Sukses

Pengertian Forxiga

Forxiga adalah obat antidiabetes yang diproduksi oleh Astra Zeneca Indonesia. Forxiga mengandung Dapagliflozin yang digunakan sebagai terapi tunggal atau dapat di kombinasikan dengan obat antidiabetes lainnya untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Forxiga bekerja dengan menurunkan tingkat reabsorpsi (penyerapan kembali) gula darah, gula darah akan dikeluarkan melalui urin sehingga gula yang beredar dalam darah akan berkurang.

Keterangan Forxiga

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti diabetes
  • Kandungan: Dapagliflozin 5 mg; Dapagliflozin 10 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Blister
  • Kemasan: Blister @ 14 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Astra Zeneca Indonesia

Kegunaan Forxiga

Forxiga digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Forxiga

Forxiga termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Dosis biasa
    • Di berikan dosis 10 mg, diminum sekali sehari untuk di kombinasikan dengan metformin, pioglitazone, sitagliptin, gliclazide, glimepiride atau glyburide atau insulin.
  2. Penderita gangguan hati berat
    • Dosis awal: 5 mg, dosis dapat ditingkatkan menjadi 10 mg jika ditoleransi dengan baik.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Forxiga

Efek samping penggunaan Forxiga yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)
  • Infeksi saluran kemih
  • Pusing
  • Ruam
  • Sakit punggung
  • Penurunan CrCl ginjal

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko dehidrasi dan hipotensi jika diberikan bersamaan dengan thiazide dan loop diuretik.
  • Risiko hipoglikemia jika diberikan bersamaan dengan insulin misalnya, sulfonilurea.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Forxiga ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)
  • Jika terjadi overdosis, perawatan suportif yang tepat harus dimulai sesuai dengan status klinis pasien. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait