Sukses

Pengertian Methylprednisolone

Methylprednisolone merupakan obat kortikosteroid yang bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang dapat mengakibatkan timbulnya peradangan. Obat ini digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan, alergi, dan menekan kerja sistem imun. Methylprednisolone merupakan golongan obat keras, sehingga perlu di konsultasikan terlebih dahulu pada Dokter sebelum digunakan.

Keterangan Methylprednisolone

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: Hexpharm Jaya; Futamed Pharmaceuricals; Otto Pharmaceuticasl Industries; Triman; Erlimpex; Novell Pharmaceutical Lab; Novapharin; Phapros; Bernofarm; Beta Pharmacon; Mulia Farma Suci; Guardian Pharmatama; Gracia Pharmindo; Tropika Mas; Graha Farma; Mahakam Beta Farma; Natura Laboratoria Prima; Infion; Dexa Medica; Promedrahardjo Farmasi Industri; Errita Pharma; Sampharindo Perdana; First Medifarma; Molex Ayus; Ifars; Medikon Prima Lab; Yarindo Farmatama; Erela; Indofarma.
  • Kandungan:
    • Methylprednisolone 4 mg;
    • Methylprednisolone 8 mg;
    • Methylprednisolone 16 mg.

Kegunaan Methylprednisolone

Methylprednisolone digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Methylprednisolone

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Kondisi alergi :
Dewasa: 24 mg pada hari 1 (8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur) atau 24 mg sebagai dosis tunggal atau dalam 2-3 dosis terbagi; 20 mg pada hari 2 (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur); 16 mg pada hari 3 (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 4 mg sebelum tidur); 12 mg pada hari 4 (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, dan 4 mg sebelum tidur); 8 mg pada hari ke 5 (4 mg sebelum sarapan dan 4 mg sebelum tidur); 4 mg pada hari ke 6, diberikan sebelum sarapan.

Antiinflamasi atau imunosupresif :
Dewasa: dosis awalnya: 2-60 mg setiap hari dalam 1-4 dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang dirawat.

Efek Samping Methylprednisolone

  • Reaksi alergi
  • Miopati akut
  • Hipertensi
  • Tukak peptik
  • Jerawat
  • Kelemahan otot
  • Penurunan K darah

Kontraindikasi:

  • Infeksi jamur sistemik kecuali terapi anti infeksi khusus digunakan;
  • Tidak boleh di berikan bersamaan dengan vaksin

Interaksi Obat:

  • Risiko hipokalaemia jika di berikan bersamaan dengan agen penipisan K (misalnya: Amfoterisin B, diuretik).
  • Menurunkan pembersihan jika di berikan bersamaan dengan antibiotik macrolide.
  • Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
  • Meningkatkan clearance jika di berikan bersamaan dengan kolestyramine.
  • Risiko kejang jika di berikan bersamaan dengan siklosporin.
  • Meningkatkan risiko aritmia jika di berikan bersamaan dengan digitalis glikosida.
  • Menurunkan metabolisme jika di berikan bersamaan dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
  • Meningkatkan metabolisme jika di berikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya: Rifampisin, barbiturat).
  • Meningkatkan konsentrasi plasma jika di berikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 (misalnya: Ketoconazole, erythromycin).
  • Risiko efek saluran pencernaan jika di berikan bersamaan dengan aspirin atau NSAID lain.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Dapat mengurangi efek terapeutik antidiabetik.
Artikel
    Penyakit Terkait