Sukses

Pengertian Dextamine

Dextamine adalah obat antialergi yang diproduksi oleh Phapros. Fungsi obat dextamine adalah untuk mengatasi rinitis alergi (radang selaput lendir), alergi obat, asma, hay fever, dan dermatitis kontak ataupun atopik.

Obat dextamine mengandung deksametason yang bekerja dengan mencegah aktivasi pelepasan zat-zat dalam tubuh yang dapat menyebabkan peradangan.

Kandungan lainnya, yaitu dexchlorpheniramine maleate, bekerja dengan cara menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi dapat berkurang.

Obat ini tergolong obat keras sehingga Anda membutuhkan resep dari dokter sebelum menggunakannya.

Artikel Lainnya: 4 Alergi Kulit pada Wanita yang Perlu Anda Tahu

Keterangan Dextamine

Obat Dextamine

Obat dextamine tersedia dalam bentuk kaplet dan sirup. Adapun keterangan obatnya adalah sebagai berikut:

  1. Dextamine Kaplet

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan antialergi
  • Kandungan: Deksametason (mikronisasi) 500 mcg, dexchlorpheniramine maleate 2 mg Per 5 ml
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Phapros.
  • Harga: Rp. 22.000 - Rp 41. 900 / Strip
  1. Dextamine Sirup

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan antialergi
  • Kandungan: Deksametason (mikronisasi) 500 mcg, dexchlorpheniramine maleate 2 mg Per 5 ml
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 60 ml
  • Farmasi: Phapros
  • Harga: Ro. 28.000 - Rp. 70.000 / Botol

Kegunaan Dextamine

Dextamine digunakan untuk mengatasi gejala alergi, dermatitis (peradangan pada kulit), asma kronis yang berat, rinitis alergi (bersin, pilek, dan gatal).

Namun, ingatlah bahwa obat dextamine termasuk golongan obat keras sehingga Anda tidak disarankan untuk mengonsumsinya tanpa resep dari dokter.

Artikel Lainnya: Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Alergi Makanan 

Dosis & Cara Penggunaan Dextamine

Dextamine termasuk golongan obat keras. Jadi, penggunaannya harus dengan resep dokter. Sebelum menggunakan obat ini, ada baiknya baca dan pahami cara penggunaan dextamine serta dosis yang tepat berikut ini:

Dextamine Kaplet

  • Dewasa: 1-2 kaplet, diminum 4 kali sehari.
  • Anak-anak: 1/2 kaplet, diminum 3 kali sehari.

Dextamine Sirup

  • Dewasa: 1-2 sendok takar (5-10 ml), di minum 4 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), di minum 3-4 kali sehari

Efek Samping Dextamine

Efek samping dextamine yang mungkin muncul selama penggunaan, antara lain:

  • Kelemahan otot
  • Mulut kering
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Gangguan menstruasi
  • Susah buang air kecil
  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit
  • Peningkatan nafsu makan

Kontraindikasi

Penggunaan dextamine sebaiknya dihindari pada beberapa kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap komponen yang terkandung dalam obat
  • Penderita tukak lambung
  • Penderita TBC
  • Penderita infeksi berat

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama untuk Atasi Reaksi Alergi

Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan selama penggunaan obat dextamine, di antaranya:

  • Hindari berkendara karena dapat menyebabkan kantuk.
  • Perlu perhatian khusus untuk penderita gagal jantung kongestif, diabetes, gangguan fungsi ginjal, tekanan darah tinggi, uremia, stres, glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat, dan usia lanjut.
  • Hindari penghentian obat secara tiba-tiba tanpa anjuran dokter. Apabila ingin berhenti mengonsumsi dextamine, lakukan secara bertahap.

Interaksi Obat

Obat dextamine tidak boleh diberikan bersamaan dengan golongan obat diuretik dan obat hipnotik/sedatif. 

Selain itu, efek aditif atau toksiknya meningkat jika diberikan bersamaan dengan fenobarbital dan golongan obat depresan sistem saraf pusat.

Kategori Kehamilan

Obat ini termasuk ke dalam kategori C. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan efek buruk terhadap janin. Meski penelitian terhadap manusia belum memadai, penggunaan obat ini tetap memerlukan konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Pasalnya, kandungan dextamine dapat melewati plasenta sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu proses kehamilan. Hal serupa juga ditujukan bagi wanita hamil karena obat ini dapat muncul di ASI.

Artikel
    Penyakit Terkait