Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Angka COVID-19 Naik Lagi, Ini Beda Gejala Omicron dan Flu

Angka COVID-19 Naik Lagi, Ini Beda Gejala Omicron dan Flu

Nyaris mirip, perbedaan gejala Covid Omicron dan flu dapat diketahui dari sejumlah aspek. Selengkapnya, simak ulasan berikut.

Gejala COVID-19 Omicron dan flu yang sulit dibedakan berkontribusi pada peningkatan penyebaran mutasi virus corona tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI pada Selasa (4/1/2022), Omicron menyumbang pertambahan pasien positif Covid di Indonesia sebanyak 254 orang.

Jumlah ini mungkin jauh lebih banyak jika menimbang keberadaan Omicron yang hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). 

Pasalnya, tes WGS di Indonesia sangatlah terbatas. Jumlahnya tidak sebanyak PCR dan antigen yang dapat diakses di banyak tempat.  

Sementara, jumlah kasus positif coronavirus di Indonesia kembali meningkat seiring masifnya penularan Omicron alias B.1.1.529. Laporan Kemenkes RI per Kamis (6/1/2022) mengungkapkan adanya penambahan kasus COVID-19 sebanyak 533 orang.

Jumlah tersebut menggenapkan total kasus positif SARS-CoV-2 di Indonesia sebanyak 4.264.669. Sebanyak 4.115.358 pasien dinyatakan sembuh, dan 144.116 orang meninggal dunia.

Artikel Lainnya: Penyebab Hidung Tersumbat tapi Tidak Pilek

1 dari 2 halaman

Beda Gejala Omicron dan Flu

Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia perlu disikapi dengan cermat. Salah satu caranya yaitu dengan memahami perbedaan gejala Omicron dan flu. 

Gejala infeksi B.1.1.529 sering dilaporkan menyerupai infeksi virus influenza penyebab flu. Meski begitu, keduanya sangatlah berbeda.

Mencermati perbedaan keduanya dapat membantu mencegah penularan Omicron. Upaya ini meminimalkan risiko penularan terhadap kelompok rentan, seperti pengidap gangguan kekebalan, gangguan psikologis, maupun penyakit bawaan lainnya.

Berikut beda gejala Omicron dan flu yang perlu Anda tahu:

1. Gejala

Omicron dan flu sama-sama bisa menyebabkan gejala berupa bersin, hidung meler, gatal, dan tersumbat, batuk, nyeri otot, kelelahan, lemah, mual, muntah, hingga demam.

Meski begitu, demam akibat infeksi Omicron berbeda dengan flu. Suhu tubuh orang yang terkena virus COVID-19 Omicron bisa melebihi 38 derajat Celsius. 

Sementara, influenza menyebabkan penderitanya mengalami demam biasa, berkisar 37,2 derajat Celsius.

Perbedaan lainnya, infeksi Omicron dapat mencetuskan sesak napas serta percepatan denyut nadi dan jantung. 

Sementara, flu mungkin bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan memengaruhi kondisi jantung, namun kasus ini sangat jarang terjadi. 

Artikel Lainnya: Perlukah Suntik Vaksin Influenza Selama Pandemi Corona?

2. Masa Inkubasi

Lama masa inkubasi COVID-19 Omicron diduga jauh lebih cepat dibanding varian virus corona lainnya.

Jika varian SARS-CoV-2 lain dapat berinkubasi selama 2-14 hari, Omicron diduga hanya membutuhkan waktu 2-7 hari. 

Sementara, virus influenza dapat berinkubasi selama 24 jam hingga 7 hari. Selama rentang tersebut, gejala infeksi dapat muncul.

Karena gejala dan masa inkubasinya nyaris mirip, para ahli menyarankan individu yang mengalami gejala Omicron ataupun flu agar melakukan langkah cepat tanggap.

Disampaikan dr. Lisa Barrett, spesialis penyakit menular dari Dalhousie University, Kanada, langkah cepat tanggap yang dimaksud yaitu segera mengisolasi diri dan menjalani pemeriksaan antigen ataupun PCR.

“Bahkan, bila perlu lakukan tes skrining lebih dari satu kali pada hari yang berbeda. Hal ini agar memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat,” katanya.

Menurut dr. Devia Irine Putri, pemeriksaan Covid merupakan cara paling aman untuk mengetahui beda infeksi Omicron dengan influenza.

“Karena, keluhan pada flu bisa tumpang tindih dengan gejala Covid varian Omicron,” katanya.

3. Komplikasi Lanjutan

Perbedaan infeksi Omicron dan influenza juga terletak pada komplikasi medis pascainfeksi. Menurut dr. Daniel Culver dari Cleveland Clinic, Amerika Serikat, infeksi B.1.1.529 meningkatkan risiko komplikasi medis yang lebih serius di masa depan.

Sementara, orang yang terinfeksi influenza umumnya tidak mengalami komplikasi penyakit berbahaya. Ia juga dapat sembuh selama 7-10 hari.

Itu dia sederet perbedaan gejala Covid Omicron dan flu. Jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan bila mencurigai adanya gejala.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar COVID-19, konsultasikan dengan lebih cepat via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

Referensi:

CDC. Diakses 2022. Omicron Variant: What You Need to Know.

Healthline. Diakses 2022. Everything You Need to Know About the Flu.

Deseret News, US. Diakses 2022. How to tell the difference between omicron variant, common cold and the flu.

The National News, UAE. Diakses 2022. Do I have Omicron, cold or flu symptoms? How you can tell the difference.

USA Today. Diakses 2022. Fact check: Omicron coronavirus variant is not the common cold.

NBC News, US. Diakses 2022. Omicron symptoms: What we know about illness caused by the new variant.

0 Komentar

Belum ada komentar