Sukses

Pengertian Nerisona

Nerisona adalah obat topikal yang mengandung diflucortolone valerate. Nerisona digunakan untuk meredakan peradangan dari dermatosis (penyakit pada jaringan kulit akibat suatu pekerjaan) yang responsif terhadap kortikosteroid.

Nerisona Combi mengandung diflucortolone valerate dan tambahan komposisi chlorquinaldol. Chlorquinaldol merupakan antibiotik topikal (dioleskan pada kulit) untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit.

Keterangan Nerisona

  1. Nerisona
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiinfalamasi topikal
    • Kandungan: Diflucortolone valerate 0.1% 
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 10 gram
    • Farmasi: Bayer Indonesia.
    • Harga: Rp104.000 - Rp181.000/ Tube
  2. Nerisona Combi
     
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti infeksi topikal dengan kortikosteroid
    • Kandungan: Diflucortolone valerate 0.1% dan chlorquinaldol 1%
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 10 gram; Tube @ 5 gram
    • Farmasi: Bayer Indonesia
    • Harga: Rp114.000 - Rp205.000/ Tube

Kegunaan Nerisona

  • Nerisona: Untuk mengatasi peradangan dari dermatosis (penyakit pada jaringan kulit akibat suatu pekerjaan) yang responsif terhadap kortikosteroid pada keadaan tanpa infeksi.
  • Nerisona Combi: Untuk mengatasi peradangan dari dermatosis (penyakit pada jaringan kulit akibat suatu pekerjaan) yang responsif terhadap kortikosteroid pada keadaan terinfeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan Nerisona

Nerisona merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

Dioleskan tipis-tipis pada bagian kulit yang terinfeksi, sebanyak 2-3 kali sehari.

Efek Samping Nerisona

Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan Nerisona adalah:

  • Hipersensitif (gatal-gatal, terbentuk ruam)

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Nerisona.

Artikel
    Penyakit Terkait