Sukses

Penyebab dan Cara Mengatasi Apnea of Prematurity

Bayi prematur berisiko mengalami beberapa penyakit, salah satunya apnea of prematurity. Apa alasannya? Adakah cara mengatasi apnea pada bayi prematur? Cek di sini.

Bayi prematur atau lahir sebelum waktunya lebih rentan terhadap beberapa penyakit. Salah satu penyakit yang dimaksud, yaitu apnea of prematurity

Melansir Nemours Kids Health, apnea of prematurity terjadi ketika bayi prematur mengalami henti napas selama 15–20 detik. 

Bayi prematur yang mengalami kondisi tersebut juga mungkin mengalami henti napas kurang dari 15 detik, dengan detak jantung lambat dan/atau kadar oksigen dalam tubuh yang rendah. 

Lalu, apa penyebab apnea pada bayi prematur? Adakah cara mengatasinya? Cek fakta medisnya, yuk.

1 dari 3 halaman

Penyebab Apnea of Prematurity

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, penyebab apnea of prematurity adalah belum berkembang sempurnanya sistem otak bayi prematur yang mengatur pernapasan.

Selain itu, melansir Medline Plus, apnea of prematurity (AOP), kondisi tersebut juga bisa terjadi karena otot-otot yang menjaga jalan napas tidak berfungsi dengan optimal.

Artikel Lainnya: Gangguan Mata ROP pada Anak

Secara umum, apnea of prematurity dimulai setelah 2 hari kehidupan dan berlangsung hingga 2–3 bulan setelah kelahiran. 

Bayi prematur yang mengalami apnea of prematurity akan mengalami penurunan detak jantung hingga di bawah 80 detak per menit. Hal tersebut dapat membuat bayi menjadi pucat atau kebiruan. Bayi juga mungkin terlihat lemas, dengan pernapasan yang terdengar berisik. 

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Apnea of Prematurity

Berdasarkan dr. Astrid, apnea of prematurity biasanya akan membaik dan menghilang dengan sendirinya.

Meski demikian, sebagian bayi prematur yang mengalami apnea of prematurity juga mungkin mendapatkan perawatan medis di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU).

Apabila bayi yang dirawat di NICU tampak tidak bernapas selama lebih dari 15 detik, perawat akan mengusap punggung, lengan, atau kakinya. Hal tersebut dilakukan untuk menstimulasi laju pernapasan yang sempat terhenti.

Artikel Lainnya: Penyebab Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah

Pada beberapa kasus, bayi prematur yang mengalami apnea of prematurity juga mungkin diberikan terapi suction untuk mengeluarkan cairan maupun lendir dari mulut ataupun hidungnya. 

Ada pula kasus apnea of prematurity yang mesti diterapi dengan pemberian masker oksigen. 

“Cara lain yang mungkin dilakukan untuk mengatasi apnea of prematurity adalah dengan memastikan bayi berada di lingkungan optimal, termasuk suhu, posisi tubuh, dan lainnya,” jelas dr. Astrid.

“Bayi yang mengalami kondisi tersebut juga mungkin diberikan terapi oksigen menggunakan CPAP dan obat-obatan jika dirasa perlu,” pungkasnya.

Apnea prematuritas pada bayi yang terlahir secara prematur bukanlah akhir dari segalanya. Kondisi tersebut masih bisa diatasi, sehingga si kecil dapat tumbuh sebagaimana mestinya.

Penasaran atau memiliki pertanyaan sehubungan dengan apnea pada bayi prematur? Anda bisa chatting dengan dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

Referensi:

Medline Plus. Diakses November 2021. Apnea of Prematurity

Nemours Kids Health. Diakses November 2021. Apnea of Prematurity. 

1 Komentar