HomeInfo SehatReproduksi10 Efek Samping Pil KB yang Paling Sering Muncul
Reproduksi

10 Efek Samping Pil KB yang Paling Sering Muncul

Aprinda, 04 Sep 2023

Ditinjau oleh dr. Gia Pratama

Icon ShareBagikan
Icon Like

Pil KB sangat berguna untuk mencegah kehamilan. Namun, ada sejumlah efek samping penggunaan pil KB yang perlu Anda perhatikan.

10 Efek Samping Pil KB yang Paling Sering Muncul


Pil KB merupakan salah satu metode kontrasepsi yang banyak diandalkan wanita untuk mencegah kehamilan. Selain itu, pil KB juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan haid, endometriosis, premenstrual syndrome (PMS), dan bahkan jerawat.

Biasanya pil KB mengandung hormon sintetis estrogen, progesteron, atau kombinasi keduanya. Oleh karena itu, tak jarang beberapa efek samping pil KB dapat muncul.

Efek samping penggunaan pil KB sampai saat ini masih menjadi perbincangan. Sebagian besar efek samping tersebut tergolong ringan, namun ada juga yang sampai mengganggu aktivitas.

Berikut beberapa efek samping pil KB yang umumnya dikeluhkan:

1. Flek di Antara Siklus Haid

Perdarahan atau flek di antara siklus haid sering dialami wanita yang mengonsumsi pil KB. Kondisi ini biasanya akan membaik setelah 3 bulan pemakaian pil KB.

Perdarahan ini terjadi karena rahim sedang "beradaptasi" pada dinding endometrium yang lebih tipis dan tubuh pun sedang beradaptasi pada perubahan hormon yang terjadi.

Namun, kamu jangan khawatir. Meski kamu mengalami flek atau perdarahan di antara siklus haid, pil KB tersebut masih bekerja efektif asalkan dikonsumsi sesuai dosis yang tepat dan teratur.

2. Sakit Kepala

Kandungan hormon yang terdapat di dalam pil KB dapat meningkatkan risiko efek samping terjadinya sakit kepala dan migrain. Setiap jenis dan dosis pil kB dapat memberikan gejala nyeri kepala yang berbeda-beda.

Sebagai pencegahan, penggunaan pil KB dengan dosis yang rendah dapat membantu mengurangi terjadinya nyeri kepala. Namun sebetulnya gejala ini dapat menghilang dengan sendirinya seiring dengan pemakaian pil KB.

3. Berat Badan Naik

Disampaikan oleh dr. Gia, beberapa wanita melaporkan peningkatan berat badan setelah memulai pil KB.

Namun, tidak semua wanita yang mengonsumsi pil KB mengalami hal ini.

Efek peningkatan berat badan pun hanya bersifat sementara. Sebetulnya, peningkatan berat badan terjadi karena adanya retensi (penumpukan) cairan, bukan karena lemak yang bertambah. Biasanya terjadi di area payudara dan pinggul.

Artikel Lainnya: Adakah Batas Maksimal Penggunaan Pil KB?

4. Gangguan Haid

Sama seperti KB suntik, implan, atau IUD, pil KB juga dapat menyebabkan gangguan haid karena mengandung hormonal.

Namun, telat haid juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Misalnya stres, gangguan tiroid, kurang gizi, atau kondisi medis tertentu. Untuk itu, jika kamu mengalami telat haid sebaiknya lakukan test pack terlebih dahulu.

5. Perubahan Cairan Vagina

Ketika mengonsumsi pil KB, kamu dapat mengalami efek samping berupa perubahan produksi cairan vagina. Cairan vagina untuk "pelumas" dapat bertambah banyak atau bisa juga justru menurun.

Jika kamu mengalami vagina kering, penggunaan cairan lubrikan buatan dapat membantu saat berhubungan seks. Namun, jika perubahan cairan vagina tersebut disertai dengan perubahan warna atau berbau, kemungkinan kamu mengalami vaginitis.

6. Nyeri Payudara

"Beberapa wanita dapat mengalami pembengkakan atau rasa nyeri pada payudara akibat perubahan hormon akibat pil KB", ujar dr. Gia.

Kandungan hormon estrogen dan progesteron yang terdapat dalam pil KB dapat berpengaruh pada payudara.

Payudara kamu dapat menjadi lebih besar, bahkan menyebabkan rasa nyeri. Namun, efek samping pil KB ini hanya berlangsung sementara dan akan hilang dengan sendirinya.

Jika kamu merasakan nyeri terus-menerus, terlebih jika disertai dengan benjolan pada payudara, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Artikel Lainnya: Ciri-Ciri Pil KB Tidak Cocok Kamu Minum

7. Perubahan Mood

"Pil KB dapat mempengaruhi suasana hati dan menyebabkan perubahan suasana hati atau gejala ringan depresi pada sebagian wanita", ungkap dr. Gia

Seperti efek samping pil KB lainnya, umumnya hal ini hanya bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa lama.

8. Perubahan Hasrat Seksual

Libido atau hasrat seksual dapat menurun pada beberapa pemakai pil KB. Hormon dalam pil KB menimbulkan penurunan produksi hormon androgen pada indung telur (ovarium).

Padahal, hormon androgen berperan pada proses timbulnya hasrat berhubungan intim.

Sebaliknya, pada beberapa orang lain, konsumsi pil KB malah dapat menambah libido. Penjelasannya mungkin adalah walaupun terdapat penurunan androgen, namun jumlahnya tidak sampai berpengaruh terhadap hasrat seksual.

Beberapa efek psikologis dari konsumsi pil KB juga mungkin membuat Anda lebih percaya diri sehingga libido meningkat. Misalnya, merasa terlindungi dari kehamilan, PMS, kulit yang bebas jerawat, dsb.

9. Mual dan Muntah 

Efek samping ini biasanya terjadi pada awal penggunaan pil KB. Namun, kondisi ini bisa berkurang seiring waktu.

Minum pil KB bersamaan dengan makanan atau sebelum tidur dapat membantu mengurangi mual.

10. Perubahan Pola Tidur

"Beberapa wanita melaporkan perubahan pola tidur, seperti sulit tidur atau malah terlalu banyak setelah minum pil KB."

Namun tidak semua wanita yang menggunakan pil KB mengalaminya. Pasalnya, tiap tubuh berbeda-beda memberikan respons terhadap pil KB.

Artikel Lainnya: Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Wanita Berhenti Minum Pil KB

Sebelum menggunakan pil KB, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa efek samping dan bagaimana cara mengatasinya.

Timbulnya efek samping pada penggunaan pil KB tentunya tidak nyaman bagi penggunanya. Namun, tidak perlu terburu-buru merasa khawatir. Efek samping juga tidak pasti terjadi pada semua pemakai pil KB.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa efek samping ini sering kali hanya muncul sementara. Jadi, saat keluhan tersebut timbul, awasi dahulu selama beberapa bulan.

Umumnya, keluhan membaik dengan sendirinya setelah tubuh beradaptasi dengan perubahan hormonal akibat konsumsi pil KB.

Agar kadar hormon di tubuh kamu tetap stabil, jangan lupa mengonsumsi pil KB secara teratur. Bahkan, kamu sebenarnya disarankan meminumnya pada waktu yang sama setiap hari. Gunakan pengingat seperti alarm atau kotak obat agar kamu tidak lupa.

Jika kamu mengalami efek samping pil KB yang sangat mengganggu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

Kamu bisa melakukan konsultasi secara daring lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter. Download aplikasi KlikDokter sekarang dan dapatkan berbagai informasi untuk bantu #JagaSehatmu!

(NM)

Efek Samping Pil KB

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter