Reproduksi

Mitos dan Fakta Alat Kontrasepsi

dr. Sara Elise Wijono MRes, 23 Okt 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Banyak informasi keliru yang beredar terkait alat kontrasepsi. Bagaimana faktanya? Ketahui fakta di balik mitos alat kontrasepsi di sini.

Mitos dan Fakta Alat Kontrasepsi

Memiliki keturunan adalah idaman sebagian besar pasangan yang sudah menikah. Namun, hal itu tentu harus direncanakan dengan matang. Mulai dari jumlah anak, waktu yang tepat untuk hamil hingga jarak antar kehamilan.

Nah, penggunaan alat kontrasepsi akan sangat membantu dalam mengatur dan merencanakan memiliki anak. Namun, tentu Anda membutuhkan informasi yang benar mengenai alat kontrasepsi dan hal-hal yang berhubungan dengannya.

Artikel Lainnya: Metode-Metode Kontrasepsi beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Agar tidak terjebak pada info yang keliru, berikut beberapa mitos dan fakta alat kontrasepsi yang perlu diketahui:

1. Fakta: Menyusui Adalah Metode Kontrasepsi Alami

Menyusui secara eksklusif pada 6 bulan pertama usia bayi ternyata bisa menjadi alat kontrasepsi alami untuk sang ibu. Metode ini dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL).

Menurut beberapa jurnal, MAL disebut memiliki efektivitas dalam mencegah kehamilan hingga 98 persen. Namun, metode ini baru bisa efektif apabila menyusui dilakukan dengan frekuensi yang tinggi dan sang ibu belum kembali mengalami menstruasi.

Perlu diingat juga bahwa metode ini tidak 100 persen efektif. Artinya, masih ada kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan penggunaan alat kontrasepsi yang lebih efektif dalam menunda kehamilan.

2. Mitos: Penggunaan Alat Kontrasepsi Bisa Pengaruhi Kesuburan di Masa Depan

Banyak yang beranggapan penggunaan alat kontrasepsi akan membuat Anda jadi susah hamil di masa depan. Hal ini yang kemudian membuat banyak ibu enggan menggunakan alat kontrasepsi.

Padahal, anggapan itu hanyalah mitos alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi memang mengatur kesuburan Anda agar kehamilan tidak terjadi.

Namun, jika penggunaan dihentikan, kesuburan akan kembali seperti semula.  Waktu kembalinya kesuburan ini akan bergantung pada jenis alat kontrasepsi yang Anda gunakan.

Misalnya, pada penggunaan alat kontrasepsi pil dan spiral, kesuburan dapat langsung kembali setelah Anda menghentikan penggunaannya.

Akan tetapi, pada alat kontrasepsi suntik, membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk mengembalikan kesuburan.

3. Mitos: Kontrasepsi Hanya Dibutuhkan Perempuan hingga Berusia 35 Tahun

Faktanya, perempuan masih bisa hamil hingga berusia lebih dari 40 tahun, selama belum memasuki masa menopause. Umumnya, menopause dialami perempuan ketika berusia 40 tahun ke atas.

Oleh sebab itu, berhati-hatilah jika Anda belum menopause, sebaiknya Anda tetap menggunakan alat kontrasepsi. Jangan sampai mitos alat kontrasepsi ini membuat kehamilan yang tidak direncanakan.

4. Mitos: Alat Kontrasepsi Bisa Membuat Gemuk

Alat kontrasepsi terdiri dari dua jenis, yaitu hormonal dan non-hormonal. Di antaranya keduanya, hanya hormonal yang dapat meningkatkan berat badan. Adapun yang non-hormonal sama sekali tidak memengaruhi berat badan Anda.

Alat kontrasepsi hormonal punya kandungan estrogen yang bisa memengaruhi peningkatan nafsu makan dan retensi cairan tubuh. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak selalu terjadi pada setiap pengguna.

Terbukti, ada banyak juga pengguna alat kontrasepsi hormonal yang tidak mengalami perubahan berat badan secara signifikan.

Artikel Lainnya: 8 Pilihan Kontrasepsi yang Tepat untuk Ibu Menyusui

5. Mitos: Morning Pill Bisa Digunakan untuk Menggugurkan Kandungan

Morning pill atau kontrasepsi darurat adalah metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan pasca-hubungan seksual yang dilakukan tanpa pengaman. 

Kontrasepsi ini dapat mencegah lebih dari 95 persen kehamilan bila digunakan 3-5 hari usai hubungan seksual berisiko.

Jenis kontrasepsi tersebut bekerja dengan mencegah proses ovulasi dan pembuahan. 

Namun, apabila proses pembuahan telah terjadi, morning pill tidak akan efektif lagi dan kehamilan tetap akan terjadi. Jadi, jangan percaya pada mitos alat kontrasepsi yang satu ini.

Artikel Lainnya: 

6. Fakta: Penggunaan Kontrasepsi Harus Sesuai Jadwal agar Efektif

Berbagai metode kontrasepsi memiliki cara penggunaan dan jadwalnya masing-masing. Pil KB, misalnya, perlu diminum setiap hari dan sebaiknya pada jam yang sama.

Sayangnya, mitos alat kontrasepsi yang sering beredar adalah pil KB cukup diminum saat berhubungan. Hal ini tentunya bisa menyebabkan pil KB menjadi tidak efektif mencegah kehamilan.

Contoh lain, suntik KB umumnya berjangka waktu satu dan tiga bulan. Pastikan Anda kontrol sesuai jadwal. Jika terlambat, gunakan alat kontrasepsi lain sementara waktu, misalnya kondom.

Jadi, agar tetap efektif penggunaan masing-masing metode kontrasepsi harus dengan cara tepat dan sesuai jadwal.

7. Mitos: Tidak Perlu Pakai Kontrasepsi Jika Berhubungan Intim Hanya Sekali

Faktanya, kapan pun Anda berhubungan intim, selalu ada kemungkinan kehamilan terjadi. Artinya, walaupun bercinta untuk pertama kalinya atau hanya satu kali berhubungan intim, kehamilan tetap dapat terjadi. 

Jika Anda dan pasangan ingin menunda kehamilan, wajib menggunakan kontrasepsi kapan pun berhubungan intim.

Pada dasarnya alat kontrasepsi telah teruji secara klinis, sehingga aman untuk digunakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk menentukan jenis yang sesuai untuk Anda, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan ataupun bidan terdekat.

Artikel Lainnya: Cara Terbaik Kenalkan Kontrasepsi pada Remaja

Itulah beberapa fakta dan mitos alat kontrasepsi yang beredar di masyarakat. Kalau Anda masih punya kekhawatiran lain seputar alat kontrasepsi atau kese, jangan ragu tanyakan pada dokter melalui fitur Tanya Dokter

Jangan lupa untuk terus #JagaSehatmu, ya!

(HNS/AYU)

Alat Kontrasepsi