Sukses

Pengertian Lanadexon

Lanadexon merupakan obat yang mengandung Dexamethason sebagai zat aktifnya. Lanadexon (Dexamethasone) merupakan golongon kortikosteroid. Hormon kortikosteroid berperan dalam sistem fisiologis, seperti respon stres, respon kekebalan tubuh dan pengaturan inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah, dan perilaku. Lanadexon dapat membuat kenaikan tingkat gula darah, yang dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes. Jadi bila Anda penderita diabetes ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu pada Dokter Anda.

Keterangan Lanadexon

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Dexamethason 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Stip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Landson.

Kegunaan Lanadexon

Lanadexon digunakan untuk membantu mengatasi alergi, mengobati inflamasi atau peradangan, meredakan pembengkakan otak, mengatasi edema makula (pembengkakan (edema) pada makula, daerah dekat pusat retina mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan rinci atau membaca), mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi, untuk mendiagnosis penyakit cushing, mengatasi hiperplasia adrenal kongenital.

Dosis & Cara Penggunaan Lanadexon

Lanadexon merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Lanadexon juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 0.5-9 mg dalam dosis terbagi.
  • Anak usia 6-12 tahun: 0.25-2 mg
  • Anak usia 1-5 tahun: 0.25-1 mg
  • Anak usia kurang dari 1 tahun: 0.1-0.25 mg.

Diberikan 2 kali sehari bersama dengan makanan.

Efek Samping Lanadexon

Efek samping Lanadexon yang mungkin terjadi, seperti osteoporosis (pengeroposan tulang), ulkus peptikum (kerusakan pada lapisan mukosa pada lambung), glaukoma (gangguan penglihatan), fraktur kompresi vertebral (patah tulang yang merobohkan ruas tulang belakang). Gangguan saluran cerna, nafsu makan meningkat, sistem kekebalan tubuh menurun.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Lanadexon terhadap pasien yang memiliki hipersensitivitas, infeksi aktif yang tidak diobati, penggunaan oftalmik (daerah mata) untuk penyakit virus dan jamur pada mata.

Interaksi Obat:

  • Mengurangi khasiat isoniazid, salisilat, vaksin dan toxoid.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin atau etanol dapat menyebabkan peningkatan efek samping gangguan sistem pencernaan.
  • Peningkatan aktivitas deksametason dan siklosporin bila digunakan bersama-sama.
  • Peningkatan risiko hipokalemia (kadar kalium rendah) bila digunakan bersamaan dengan obat potassium-depleting seperti amfoterisin B dan diuretik loop.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lanadexon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait