Sukses

Pengertian Daonil

Daonil adalah obat antidiabetes yang diproduksi oleh Aventis Indonesia Pharma. Daonil mengandung glibenclamide yang digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Daonil bekerja menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Terapi diabetes seperti ini juga harus didukung dengan pola makan yang teratur, olahraga yang teratur, dan tetap menjaga berat badan.

Keterangan Daonil

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Obat Antidiabetes
  • Kandungan: Glibenclamide 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Aventis Indonesia Pharma

Kegunaan Daonil

Daonil digunakan untuk mengobati diabetes melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Daonil

Daonil termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Dewasa
    Dosis awalnya: ½ - 1 tablet diminum setiap hari, dosis dapat di tingkatkan setiap minggu dengan peningkatan ½-3 tablet setiap hari. Dosis > 2 tablet setiap hari harus diberikan dalam 2 dosis terbagi. Maksimal: 4 tablet setiap hari.
  • Lansia
    Dosis awal: ¼ tablet setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Daonil

Efek samping penggunaan Daonil yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal)
  • Mual
  • Mulas
  • Pruritus (gatal seluruh tubuh)
  • Urtikaria (gatal biduran)
  • Artralgia (nyeri sendi)
  • Mialgia (nyeri otot)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Daonil pada pasien:

  • Penderita diabetes melitus tipe 1
  • Penderita ketoasidosis diabetik dengan atau tanpa koma
  • Penderita gangguan ginjal atau hati berat

Interaksi Obat

  • Tingkat serum dapat berkurang jika diberikan bersamaan dengan colesevelam.
  • Dapat meningkatkan efek hipoglikemik jika diberikan bersamaan dengan MAOI, kloramfenikol, fluoroquinolon (misalnya: Ciprofloxacin), probenecid, obat anti inflamasi non steroid, penghambat ACE, fluoxetine, disopyramide, klaritromisin, salisilat, salisilat, sulfonamid, β-blocker.
  • Meningkatkan kadar serum jika diberikan bersamaan dengan antibiotik antijamur (misalnya: Mikonazol, flukonazol).
  • Dapat menurunkan efek hipoglikemik jika diberikan bersamaan dengan nonthiazide (misalnya: Furosemide) dan diuretik thiazide, kortikosteroid, fenotiazin, agen tiroid, estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat, agen simpatomimetik, rifampisin, blocker saluran Ca, isoniazid.
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan efek hepatotoksik dari bosentan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan daonil ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Berikan arang aktif. Untuk hipoglikemia ringan tanpa kehilangan kesadaran atau temuan neurologis, dapat diberikan glukosa secara oral, atau menyesuaikan dosis dan pola makan. Untuk koma hipoglikemik, berikan larutan glukosa 50% melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) cepat, dilanjutkan dengan infus larutan glukosa 10% terus menerus untuk mempertahankan kadar glukosa darah di atas 100 mg / dL.
Artikel
    Penyakit Terkait