Sukses

Pengertian Metronidazole

Metronidazole adalah obat yang diindikasikan untuk pengobatan vaginosis bakteri (penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri), gingivitis ulseratif nekrotikansi akut (salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal), infeksi gigi akut, amoebiasis (infeksi usus besar dan terkadang infeksi hati), trikomoniasis (penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit Trichomonas vaginalis), giardiasis (infeksi umum pada usus yang disebabkan oleh Giardia lamblia), infeksi bakteri anaerob, profilaksis (pencegahan) infeksi bakteri anaerob pasca operasi , pemberantasan H. pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum, bisul kaki dan luka tekan dan penyakit protozoa lainnya

Keterangan Metronidazole

  1. Metronidazole Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Lain
    • Bentuk: Tablet
    • Kandungan: Metronidazole 500 mg
    • Satuan Penjualan:Strip
    • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Bernofarm; First Medipharma; Harsen; Graha Farma; Rama Emerald Multi Sukses; Holi Pharma; Indofarma; Erela; Novapharin
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Itranidasal, Fladex, Omenizol, Flapozil, Omenizol, Grafazol, Tromezol
    • Harga: Rp. 3.000 - Rp. 22.000/ Strip
  2. Metronidazole Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik Lain
    • Bentuk: Infus
    • Kandungan: Metronidazole 500 mg / 100 mL
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 100 mL.
    • Farmasi: Finusolprima Farma Internasional; Bernofarm; Pratapa Nirmala.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Quatrosis, Progyl, Metronidazole Fresenius, Metroles
    • Harga: Rp. 20.000 - Rp. 40.000/ Botol

Kegunaan Metronidazole

Metronidazole digunakan untuk untuk pengobatan Vaginosis bakteri (penyakit vagina yang disebabkan oleh banyaknya bakteri), Gingivitis ulseratif nekrotikansi akut (salah satu komplikasi infeksi gusi yang paling awal), infeksi gigi akut, amoebiasis (infeksi usus besar dan terkadang infeksi hati), trikomoniasis (penyakit menular seksual yang disebabkan oleh serangan protozoa parasit Trichomonas vaginalis), giardiasis (infeksi umum pada usus yang disebabkan oleh Giardia lamblia), infeksi bakteri anaerob, profilaksis (pencegahan) infeksi bakteri anaerob pasca operasi , pemberantasan H. pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum, bisul kaki dan luka tekan dan penyakit protozoa lainnya

Dosis & Cara Penggunaan Metronidazole

Metronidazole merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.


Dewasa:

  • Gingivitis Ulseratif Nekrotikansi Akut
    3 x sehari 200 mg selama 3 hari.
  • Infeksi Gigi Akut
    3 x sehari 200 mg selama 3-7 hari.
  • Infeksi Bakteri Anaerob
    Dosis awal: 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari. Maksimal: 4 g / hari.
  • Profilaksis Infeksi Bakteri Anaerob Pasca Operasi
    400 mg setiap 8 jam diberikan 24 jam sebelum operasi.
  • Amoebiasis
    3 x sehari 800 mg tselama 5 hari (infeksi usus); 5-10 hari (infeksi ekstra usus). Maksimal: 2,4 g / hari.
  • Trikomoniasis
    2 g sebagai dosis tunggal, 3 x sehari 200 mg selama 7 hari atau 3 x seahri 400 mg selama 5-7 hari.
  • Giardiasis
    2 g / hari selama 3 hari, 3 x sehari 400 mg selama 5 hari atau 3 x sehari 500 mg selama 7-10 hari.
  • Vaginosis Bakteri
    2 g sebagai dosis tunggal atau 3 x sehari 400 mg selama 5-7 hari.
  • Pemberantasan H. pylori Terkait dengan Penyakit Ulkus Peptikum
    400 mg dengan kombinasi antibakteri lain dan PPI atau 400 mg, jika diberikan dengan omeprazole dan amoksisilin.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-25 derajat Celcius.

Efek Samping Metronidazole

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Ataksia (gangguan gerakan tubuh akibat masalah pada otak)
  • Sakit kepala
  • Kantuk, susah tidur
  • Halusinasi
  • Perubahan suasana hati atau keadaan mental (misalnya. depresi atau kebingungan)
  • Ketidaknyamanan uretra
  • Penggelapan urin
  • Ruam, urtikaria (biduran), pruritus (gatal)
  • Peningkatan nilai-nilai enzim hati
  • Hepatitis kolestatik
  • Penyakit kuning
  • Pankreatitis
  • Tromboflebitis (IV)
  • Gangguan saluran pencernaan (misalnya. mual, anoreksia (gangguan makan), muntah, diare, ketidaknyamanan perut, sembelit)
  • Glositis (infeksi lidah)
  • Stomatitis (luka pada mulut dan gusi)
  • Kelemahan
  • Pusing

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, ataksia, dan sedikit disorientasi.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap metronidazol dan nitroimidazol lainnya.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan kadar serum ciclosporin.
  • Dapat meningkatkan kadar busulfan dalam plasma yang mengakibatkan toksisitas busulfan yang parah.
  • Meningkatkan metabolisme dengan fenobarbital dan fenitoin yang mengakibatkan penurunan konsentrasi serum.
  • Penggunaan bersamaan dengan disulfiram dapat menghasilkan reaksi psikotik.
  • Dapat mempotensiasi efek antikoagulan oral.
  • Dapat meningkatkan risiko toksisitas litium.
  • Dapat mengurangi clearance ginjal yang mengakibatkan peningkatan toksisitas 5-fluorouracil.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Metronidazole ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).

Perhatian Menyusui
Metronidazole terserap ke dalam ASI dengan konsentrasi yang mirip dengan kadar serum ibu. Keputusan harus dibuat apakah akan menghentikan menyusui atau menghentikan obat, dengan mempertimbangkan pentingnya obat bagi ibu.

Artikel
    Penyakit Terkait