Sukses

Pengertian Avesco

Avesco adalah sediaan obat yang mengandung zat aktfi Atorvastatin. Avesco digunakan untuk menurunkan kadar kolestrol jahat (LDL atau Low Density Lipoprotein), dengan penggunaannya Avesco dapat mencegah penyakit-penyakit kardiovaskular. Avesco termasuk dalam golongan statin atau HMG CoA reductase inhibitors yang memiliki mekanisme kerja menurunkan kadar kolerterol dalam darah.

Keterangan Avesco

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Dispilidemia.
  • Kandungan: Atorvastatin 10 mg ; Atorvastatin 20 mg ; Atorvastatin 40 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: Dipa Pharma

Kegunaan Avesco

Avesco digunakan untuk menurunkan kadar Kolesterol Total, LDL, Apolipoprotein B dan Trigliserida.

Dosis dan Cara Penggunaan

Penggunaan Avesco harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dosis penggunaan Avesco secara umum:

  • Dosis awal: 10 mg 1 x sehari. Kisaran dosis: 10-80 mg 1 x sehari.
  • Hiperkolesterolemia primer dan hiperlipidemia kombinasi atau campuran: 10 mg/hari selama 2 minggu & hingga 4 minggu untuk memperoleh respon maksimal.
  • Hiperkolesterolemia familial homozigot: 80 mg. Hiperkolesterolemia familial heterozigot anak usia 10-17 tahun: 10 mg/hari, maksimal 20 mg/hari. Penyesuaian dosis sebaiknya dilakukan dengan selang waktu (interval) 4 minggu.

Diminum sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping Avesco

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Avestor adalah:

  • Gangguan pencernaan (sembelit, mual, muntah, diare, nyeri perut, kembung dan diare)
  • Insomnia
  • Alopeksi atau kebotakan pada rambut.

Kontraindikasi:
Avesco sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil dan menyusui. Pada pasien yang sedang menggunakan obat siklosporin, asam fusidic sistemik, telaprevir, glecaprevir / pibrentasvir dan kombinasi tipranavir / ritonavir sebaiknya tidak digunakan.

Interaksi Obat:

  • Obat yang menghambat enzim sitokrom p450 secara kuat seperti, itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, erythromycin, clarithromycin, telitromisin.
  • Penghambat enzim sitokrom p450 yang lebih lemah seperti fluconazole, siklosporin, verapamil, diltiazem.
  • Gemfibrozil dapat menurunkan tingkat lipid secara drastis.
  • Colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, sakuinavir , ritonavir, atau calcium channel blockers (misalnya verapamil, diltiazem, atau amlodipine) dapat meningkatkan resiko cedera otot (miopati) termasuk rhabdomyolysis.
  • Vitamin D menurunkan kadar dan konsentrasi metabolit aktifnya, namun keduanya secara sinergis mengurangi kadar LDL dan konsentrasi kolesterol total.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Avesco ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil."

 

Artikel
    Penyakit Terkait