Sukses

Pengertian Lanavir

Lanavir adalah obat yang termasuk dalam kelas terapi antivitus dan diproduksi oleh PT. Pertiwi Agung. Obat ini mengandung Methisoprinol yang di indikasikan untuk penyakit virus saluran pernapasan, eksantemik (infeksi virus yang menyerang bayi dan anak-anak), hati dan penyakit saraf tertentu, flu pada orang dewasa dan anak-anak, bronkiolitis (infeksi saluran respiratorik bawah yang disebabkan virus), rinofaringitis (infeksi yang terjadi di rongga hidung hingga tenggrokan), varisela (cacar air), campak, herpes simpleks (penyakit yang disebabkan virus yang menyerang bagian kulit, mulut, dan alat kelamin) & zoster (cacar api), parotitis (gondongan).

Keterangan Lanavir

  1. Lanavir Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antivirus
    • Kandungan: Methisoprinol 500 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Dus, 2 Strip @ 4 Tablet; Dus, 2 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: PT. Pertiwi Agung
    • Harga: Rp. 50.000 - Rp. 80.000/ Strip isi 4 Tablet
  2. Lanavir Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antivirus
    • Kandungan: Methisoprinol 250 mg/ 5 ml
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Dus, Botol @ 60 ml
    • Farmasi: PT. Pertiwi Agung
    • Harga: -

Kegunaan Lanavir

Lanavir digunakan untuk penyakit virus saluran pernapasan, eksantemik, hati & penyakit saraf tertentu, flu pada orang dewasa & anak-anak, bronkiolitis, rinofaringitis, varisela, campak, herpes simpleks & zoster, parotitis.

Dosis & Cara Penggunaan Lanavir

Lanavir merupakan golongan obat keras. Obat ini memerlukan resep dokter untuk pembelian serta penggunaannya.

  • Dewasa & anak > 5 tahun
    50 mg / kg berat badan/ hari, dapat ditingkatkan menjadi 60 mg / kg berat badan/ hari dalam 4-6 dosis terbagi.
  • Anak < 5 tahun
    50 mg / kg berat badan/ hari, dapat ditingkatkan menjadi 100 mg / kg berat badan/ hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Lanavir

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Peningkatan kadar asam urat dalam serum dan urin
  • Ruam atau gatal-gatal kulit
  • Kelelahan
  • Malaise (lemas)
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Vertigo
  • Gugup
  • Susah tidur
  • Sembelit
  • Poliuria (sering buang air kecil)


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien dengan gout atau peningkatan kadar asam urat dalam darah
  • Penyakit jantung yang menerima terapi digitalis
  • Kehamilan dan menyusui

Interaksi Obat
Meningkatkan konsentrasi plasma zidovudin.

Artikel
    Penyakit Terkait