Sukses

Molexflu digunakan untuk mengatasi keluhan flu dan batuk. Apa kandungan dan manfaat obat Molexflu? Simak informasi lengkapnya di sini.

Molexflu

Golongan

Obat bebas terbatas

Kategori obat

Obat batuk dan pilek

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak 

Bentuk obat

Kaplet

Tuzalos untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori B: 

Studi pada binatang tidak menunjukkan bahwa obat berbahaya pada janin. Namun, studi terhadap wanita hamil masih tidak memadai.

 

Peringatan Menyusui

Kandungan obat di dalamnya terdistribusi ke dalam ASI, informasikan dokter jika akan mengonsumsi obat ini. 

Pengertian Molexflu

Influenza, virus penyebab flu, ada di mana-mana. Penularannya pun terhitung mudah, yakni melalui ludah atau droplet yang dibersinkan atau dibatukkan penderita.

Selain itu, tangan dan benda yang telah terkontaminasi virus dapat juga jadi media penularan.

Gejalanya meliputi bersin-bersin, tenggorokan gatal, batuk, demam, sakit kepala, serta hidung berair.

Apabila Anda sudah telanjur menderita gejala-gejala tersebut, segera atasi dengan obat yang sesuai. Salah satunya Molexflu.

Molexflu adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif paracetamolphenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleate.

Komposisi tersebut dapat membantu mengatasi gejala-gejala flu, seperti bersin-bersin, demam,  hidung tersumbat, dan sakit kepala.

Berikut penjelasan lengkap seputar dosis, efek samping, dan manfaat Molexflu.

Keterangan  Molexflu

1. Kaplet Molexflu

  • Golongan: Obat bebas terbatas
  • Kelas Terapi: Obat batuk dan pilek
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg, phenylpropanolamine HCl 12.5 mg, chlorpheniramine maleate 2 mg 
  • Kemasan: Strip @10 kaplet 
  • Farmasi: Molex Ayus
  • Harga Molexfu Kaplet: Rp17.000/strip

2. Sirup Molexflu

  • Golongan: Obat bebas terbatas
  • Kelas Terapi: Obat batuk dan pilek
  • Kandungan: Per 5 ml mengandung paracetamol 125 mg, phenylpropanolamine HCl 3.125 mg, chlorpheniramine maleate 0.5 mg
  • Kemasan: Botol 60 ml
  • Farmasi: Molex Ayus
  • Harga Molexflu Sirup: Rp16.000/botol

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Demam dan Berbagai Penyebabnya

Kegunaan Molexflu

Obat Molexflu bermanfaat untuk mengatasi gejala-gejala flu.

Dosis dan Aturan Pakai Molexflu

Tujuan: mengatasi gejala flu

Bentuk: sirup

  • Anak usia 6-12 tahun: 3 kali sehari 2 sendok takar (10 ml).

Tujuan: mengatasi gejala flu

Bentuk: sirup

  • Dewasa: sebanyak 3 kali sehari 1 kaplet. Dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
  • Anak usia 6 - 12 tahun: minum 3 kali sehari sebanyak ½ kaplet. Dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Cara Menggunakan Molexflu

  • Perhatikan petunjuk penggunaan pada kemasan obat atau resep dari dokter. Jangan mengurangi atau melebihi dosis yang telah ditentukan.
  • Karena mengandung chlorpheniramine maleate, Molexflu dapat menimbulkan efek kantuk. Sebaiknya Anda tidak mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin selama dalam pengaruh obat ini.
  • Jika Anda menjadi susah tidur, jantung berdebar, dan pusing, hentikan penggunaan obat.
  • Konsultasi lebih lanjut dengan dokter apabila gejala flu tak kunjung berkurang dalam 3 hari.

Cara Penyimpanan

Simpan obat bebas ini pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, tempat kering, dan tidak terkena cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi

Sebaiknya hindari penggunaan Molexflu pada pasien yang punya riwayat hipersensitif pada kandungan di dalamnya.

Interaksi Obat Molexflu

Sebaiknya hindari mengonsumsi Molexflu bersama dengan obat-obat antidepresan  golongan MAOI (golongan obat antidepresan).

Peringatan dan Perhatian

  • Sebaiknya Anda tidak minum obat ini apabila Anda memiliki riwayat alergi dengan zat-zat yang terkandung di dalamnya.
  • Hindari konsumsi Molexflu jika Anda punya gangguan hati, jantung ginjal, ataupun riwayat penyakit diabetes serta gagal jantung.
  • Karena obat ini memberikan efek mengantuk, hindari aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan saat Anda sedang mengonsumsi obat ini.
  • Informasikan dokter jika Anda dalam keadaan hamil dan menyusui.
  • Informasikan juga ke dokter jika Anda mengalami reaksi efek samping yang serius usai minum obat ini.

Kategori Kehamilan

Kategori B. Studi pada binatang tidak menunjukkan bahwa obat berbahaya pada janin. Di lain sisi, studi terhadap wanita hamil masih belum memadai

Peringatan Kehamilan

Informasikan ke dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat hamil.

Artikel Lainnya: Penyebab Nyeri Sendi yang Paling Umum dan Sering Terjadi

Peringatan Menyusui

Obat ini bisa ikut terdistribusi ke ASI. Disarankan untuk menginformasikan kepada dokter apabila ibu hamil membutuhkan Molexflu.

Penyakit Terkait Molexflu

  • Flu
  • Demam
  • Pilek
  • Sakit Kepala
  • Nyeri sendi

Rekomendasi Obat Sejenis Molexflu

Dapatkan info lainnya seputar kesehatan dan gaya hidup di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

Terakhir Diperbaharui: 09 Maret 2022

Diperbaharui: Apt. Evita Fitriani, S. Farm

Ditinjau: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Referensi:

  • ISO Indonesia (2018). Molexflu.
  • MIMS Indonesia. Diakses 2022. Molexflu. 
  • Pionas BPOM. Diakses 2022. Dextrometorfan
  • Pionas BPOM. Diakses  2022. Cerdas memilih obat flu. 
  • WebMD. Diakses 2022. Phenylpropanolamine.

Reporter dan Editor

[HNS / AP]
Artikel
    Penyakit Terkait