Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeInfo SehatJantungDaftar Komplikasi Hipertensi yang Mesti Diwaspadai
Jantung

Daftar Komplikasi Hipertensi yang Mesti Diwaspadai

dr. Alvin Nursalim, 02 Nov 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi, khususnya jika tak diobati. Ini deretan komplikasi akibat hipertensi yang mesti diwaspadai.

Daftar Komplikasi Hipertensi yang Mesti Diwaspadai

Hipertensi alias tekanan darah tinggi adalah penyakit mematikan yang sering dipandang sebelah mata. Padahal, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi ketika tidak diobati dengan tepat.

Apalagi hipertensi bisa terjadi tanpa gejala sama sekali, bahkan ketika tekanan darah mencapai level yang sangat tinggi. Ambang batas tekanan darah normal adalah 120 per 80 mmHg. Hipertensi muncul ketika tekanan darah melebihi batas tersebut.

Nah, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan sejumlah komplikasi. Di bawah ini komplikasi penyakit hipertensi yang mesti kamu waspadai.

1. Serangan Jantung

Tekanan darah tinggi terus-menerus perlahan bisa merusak dinding pembuluh darah. Kerusakan ini mempermudah kolesterol melekat pada dinding pembuluh darah.

Makin banyak kolesterol yang menumpuk, maka diameter pembuluh darah kian mengecil sehingga lebih mudah tersumbat.

Penyumbatan di pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung dan berisiko mengancam nyawa.

2. Gagal Jantung 

Penyempitan pembuluh darah akibat hipertensi memperberat kerja jantung. Apabila tidak segera diobati, jantung yang terus bekerja keras bisa kelelahan dan melemah.

Jika kondisi ini terus berlanjut, risiko gagal jantung bisa meningkat. Gejala komplikasi dari hipertensi ini ditandai dengan rasa lelah berkepanjangan, napas pendek, dan pembengkakan pada kaki.

Artikel lainnya: Cara Merawat Diri sebagai Penderita Hipertensi

3. Stroke

Kerusakan pembuluh darah di jantung juga bisa berdampak pada bagian otak. Keadaan ini dapat memicu penyumbatan yang disebut stroke.

Tingkat kelangsungan hidup dan keparahan gejala stroke yang ditimbulkan tergantung dari seberapa cepat penderita mendapatkan pertolongan. Selain menyebabkan stroke, komplikasi hipertensi juga ada kaitannya dengan demensia dan penurunan kognitif.

4. Emboli Paru 

Pembuluh darah di paru-paru juga bisa rusak dan tersumbat akibat tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.

Ketika arteri yang membawa darah ke paru-paru tersumbat, terjadilah emboli paru. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan pertolongan medis segera.

5. Gangguan Ginjal

Konsumsi Minuman Berenergi Saat Mudik, Picu Gangguan Ginjal? (Magic Mine/Shutterstock)

Tekanan darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Lama-kelamaan, kondisi ini membuat ginjal tidak sanggup melakukan tugasnya dengan baik sehingga berujung pada gagal ginjal.

Fungsi ginjal dalam membuang produk limbah dari tubuh jadi berkurang sehingga diperlukan tindakan cuci darah hingga transplantasi ginjal.

Artikel lainnya: Sakit Kepala Gara-Gara Hipertensi, Apa Mungkin?

6. Kerusakan Mata 

Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan retina menebal. Padahal, lapisan ini berfungsi menangkap cahaya yang selanjutnya diolah otak supaya kamu bisa melihat. 

Tekanan darah tinggi juga bikin pembuluh darah ke arah retina menyempit. Akibatnya, pembengkakan retina dan penekanan saraf optik terjadi. Kondisi ini bisa memicu gangguan penglihatan bahkan kebutaan.

7. Pembuluh Aorta Robek

Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menekan dinding bagian dalam pembuluh darah aorta, yaitu pembuluh darah arteri terbesar yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Risiko diseksi aorta alias robeknya dinding pembuluh darah aorta pun meningkat.

Pada tahap awal, robekan ini memisahkan dinding bagian dalam dan bagian terluar dari pembuluh darah. Akibatnya, darah masuk ke dalam ruangan ini. Pada keadaan yang lebih parah, pembuluh darah bisa pecah dan mengancam nyawa.

8. Kaki Pucat Kebiruan

Hipertensi bisa menyebabkan komplikasi berupa gangguan pembuluh darah perifer. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke kaki terganggu. 

Tekanan darah tinggi membuat plak menumpuk pada pembuluh darah. Penumpukan plak dapat menyebabkan ukuran lumen pembuluh darah kian mengecil.

Ketika ukuran lumen pembuluh darah makin kecil, aliran darah ke tungkai kaki ikut berkurang. Hal ini menyebabkan gangguan pada kaki dan jaringan perifer. Kaki dapat terlihat pucat, kebiruan, dan terasa dingin.

Artikel lainnya: Panduan Pola Makan Sehat untuk Penderita Hipertensi

Untuk mencegah sederet komplikasi hipertensi di atas, #JagaSehatmu dengan menjalani pola hidup sehat.

Berdasarkan anjuran American Heart Association, metode diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah pilihan tepat untuk menurunkan tekanan darah.

Metode diet ini berfokus pada sayur, buah, gandum utuh, dan protein rendah lemak. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, dan sodium adalah pantangannya. 

Di luar diet DASH, pengidap hipertensi harus berolahraga secara rutin untuk menurunkan berat badan dan mencegah risiko komplikasi.

Kamu direkomendasikan melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat selama 40 menit. Lakukan sebanyak tiga sampai empat kali per minggu. 

Hal lain yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit akibat hipertensi adalah mengelola stres dengan baik. Kadar stres yang tinggi dapat memperburuk kondisi hipertensi.

Tips mengontrol tekanan darah agar tidak berujung komplikasi juga bisa kamu tanyakan kepada dokter spesialis penyakit dalam lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. 

(ADT/JKT)

Hipertensi

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter