Sukses

Pengertian Iglodep

Iglodep merupakan sediaan tablet salut selaput yang mengandung sertraline HCl, obat ini diproduksi oleh Marin Liza Farmasi/ Lucas Djaja. Iglodep atau Sertraline diindikasikan sebagai obat anti depresi, serangan panik, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stres pasca-trauma, gangguan kecemasan sosial (fobia sosial), dan bentuk parah sindrom pramenstruasi (gangguan dysphoric pramenstruasi). Iglodep atau sertraline termasuk dalam golongan obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Obat ini bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu (serotonin) di otak. Obat ini juga memiliki efek yang sangat lemah pada serapan norepinefrin dan dopamin.

Keterangan Iglodep

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidepresan
  • Kandungan: Sertraline HCl 50 mg
  • Bentuk : Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi : Marin Liza Farmasi/ Lucas Djaja.

Kegunaan Iglodep

Iglodep digunakan sebagai terapi pengobatan anti depresan.

Dosis & Cara Penggunaan Iglodep

Iglodep merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan iglodep juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Depresi, Gangguan Kompulsif Obsesif
    • Dewasa: Dosis awal: 50 mg setiap hari, dapat ditingkatkan dengan peningkatan 50 mg pada interval minggu. Maksimal: 200 mg setiap hari.
    • Anak Usia 6-12 tahun: Dosis awal: 25 mg 1 x sehari
    • Anak Usia13-17 tahun: Dosis awal: 50 mg 1 x sehari. Dosis dapat ditingkatkan pada interval minimal 1 minggu. Maksimal: 200 mg setiap hari.
  2. Gangguan Panik dengan atau tanpa Agorafobia, Gangguan Stres Pasca Trauma, Gangguan Kecemasan Sosial
    • Dewasa: Dosis awal: 25 mg setiap hari, dosis ditingkatkan menjadi 50 mg setiap hari setelah minggu. Dapat ditingkatkan hingga 50 mg secara bertahap setiap minggu. Maksimal: 200 mg setiap hari.
  3. Gangguan Dysphoric Pramenstruasi
    • Dewasa: Dosis awal: 50 mg setiap hari, baik sepanjang siklus menstruasi atau selama fase luteal saja. Dosis dapat ditingkatkan 50 mg per siklus menstruasi. Maksimal: 150 mg setiap hari (untuk dosis kontinu) atau 100 mg setiap hari (selama fase luteal).
    • Pasien yang membutuhkan 100 mg setiap hari selama fase luteal saja: Awalnya, 50 mg setiap hari selama 3 hari pertama setiap periode fase luteal.

Efek Samping Iglodep

  1. Kadar gula darah rendah.
  2. Diabetes melitus.
  3. Hipertensi
  4. Hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi).
  5. Gangguan hati, pankreatitis.
  6. Takikardia (detak jantung cepat).
  7. Bronkospasme (penyempitan saluran udara).
  8. Amnesia.
  9. Kesemutan
  10. Hipotiroidisme (menurunnya sintesis dan sekresi hormon tiroid).
  11. Jumlah leukosit kurang dari normal.
  12. Hepatitis.
  13. Ketidakteraturan menstruasi
  14. Hiperterkandung kemih dan urin.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Iglodep pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Penggunaan bersamaan atau dalam 14 hari penghentian MonoAmine Oksidase Inhibitors (MAOIs), misalnya: Linezolid atau IV methylene blue.
  2. Penggunaan bersamaan dengan pimozid.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Iglodep:

  1. Dapat mengembangkan sindrom serotonin bersama obat serotonergik lainnya (misalnya: TCA, fentanyl, triptan, litium, triptofan, buspirone, tramadol).
  2. Mengurangi clearance dengan simetidin.
  3. Meningkatkan risiko perdarahan dengan obat anti inflamasi non steroid, asam asetilsalisilat, ticlopidine.
  4. Meningkatkan risiko perpanjangan QTc dan / atau aritmia ventrikel dengan obat yang memperpanjang interval QTc (misalnya: Beberapa antipsikotik dan antibiotik).
  5. Meningkatkan waktu protrombin bersama warfarin.
  6. Berpotensi Fatal: Meningkatkan risiko sindrom serotonin dengan MAOI (misalnya: Linezolid atau IV methylene blue). Tingkat plasma meningkat secara bermakna dengan pimozid.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Iglodep ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait