Sukses

Studi: Asupan Nutrisi Anak Pengaruhi Kondisi Mentalnya

Studi mengatakan nutrisi anak dapat memengaruhi kesehatan mentalnya. Bagaimana kaitan keduanya menurut dokter? Simak di sini.

Tak hanya untuk kesehatan fisik, nutrisi juga dibutuhkan anak untuk mendukung kesehatan mentalnya. Kesimpulan itu didapat oleh sebuah penelitian ilmiah.

Studi yang diterbitkan jurnal BMJ Nutrition, Prevention, and Health (2021) menemukan asupan nutrisi anak-anak dapat dikaitkan dengan kesehatan mental. Simak selengkapnya di bawah ini.

Artikel lainnya: Tanda-tanda Anak Perlu Menjalani Tes Kesehatan Mental

 

1 dari 3 halaman

Bagaimana Asupan Nutrisi Anak Memengaruhi Mentalnya?

Para peneliti melihat data dari 7.570 anak SMA dan 1.253 anak SD dalam the Norfolk Children and Young People Health and Well-being Survey.

Studi itu ingin mencari tahu hubungan antara kesejahteraan mental dengan faktor nutrisi. Hal ini meliputi asupan sayur dan buah, serta menu sarapan dan makan siang.

Anak-anak yang mengonsumsi lima porsi atau lebih sayuran dan buah-buahan memiliki skor kesehatan mental lebih tinggi, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali.

Tipe sarapan yang dikonsumsi juga memengaruhi hasil skor. Anak-anak yang tidak sarapan mendapat skor lebih rendah, begitu juga dengan mereka yang hanya minum energy drink.

Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti menemukan kaitan kuat antara konsumsi buah dan sayur dengan skor kesehatan mental yang lebih tinggi pada murid-murid SMA.

Menanggapi perihal nutrisi untuk kesehatan mental, dr. Atika mengatakan, “Makanan tinggi gula dan lemak memengaruhi protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak, seperti faktor neurotrofik yang bertugas untuk pensinyalan di otak. Makanan tinggi gula dan lemak mengurangi proses pembentukan faktor neurotrofik.”

Berdasarkan studi dalam American Journal of Public Health, faktor neurotrofik yang diturunkan dari otak sering kali berkurang pada orang dengan depresi. Ketika faktor neurotrofik meningkat, gejala depresi dapat membaik. 

Jadi, makanan-makanan dengan gizi seimbang serta tidak tinggi lemak dan gula membantu mengurangi gejala depresi.

Artikel lainnya: Bunda, Ini Cara untuk Membuat Mental Anak Lebih Kuat

Selain itu, konsumsi makanan juga memengaruhi suasana hati. Hal ini berpengaruh pada serotonin.

Melansir Harvard Health Publishing, serotonin merupakan neurotransmitter yang membantu mengatur pola tidur, nafsu makan, dan suasana hati, serta menghambat rasa sakit. Sekitar 95 persen serotonin diproduksi di saluran pencernaan.

Sistem pencernaan tak hanya membantu tubuh mencerna makanan dan menyerap nutrisi. Organ tersebut juga berperan dalam pengaturan emosi berkat serotonin yang dihasilkan.

Studi membandingkan pola makan “tradisional” (diet Mediterania dan diet ala Jepang) dengan pola makan “Barat”. Risiko depresi 25-35 persen lebih rendah pada mereka yang menerapkan diet tradisional.

Pola makan tradisional yang dimaksud meliputi banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian tidak diproses, dan makanan laut, serta sedikit daging dan produk susu.

“Nutrisi yang berkualitas (nutrisi seimbang dilengkapi buah dan sayur) berkaitan dengan menurunnya inflamasi di tubuh. Sementara, makanan yang berkualitas kurang baik (contohnya western food) berkaitan dengan peningkatan inflamasi dalam tubuh,” papar dr. Atika.

Pada kondisi depresi, penanda inflamasi di dalam tubuh sangat meningkat. Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah dan sayuran akan menurunkan tingkat peradangan tersebut.

Artikel lainnya: Mengikis Stigma Masalah Kesehatan Mental

2 dari 3 halaman

Makanan yang Mendukung Kesehatan Mental Anak

Makanan sehat yang bervariasi seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan berbagai sumber protein dapat memberikan nutrisi yang tepat untuk otak. Hal ini akan berdampak baik pada kondisi mental.

Buah dan sayuran mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk otak. Nutrisi penting lainnya antara lain protein, zink, zat besi, kolin, asam folat, serta vitamin A, D, B6, dan B12.

Melansir Very Well Fit, anak-anak perlu banyak makan buah dan sayur, misalnya berry dan sayuran hijau gelap.

Makanan-makanan itu mengandung senyawa yang bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan menurunkan peradangan. Keduanya memainkan peran positif dalam hal suasana hati dan kognitif.

Selain itu, serat dari buah-buahan dan sayuran dapat memberi makan bakteri baik. Peran bakteri baik terbukti penting untuk kesehatan mental dan pencegahan kondisi neurologis.

Penting bagi orangtua untuk memperhatikan asupan nutrisi anak-anaknya. Pasalnya, kesehatan mental mereka juga dipengaruhi oleh kecukupan gizi.

Bila ingin bertanya lebih lanjut seputar pemenuhan gizi anak, konsultasi lewat Live Chat dokter anak di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa membeli makanan sehat dan suplemen anak di Belanja Sehat.

(FR/JKT)

Referensi:

Very Well Fit. Diakses 2021. Food Choices Can Affect Mental Well-Being in Children, Study Shows.

BMJ Journal. Diakses 2021. Cross-sectional associations of schoolchildren’s fruit and vegetable consumption, and meal choices, with their mental well-being: a cross-sectional study. 2021.

Harvard Health Publishing. Diakses 2021. Nutritional psychiatry: Your brain on food.

US National Library of Medicine. Diakses 2021. Relationship Between Diet and Mental Health in Children and Adolescents: A Systematic Review.

0 Komentar

Belum ada komentar