Sukses

Pengertian Normetec

Normetec merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet salut selaput yang diproduksi oleh Pfizer Indonesia. Normetec adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi esensial pada pasien yang tidak terkontrol dengan baik oleh olmesartan medoxomil atau amlodipine monotherapy. Normetec mengandung zat aktif Amlodipine besylate dan Olmesartan medoxomil.

Keterangan Normetec

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Angiotensin II Antagonis / Antagonis Kalsium / Obat Anti-Anginal
  • Kandungan :
    • Per 5 mg / 20 mg FC tab Amlodipine besylate 5 mg, olmesartan medoxomil 20 mg.
    • Per 5 mg / 40 mg FC tab Amlodipine besylate 5 mg, olmesartan medoxomil 40 mg.
    • Per 10 mg / 40 mg FC tab Amlodipine besylate 10 mg, olmesartan medoxomil 40 mg.
  • Bentuk : Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi : Pfizer Indonesia

Kegunaan Normetec

Normetec digunakan untuk mengobati hipertensi esensial pada pasien yang tidak terkontrol dengan baik oleh olmesartan medoxomil atau amlodipine monotherapy.

Dosis & Cara Penggunaan Normetec

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Normetec ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.


Dosis dan Cara Penggunaan Normetec :
Dewasa Dosis biasa: 1 tab setiap hari. Pengobatan tidak boleh dimulai dengan kombinasi ini. Dianjurkan titrasi dosis.
Gangguan ginjal lansia (ringan sampai sedang) :
Dosis maksimal : Olmesartan medoxomil 20 mg 1 x per hari.

Efek Samping Normetec

Pembengkakan di kaki (Edema perifer, edema), kelelahan, gangguan sistem saraf, pusing, sakit kepala, gangguan pembuluh darah, hipertensi, gangguan saluran cerna, mual, jantung berdebar, vertigo, muntah, pencernaan yg terganggu, diare, sembelit, mulut kering, sakit perut bagian atas , pembengkakan di wajah, hipersensitivitas obat, peningkatan kreatinin dan asam urat darah, kelebihan kalium (hiperkalemia), kejang otot, nyeri ekstremitas dan nyeri punggung, pusing postural, lesu, kehilangan kesadaran (sinkop), penurunan libido, sesak nafas (dyspnoea), batuk, ruam, biduran, hipotensi,. jantung koroner (Angina pektoris), bronkitis, batuk, sakit perut, radang sendi, nyeri rangka, infeksi saluran kemih, nyeri dada, gejala mirip influenza, nyeri,

Kontraindikasi :

  • Reaksi berlebih atau alergi (Hipersensitif) terhadap dihidropiridin.
  • Gangguan ginjal berat, gagngguan hati berat atau obstruksi bilier.
  • Syok kardiogenik, angina pektoris tidak stabil.
  • Jangan bersama-sama menggunakan aliskiren dengan Normetec pada pasien dengan diabetes.
  • Kehamilan dan laktasi.

Interaksi Obat :

  • Dapat berinteraksi dengan obat-obatan Aliskiren, colesevelam HCl, suplemen K, diuretik hemat K, pengganti garam yang mengandung K, heparin, penghambat ACE, litium, hipertensi lainnya (misalnya, α-blocker, diuretik), obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID) termasuk inhibitor COX-2 dan asam asetilsalisilat.
  • Inhibitor CYP3A4 (misalnya, ketoconazole, itraconazole, ritonavir), penginduksi CYP3A4 (misalnya, rifampisin, Hypericum perforatum), cimetidine, Al / Mg, sildenafil, atorvastatin, digoxin, etanol, warfarin, tacrolimus.

Kategori Kehamilan :
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Normetec ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait