing, sakit kepala, mengantuk, dan lemah
  • Stimulasi SSP (kecemasan, euforia, halusinasi)
  • Berkeringat
  • Kebingungan
  • Gangguan koordinasi

Segera ke dokter jika efek samping tidak membaik bahkan menjadi lebih parah atau efek samping serius berupa:

  • Kejang
  • Gangguan pencernaan (konstipasi, mual, muntah, diare, sakit perut, perut kembung, kehilangan berat)
  • Dermatitis (ruam, urtikaria atau biduran)
  • Gejala menopause
  • Gangguan menstruasi
  • Kesulitan berkemih
  • Pingsan

Overdosis

Penggunaan Zaldiar yang berlebihan dapat menimbulkan gejala meiosis, muntah, kulit dingin dan lembap, depresi pernapasan, lesu, otot rangka lembek, koma, kejang, bradikardia, hipotensi, henti jantung, dan kolaps jantung.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan obat oleh pasien dengan kondisi:

  • Memiliki riwayat hipersensitif terhadap tramadol dan paracetamol
  • Keracunan akut dengan hipnotik, analgesik aksi sentral, opioid, obat psikotropika, atau alkohol
  • Epilepsi (kejang) yang tidak terkontrol
  • Asma bronkial akut atau berat
  • Hiperkapnia atau depresi pernafasan yang signifikan dalam pengaturan yang tidak dipantau atau tidak adanya peralatan resusitasi.
  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Penggunaan bersamaan dengan Monoamine Oksidase Inhibitor (MAOI) atau dengan 2 minggu setelah penarikan MAOI

Interaksi Obat 

Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Zaldiar (tramadol dan paracetamol).

  • Peningkatan risiko kejang atau sindrom serotonin dengan SSRI, serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI), dan obat penurun kejang lainnya (bupropion, mirtazapine, tetrahydrocannabinol)
  • Peningkatan ekimosis dengan turunan kumarin (Warfarin)
  • Dapat mempotensiasi efek anti-depresan norepinefrin, agonis 5-HT, atau lithium
  • Konsentrasi serum menurun dengan carbamazepine
  • Mengurangi tingkat penyerapan dengan cholestyramine
  • Meningkatkan penyerapan paracetamol dengan metoclopramide, probenesid, dan domperidone
  • Penggunaan paracetamol dalam waktu lama dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya, sehingga meningkatkan risiko pendarahan
  • Penggunaan bersama obat lain yang berpotensi hepatotoksik atau obat yang menginduksi enzim mikrosomal hati (misalnya barbiturat) dapat meningkatkan risiko toksisitas paracetamol
  • Peningkatan risiko kerusakan fungsi hati dengan isoniazid
  • Mengurangi kadar obat lamotrigine dalam darah
  • Meningkatkan kadar obat chloramphenicol dan busulfat dalam darah
  • Peningkatan risiko asidosis metabolik dengan flukloksacilin
  • Beri tahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi suplemen, obat lain, atau produk herbal

Peringatan dan Perhatian 

Zaldiar juga tidak disarankan bagi pasien dengan kondisi:

  • Sumbatan usus
  • Asma yang sering kambuh 
  • Penyakit pernapasan yang berat
  • Gangguan hati berat

Informasikan dokter jika kamu sedang mengalami kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA. Paracetamol dan Zaldiar tidak boleh dikonsumsi bersama minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang berbahaya.

Informasikan juga ke dokter jika kamu memiliki riwayat: 

  • Epilepsi
  • Kejang
  • Penyakit tiroid
  • Sleep apnea
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes
  • Sulit berkemih
  • Ppenyakit pada kantong empedu
  • Gangguan mental

Hindari penggunaan obat yang mengandung paracetamol jika kamu sedang atau baru saja menggunakan obat golongan MAOI dalam 14 hari terakhir.

Informasikan dokter jika kamu sedang menggunakan obat lain, baik herbal maupun kimiawi.

Artikel Lainnya: Posisi Tidur yang Nyaman untuk Mengurangi Nyeri Haid

Kategori Kehamilan

Kategori C. Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk terhadap janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar daripada potensi risiko terhadap janin.

Peringatan Menyusui 

Zaldiar dapat terserap ke dalam ASI. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Penyakit Terkait

Rekomendasi Obat Sejenis 

Manfaatkan layanan konsultasi kesehatan langsung dengan dokter secara online melalui fitur Tanya Dokter. Jangan tunggu sakit dan ingat untuk selalu #JagaSehatmu.

[HNS/NM]

MIMS Indonesia. 11 September 2022. Zaldiar

WebMd.11 september 2022. Tramadol Hidrochlorida 

Klikdokter. 11 September 2022. Zaldiar

Medscape. 11 September 2022. Tramadol+Paracetamol