Keringat Malam pada Menopause, Normal atau Tidak?
dr. Dyah Novita Anggraini, 25 Okt 2016
Saat menopause, wanita kerap mengalami keluarnya keringat di malam hari. Apakah ini penyakit ataukah normal terjadi?
:strip_icc():format(webp)/article/LZXPhnNqXdossdzbCP5jl/original/003462700_1483453135-Keringat-Malam-pada-Menopause-Normal-atau-Tidak.jpg)
Menopause merupakan fase kehidupan yang akan dialami oleh setiap wanita. Saat memasuki fase ini, banyak wanita yang mengeluhkan keluarnya keringat di malam hari. Normalkah? Atau jangan-jangan ini gangguan kesehatan?
Keringat malam pada wanita menopause dikenal dengan sebutan hot flashes. Kondisi ini menyebabkan rasa hangat secara tiba-tiba, yang dimulai dari daerah wajah, leher dan dada. Kulit di daerah pipi pun menjadi kemerahan, dengan diikuti keluarnya keringat. Bahkan terkadang, jantung berdebar kencang atau tubuh menggigil.
Hot flashes berkaitan dengan berkurangnya kadar hormon estrogen, di mana kondisi ini turut berpengaruh pada hypothalamus yang berfungsi menstabilkan suhu tubuh. Terjadi di malam hari, karena saat di waktu tersebut kadar hormon estrogen menjadi sangat rendah. Ini menyebabkan hypothalamus menginterpretasikan tubuh untuk menaikkan suhu. Kemudian otak akan memberikan sinyal pada organ-oran tubuh untuk menyeimbangkan suhu panas tersebut.
Artikel Lainnya : Panduan Pola Hidup Sehat Saat Menopause
Suhu panas tak hanya membuat tubuh merespon dengan mengeluarkan keringat, organ jantung juga akan bekerja lebih cepat. Pembuluh darah di bawah kulit pun akan melebar, sehingga darah dapat mengalir ke seluruh tubuh dengan cepat guna mengurangi rasa panas tersebut.
Hot flashes terbagi menjadi dua tipe, yakni:
- Standard Hot Flashes
Tipe ini muncul dan bertahan selama beberapa menit, dengan intensitas panas maksimal.
- Slow hot flashes
Tipe ini dapat bertahan selama setengah jam sampai satu jam, dengan intensitas panas yang rendah.
Jika Anda menopause dan kerap mengalami keringat malam, tidak perlu khawatir. Kondisi ini normal dan bukan merupakan suatu penyakit. Agar tidak terlalu sering mengalami keringat malam akibat hot flashes, hindari merokok, jaga berat badan tetap ideal, konsumsi asupan bergizi seimbang, cukup istirahat dan rutin berolahraga. Mudah, bukan?
(NB/RH)
Artikel Terkait
Lihat Semua:strip_icc():format(webp)/article/lCIPOtLX2p_IstjZ2giW3/original/035677000_1515879366-Keputihan-Warna-Ini-Bisa-Jadi-Tanda-Penyakit-Menular-Seksual-By-Siriluk-ok-shutterstock.jpg)
Keputihan Warna Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Menular Seksual
Reproduksi25 Jul 2022
Jangan sepelekan keputihan. Warna keputihan tertentu dapat menjadi gejala penyakit menular seksual. Simak ulasannya di sini.
:strip_icc():format(webp)/article/Ad8gAyw0-FxWMV5AQ0NZJ/original/098427700_1557112755-Apa-Bedanya-Kista-Bartholin-Kista-Nabothi-dan-Kista-Gartner-By-Patricia-Hofmeester-Shutterstock.jpg)
Apa Bedanya Kista Bartholin, Kista Nabothi, dan Kista Gartner?
Reproduksi24 Jun 2022
Sama-sama berada di organ intim wanita, coba kita kenali perbedaan kista Bartholin, kista Nabothi, dan kista Gartner di sini.
:strip_icc():format(webp)/article/mvGAqnnSRTYDDLMsx-VM7/original/032304700_1522431611-Benarkah-Sering-Makan-Makanan-Manis-Memicu-Keputihan-By-shurkin_son-shutterstock.jpg)
Benarkah Sering Makan Makanan Manis Picu Keputihan?
Reproduksi14 Jun 2022
Ada beragam penyebab dari keputihan. Apakah salah satunya adalah akibat terlalu sering mengonsumsi makanan manis? Cari tahu jawabannya di artikel berikut.