HomeInfo SehatReproduksiBenarkah Sering Makan Makanan Manis Picu Keputihan?
Reproduksi

Benarkah Sering Makan Makanan Manis Picu Keputihan?

dr. Sara Elise Wijono MRes, 14 Jun 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ada beragam penyebab dari keputihan. Apakah salah satunya adalah akibat terlalu sering mengonsumsi makanan manis? Cari tahu jawabannya di artikel berikut.

Benarkah Sering Makan Makanan Manis Picu Keputihan?

Sebagian besar orang menyukai rasa manis, karena rasa tersebut adalah rasa yang secara alami disukai oleh manusia sejak bayi. Meski demikian, bukan berarti kamu boleh mengonsumsi hidangan manis secara berlebihan. 

Seperti yang umum diketahui, mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebih dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah keputihan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di University of Maryland, Amerika Serikat, jenis makanan yang banyak mengandung pemanis tambahan seperti cupcake, es krim, atau permen dapat menjadi pemicu keputihan.

Lalu, mengapa makanan manis bisa menjadi penyebab keputihan? Simak penjelasannya di bawah ini, ya. 

Artikel lainnya: Jenis-Jenis Keputihan yang Perlu Anda Tahu

Bagaimana Makanan Manis Memicu Keputihan?

Gula dan pemanis tambahan dalam makanan yang kamu konsumsi bisa menjadi sumber makanan kuman pada daerah kewanitaan. Akibatnya, pertumbuhan kuman akan meningkat sehingga bisa mendatangkan masalah kesehatan pada vagina. 

Hal inilah yang menjadi awal dari munculnya keputihan hingga aroma tak sedap pada vagina.

Lebih lanjut, mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak dalam jangka waktu lama—apalagi ditambah dengan adanya riwayat diabetes di dalam keluarga—dapat meningkatkan risiko terkena diabetes di kemudian hari.

Biasanya, wanita yang memiliki diabetes lebih sering mengalami keputihan dibandingkan dengan wanita lain yang tidak memiliki diabetes. 

Keputihan ini terutama disebabkan oleh adanya infeksi jamur Candida, yang dapat meningkatkan keasaman pada area kewanitaan sehingga mengganggu stabilitas vagina.

Infeksi jamur Candida pada vagina dapat menimbulkan gejala keputihan berupa: keputihan berwarna putih susu yang menggumpal, rasa gatal, perih, dan terasa terbakar—terutama setelah berhubungan intim.

Artikel lainnya: Penyebab Keputihan Warna Putih Susu dan Cara Mengatasinya

Sebetulnya, jamur Candida merupakan flora normal yang terdapat dalam tubuh (terutama berada di dalam usus). Artinya, jika dalam jumlah normal dan berada di tempat yang tepat sebetulnya tidak akan menimbulkan masalah bagi kesehatan. 

Namun, masalah dapat timbul jika kuantitas flora meningkat dan berpindah ke tempat yang tidak seharusnya. Pada kasus ini, seperti ke vagina. 

Peningkatan kadar gula dalam darah penyandang diabetes menyebabkan kadar gula yang tinggi pula di dalam cairan vagina. Kondisi ini menjadi lingkungan yang baik untuk jamur Candida tumbuh dengan subur, dan memicu infeksi di vagina.

Tips Konsumsi Makanan Manis Tanpa Takut Keputihan

Ya, memang benar bahwa makanan manis bisa menjadi penyebab keputihan. Namun, kamu tetap boleh, kok, mengonsumsi makanan manis asalkan tidak berlebihan. 

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengontrol kadar gula darah dalam tubuh dengan cara menjaga pola makan serta berolahraga secara rutin.

Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2013 menyatakan, batas konsumsi gula total adalah empat sendok makan per orang per harinya. 

Artikel lainnya: Bahaya di Balik Keputihan Menggumpal

Berhati-hatilah dengan makanan atau minuman kemasan yang sering kali tinggi gula. Lebih baik buat sendiri makanan dan minuman di rumah, sehingga kadar gula dapat ditakar dengan baik. 

Nah, bagi penyandang diabetes, jangan lupa untuk membatasi gula dan mengonsumsi obat diabetes secara teratur.

Supaya kamu tidak terlalu sering mengalami keputihan akibat jamur Candida ini, selain dengan mengontrol kadar gula darah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Hindari mengenakan celana dan celana dalam yang terlalu ketat.
  • Pilih celana dalam berbahan katun agar lebih mudah menyerap keringat, sehingga area kewanitaan tidak lembap.
  • Perbanyak flora normal vagina, yaitu bakteri baik Lactobacillus, untuk menyeimbangkan jumlah bakteri penyebab keputihan pada vagina. Caranya bisa dengan mengonsumsi probiotik seperti yoghurt secara rutin.
  • Jika kamu mengonsumsi buah-buahan, makanlah secara perlahan dan bertahap, bukan dengan langsung menghabiskannya. Ini bertujuan untuk menghindari lonjakan gula darah, dan supaya gula dari buah tidak memengaruhi kondisi vagina.

Makanan manis memang bisa menjadi penyebab keputihan. Jadi, batasilah konsumsi gula harianmu. Terlebih jika kamu memiliki diabetes atau punya riwayat diabetes dalam keluarga, bijaklah dalam memilih apa yang dikonsumsi. 

Pastikan juga untuk memelihara kebersihan vagina, menjaganya tetap kering dan tidak lembap, serta kenakan pakaian dalam yang tepat agar sirkulasi udara vagina tidak terganggu.

Cari tahu informasi lainnya mengenai kesehatan organ reproduksi di aplikasi KlikDokter. Kamu juga bisa konsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam. Yuk, #JagaSehatmu selalu!

[RS]

Makanan ManisgulaKeputihan

Konsultasi Dokter Terkait