Sukses

Pengertian Actonel

Actonel merupakan obat yang mengandung risedronate sodium sebagai zat aktifnya. Obat ini tersedia dalam dua dosis yang berbeda, yaitu Actonel A Week (35 mg) dan Actonel Once-A-Month (150 mg).

Fungsi obat Actonel adalah untuk menghindari terjadinya osteoporosis, baik pada pria maupun wanita. Actonel juga digunakan untuk membantu mengobati penyakit Paget. Penyakit Paget ini dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan cacat.

Actonel bekerja dengan meningkatkan massa tulang sehingga dapat mencegah patah tulang.

Artikel Lainnya: Faktor Risiko Osteoporosis yang Jarang Disadari

Keterangan Actonel

Berikut adalah keterangan obat Actonel, mulai dari golongan obat hingga estimasi harga:

  1. Actonel A Week 

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat yang memengaruhi metabolisme tulang.
  • Kandungan: Risedronate Sodium 35 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Box.
  • Kemasan Actonel: Box, 1 Strip @ 4 Tablet.
  • Farmasi: Norwich Pharmaceutical/ Actavis.
  • Harga: Rp. 430.000 – Rp. 700.000/ Strip.
  1. Actonel Once-A-Month

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat yang memengaruhi metabolisme tulang.
  • Kandungan: Risedronate Sodium 150 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 1 Tablet.
  • Farmasi: Norwich Pharmaceutical/ Actavis.
  • Harga: Rp. 450.000 – Rp. 780.000/ Box.

Kegunaan Actonel

Fungsi obat Actonel adalah untuk kondisi medis berikut:

  • Mencegah osteoporosis.
  • Membantu menangani penyakit Paget.
  • Membantu mencegah dan mengatasi osteoporosis setelah menopause.
  • Membantu mencegah dan mengatasi osteoporosis yang dipicu oleh penggunaan obat golongan kortikosteroid.

Artikel Lainnya: Tips Pola Hidup Sehat untuk Pencegahan Osteoporosis

Dosis & Cara Penggunaan Actonel

Actonel merupakan obat keras dan harus menggunakan resep dokter.

Secara umum, dosis penggunaan Actonel adalah sebagai berikut:

  • Actonel A Week: diminum 1 tablet, 1 minggu sekali. Sebaiknya diminum pada hari yang sama.
  • Actonel Once-A-Month: diminum 1 tablet, 1 bulan sekali.

Cara Penyimpanan Actonel

Simpan pada suhu 20-25 derajat Celsius.

Perhatian

Perhatikan beberapa hal ini ketika menggunakan obat Actonel:

  • Actonel diminum setengah jam sebelum makan, dengan air putih. Jangan menggunakan air mineral yang mengandung kalsium tinggi.
  • Jangan mengunyah atau menggerus Actonel.
  • Posisi badan harus tegak atau duduk saat meminum obat ini. Hindari berbaring 30 menit setelah meminum obat agar obat dapat menuju saluran pencernaan dengan optimal.
  • Berbaring setelah meminum Actonel dikhawatirkan dapat mengiritasi tenggorokan.

Artikel Lainnya: Kenali Osteoporosis pada Anak dan Remaja

Efek Samping Actonel

Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Actonel adalah:

  • Arthralgia (nyeri sendi).
  • Gangguan saluran cerna.
  • Dispepsia.
  • Sakit punggung.
  • Mual dan muntah.
  • Gangguan pada mata.
  • Kerontokan rambut.
  • Reaksi hipersensitivitas, misalnya ruam.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Sindrom Stevens-Johnson.

Jika efek samping menetap atau makin buruk, segera hentikan penggunaan dan konsultasi kepada dokter.

Overdosis

Penggunaan Actonel yang melebihi dosis dapat mengakibatkan gejala berikut:

  • Hipokalsemia (kekurangan kalsium di dalam darah).
  • Hipofosfatemia (kadar fosfat yang terlalu rendah dalam darah).

Bila terjadi gejala overdosis, tindakan yang dilakukan oleh dokter dapat berupa:

  • Pemberian susu atau antasida untuk mengurangi penyerapan.
  • Bilas lambung dapat dipertimbangkan dalam kasus overdosis yang substansial.
  • Dapat diberikan Ca melalui suntikan intravena agar gejala mereda.

Artikel Lainnya: Makanan untuk Menjaga Tulang Kuat

Kontraindikasi

Actonel sebaiknya tidak digunakan pada orang dengan kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap komposisi dalam obat.
  • Tidak dapat duduk atau berdiri setidaknya 30 menit setelah minum obat.
  • Hipokalsemia.

Interaksi Obat

Hindari penggunaan Actonel bersamaan dengan antasida atau suplemen mineral yang mengandung kation divalen (misalnya Al, Ca, Mg), karena dapat menyebabkan penyerapan obat berkurang.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa penggunaan obat menimbulkan efek pada janin. Sementara itu, belum ada penelitian yang cukup baik pada wanita hamil. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang didapat lebih besar dari risikonya pada janin.

Peringatan Menyusui

Belum ada data yang menjelaskan tentang keberadaan obat di dalam ASI, efek pada bayi yang disusui, atau pada produksi ASI. Sebelum obat digunakan, konsultasikan dulu kepada dokter. 

Artikel
    Penyakit Terkait