Sukses

Pengertian Berotec

Berotec merupakan obat yang dalam bentuk sediaan inhaler dan mengandung Fenoterol Hidrobromide sebagai zat aktifnya. Fenoterol HBr digunakan untuk membantu mengobati asma dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan. Fenoterol Hidrobromide bekerja secara bronkodilasi dengan cara melebarkan pembuluh pernafasan sehingga oksigen dapat masuk dan keluar secara normal.

Keterangan Berotec

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Bronkodilator
  • Kandungan: Fenoterol HBr 200 mg/semprot
  • Bentuk: Inhaler
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Box @ 1 Inhaler
  • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia.

Kegunaan Berotec

Berotec digunakan untuk membantu mengobati asma dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernafasan.

Dosis & Cara Penggunaan Berotec

Berotec merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan berotec juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Berotec inhaler digunakan dengan cara dihirup:

  • Dewasa: 1 atau 2 kali tarik napas hingga 3-4 kali penggunaan dalam sehari. Maksimal: 1,6 gram/24 jam.
  • Anak-anak usia lebih dari 16 tahun: 1 kali inhalasi 100 mcg 3 kali sehari.

Efek Samping Berotec

Efek Samping yang mungkin timbul:

  • Gemetaran pada otot atau tengkorak kepala
  • Jantung berdebar
  • Saraf menegang
  • Sakit kepala
  • Kram otot (kadang-kadang)
  • Batuk
  • Iritasi lokal
  • Berkeringat
  • Tubuh lemas.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap Fenoterol HBr
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Obat-obat golongan beta adrenergik, antikoninergik, MAOI.

Artikel
    Penyakit Terkait